PERBANYAKAN MASAL ANGGREK DENDROBIUM SECARA IN VITRO

  • PERBANYAKAN MASAL ANGGREK DENDROBIUM SECARA IN VITRO
  • Peneliti : Sri Rianawati, Ridho Kurniaty, Dyah Widyatoety, Dewi Pramanik, Syafni, Budi Marwoto, Rudy Soehendi, Kurniawan Budiarto, Rika Meilasari, Suryanah

    Tahun Rilis : 2018

    Usaha untuk meningkatkan produksi anggrek baik kuantitas dan kualitas adalah dengan cara meningkatkan mutu varietas, dan kualitas sistim perbenihan. Penyediaan benih anggrek secara masal diantaranya perbanyakan benih dengan cara in vitro. Hasil kegiatan tahun 2016 adalah perbanyakan Dendrobium varietas Dian yang diperoleh adalah kalus berjumlah 70 botol dan plb 7 erlenmeyer, plantlet sebanyak 3700 dan kompot 10 tray, untuk varietas Syifa dicapai 350 plantlet, dan pada varietas Almira dihasilkan kalus 15 botol, dan plb dalam 2 erlenmeyer serta plantlet 200. Hasil yang diperoleh tersebut dapat diperoleh dari satu paket metode penyediaan materi genetik Dendrobium yaitu mata tunas ditanam pada media ½ MS +0,75 mg/l+ 0,5 mg/l BAP, selanjutnya inisiasi kalus dan plb menggunakan metode TCL dan media ½ MS +0,5 mg/l BAP + 0,5 mg/l NAA atau menggunakan tunas pucuk yang ditanam pada media ½ MS + 0,5 mg/l thidiazuron+ 0,5 mg/l BAP+sukrosa 2%. Kemudian untuk proliferasi plb di media cair dapat digunakan media ½ MS +0,5 mg/l BAP+ 0,5 mg/l NAA. Plb dapat diregenerasikan dengan baik pada media VW + 100 g/l pisang + 100 ml/l air kelapa. Dengan diperolehnya satu paket metode penyediaan materi Dendrobium diharapkan dapat diaplikasikan untuk klon-klon lain agar dapat dipenuhi kebutuhan Dendrobium untuk stake holder.

    Era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) mendorong Indonesia untuk meningkatkan daya saing produk pertanian. Khususnya pada tanaman anggrek, peningkatan daya saing akan berdampak pada peningkatan mutu produk anggrek, dan kontinuitas persediaan benih. Dengan demikian peningkatan mutu anggrek dan perbenihan harus mendapat perhatian secara khusus. Usaha untuk meningkatkan produksi anggrek baik kuantitas dan kualitasnya adalah dengan cara meningkatkan mutu varietas, dan kualitas sistim perbenihan. Hingga saat ini Indonesia belum memiliki sistim perbenihan anggrek Dendrobium yang stabil dan handal. Usaha pengembangan anggrek ini telah dilakukan sejak lama oleh berbagai pihak, namun hasil yang diperoleh hingga saat ini belum mencapai hasil yang maksimal. Aspek sistim perbenihan ini masih memerlukan penanganan khusus, terutama yang berkaitan dengan dengan teknik penyediaan bibit secara in vitro, penyediaan seedling dan penyediaan tanaman remaja maupun dewasa. Pada tingkat perbenihan in vitro, permasalahan akan berkaitan dengan ketersediaan unsur makro, mikro dan zat pengatur tumbuh serta metode yang digunakan. Perbanyakan anggrek Dendrobium secara in vitro dilakukan melalui berbagai cara antara lain dengan cara induksi embryogenesis somatik langsung (Arditti and Ernest, 1993; Chung et al, 2005; Chen et al, 2007), atau secara tidak langsung melalui pembentukan kalus (Meesawat et al. 2002; Roy et al, 2003; Zhao et al, 2008). Komponen yang digunakan untuk menumbuhkan eksplan juga bermacam macam (Alam et al, 2002) dengan tambahan ZPT misalnya thidiaruron (Nayak et al, 1997; Kumari et al, 2013), BAP dan NAA ( Chung et al, 2005; Sujjaritthurakarn et al, 2011). Berbagai komponen teknologi perbanyakan masal Dendrobium telah berhasil dikembangkan oleh Balithi, di antaranya inisiasi protocorm-like body (plbs) maupun embrio baik menggunakan media berbasis Murashige dan Skoog (1962) maupun Vacin dan Went (1949). Media dasar tersebut dikombinasikan dengan berbagai jenis hormone seperti: TDZ, BAP, Kinetin, NAA, IAA, Methylobacterium sp; bahan organik seperti: 1). bubur pisang ambon lumut; 2). bubur taoge pendek; 3). bubur rebung; 4). bubur ubi kayu; 5). bubur ubi jalar ungu; dan berbagai jenis suplemen yang lain (Santi et al. 2012; Utami & Ginting, 2007). Variasi media tersebut juga diaplikasikan untuk proses perbanyakan plb maupun embrio; sementara pada pengakaran aplikasi media berbasis media generik, seperti: Hyponex, Growmore, dan Rosasol dengan penambahan arang aktif juga telah diaplikasikan. Sejak tahun 2012 hingga 2015 telah dilakukan berbagai kegiatan in vitro mengenai cara inisiasi perbanyakan Dendrobium antara lain : (1) Optimasi komposisi media dengan sumber karbon tertentu, dan optimasi ukuran eksplan dengan periode ”healing” tertentu dalam mempercepat waktu inisiasi plbs. anggrek Dendrobium hasil silangan Balithi secara meriklon (Santi et al. 2012); (2) Pengaruh beberapa modifikasi Tiamin, Kinetin, NAA, BAP, dan TDZ dalam media dasar Vacin & Went dengan berbagai period “healing” terhadap inisiasi plbs. anggrek Dendrobium bunga potong secara in vitro (Santi et al. 2013); (3) Aplikasi adenine sulfate dan chitosan pada perbanyakan in vitro Dendrobium dan Phalaenopsis. Kegiatan tahun 2015 menghasilkan teknologi perbanyakan in vitro anggrek Dendrobium menggunakan adhenin sulfat dan chitosan. Secara keseluruhan untuk meningkatkan pemanfaatan varietas unggul baru yang dihasilkan oleh Balithi oleh pengguna dan meningkatkan mutu anggrek. Penerapan kegiatan yang terkait dengan perbanyakan masal anggrek ini diharapkan menghasilkan benih varietas yang berdaya saing dan mampu menembus pasar global, dengan sistim perbenihan yang produktif, yang dibudidayakan dengan cara yang terstandarisasi dengan pengendalian hama penyakit yang handal. Pada kegiatan ini diharapkan dapat mengatasi masalah perbenihan anggrek terutama Dendrobium sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

