Unit Pengelola Benih Sumber Tanaman Hias

Kebangkitan agribisnis florikultura tidak terlepas dari dukungan teknologi inovasi yang mengarah pada perbaikan sistem produksi yang lebih menguntungkan bagi petani. Namun demikian, tantangan persaingan dalam industri tanaman hias masih tinggi pada berbagai sektor, salah satunya adalah pada ketersediaan benih sehat dan bermutu.

Litbang Pertanian telah melepas berbagai varietas unggul tanaman hias yang adaptif pada kondisi tropik. Sebagai dukungan dalam diseminasi teknologi inovatif berupa varietas unggul di sentra-sentra produksi diperlukan ketersediaan benih sumber dengan kualitas tinggi sebagai jaminan proses produksi untuk menghasilkan produk yang diterima pasar. Melalui unit pelaksana teknis, Balai Penelitian Tanaman Hias, benih sumber varietas unggul dalam negeri ini diproduksi melalui Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) yang dibentuk pada tahun 2006. Pembentukan UPBS ini sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Badan Litbang Pertanian No. OT.210.69.2003 tanggal 20 Oktober 2003 tentang Pedoman Umum Pengelolaan Benih Sumber Tanaman.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, UPBS didukung oleh kebijakan formal sebagai formal seed sector, yang mengindikasikan bahwa produksi benih dilakukan berbasis Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baku berdasarkan peraturan pemerintah dengan melibatkan berbagai pihak yang terkait. Ruang lingkup kerja UPBS Balithi mencakup pengelolaan benih sumber tanaman hias berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku. Benih yang diproduksi berkelas benih sumber yang ditujukan untuk melayani keperluan benih sumber bagi penelitian atau pengujian dan keperluan perbanyakan benih di Balithi atau institusi lain di luar Balithi, baik itu swasta maupun pemerintah, serta produsen/penangkar benih.

Kelembagaan dan Sistem Manajemen Mutu UPBS

Organisasi UPBS disusun berdasarkan acuan struktur organisasi UPBS yang disarankan di dalam petunjuk pelaksanaan (Juklak) UPBS tanaman hortikultura yang diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Organisasi UPBS Balithi dipimpin langsung oleh Manajer Umum yang melekat pada jabatan Kepala Balai. Pelaksana tugas harian UPBS dikerjakan oleh Wakil Manajer Umum. Operasional pengelolaan UPBS terbagi dalam enam bidang yang dikoordinir masing-masing oleh seorang manajer yang secara teknis dibantu beberapa staf untuk menjalankan tugas dan fungsinya.

UPBS Balithi memproduksi dan mendistribusikan benih sumber, melalui optimalisasi kelembagaan dengan pengendalian mutu melalui sertifikasi Sistem Manajemen Mutu. Kelembagaan UPBS Balithi dan jaminan mutu produk dilakukan dengan menerapkan Sistem Manajemen Mutu(SMM) ISO 9001-2015. UPBS Balithi pada tahun 2014 mendapatkan sertifikat sistem manajemen mutu sebagai produsen benih yang bisa melakukan sertifikasi mandiri oleh Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (LSSMBTPH) Ditjen Tanaman Pangandan Ditjen Hortikultura.

Produksi dan Distribusi Benih

Produksi dan distribusi benih sumber tanaman hias merupakan kegiatan untuk memproduksi (menghasilkan) benih tanaman hias yang sudah dilepas/didapftarkan. Kegiatan produksi benih sumber meliputi produksi in vitro dan in vivo yang dilakukan oleh UPBS. Masing-masing bagian dalam proses produksi dan distribusi tersebut dikoordinatori oleh seorang manajer yang bertanggung jawab sesuai dengan bidang pekerjaan yang ditangani.

Benih sumber UPBS tanaman hias didistribusikan kepada stakeholder melalui kerjasama dengan Direktorat Perbenihan Florikultura, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Instansi Pemerintah (Balai Benih, Balai Pengembangan Benih Hortikultura dan Aneka Tanaman (BPBHAT), Dinas-dinas Pertanian di daerah, maupun penangkar-penangkar benih mandiri. Disamping itu benih terdistribusi juga langsung kepada petani dan swasta melalui pemesanan langsung ke UPBS Balithi. Daerah distribusi benih sumber antara lain di Sumatera Selatan, Sukabumi, Cianjur, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulewesi Utara, Sulawesi Selatan dan daerah potensial lainnya.

Kerjasama dalam pengembangan dan pendampingan benih tanaman hias dengan berbagai pihak dilakukan secara berkesinambungan dan intensif sebagai upaya untuk meningkatkan adopsi varietas dan teknologi budidaya yang sudah dihasilkan oleh Badan Llitbang Pertanian. Demplot merupakan sarana pengenalan terhadap varietas baru dan mendapatkan umpan balik penerimaan pasar.