    A. Penyediaan bahan tanaman sebagai sumber eksplan Dendrobium

    Telah dilakukan penyediaan materi awal dari beberapa varietas antara lain adalah Varietas Dian Agrihorti, Varietas Almira, Varietas Syifa. Tunas yang berasal dari tunas anakan Dendrobium ditanam pada media pembesaran tunas yaitu ½ MS + 0,5 BAP hingga tunas memanjang berukuran 8-10 mm dan diinkubasikan di ruang gelap. Kegiatan selama 6 bulan pertama dalam menghasilkan tunas yang akan digunakan sebagai materi awal perbanyakan melalui pembentukan plb dan kalus. Dalam gambar 1 dan 2, menunjukkan hasil inisiasi tunas menggunakan media ½ MS + 0,75 mg/l Tdz + 0,5 mg/l BAP

    B. Inisiasi dan proliferasi plb Dendrobium tanaman model menggunakan metode TCL

    Kegiatan ini menggunakan 2 macam metode yaitu inisiasi plb menggunakan eksplan tunas pucuk dan inisiasi menggunakan irisan horizontal tunas (metode TCL).
    B.1. Inisiasi plb Dendrobium varietas Dian menggunakan metode thin cell layer (TCL)
    Metode irisan horizontal tunas pucuk Dendrobium varietas Dian diterapkan untuk menginisiasi plb menggunakan media ½ MS+ 0,5 mg/lBAP+ 0,5 mg/lNAA merupakan media yang tepat, baik persentase, jumlah dan ukuran plb. Secara visual plb yang tumbuh dari ke empat media tidak berbeda
    B.2. Inisiasi plb Dendrobium varietas Dian menggunakan eksplan tunas pucuk
    Pada inisiasi plb Dendrobium menggunakan eksplan tunas pucuk dengan menggunakan media ½ MS+0,1 mg/l TDZ + 0,5 mg/l BAP + 20 g/l sukrosa merupakan media yang tepat. Media yang mengandung thidiazuron dan 2,4-D lebih banyak menghasilkan kalus dan tunas.C. Inisiasi dan perbanyakan plb Dendrobium dengan menggunakan media cair Plb yang berasal dari proses inisiasi dipindahkan pada media cair, untuk inisiasi plb dan proliferasi plb Dendrobium menggunakan media cair dengan media ½ MS+ 0,5 mg/l BAP+ 0,5 mg/lNAA merupakan media yang tepat.

    D. Regenerasi Planlet Dendrobium varietas Dian
    Regenerasi planlet Dendrobium varietas Dian menggunakan media VW + 100 g/l pisang + 100 ml/l air kelapa merupakan media yang tepat.

    Dari rangkaian kegiatan di atas dapat diambil suatu metode terbaik untuk perbanyakan masal anggrek Dendrobium yaitu mata tunas ditanam pada media ½ MS +0,75 mg/l+ 0,5 mg/l BAP, selanjutnya inisiasi kalus dan plb menggunakan metode TCL dan media ½ MS +0,5 mg/l BAP + 0,5 mg/l NAA atau menggunakan tunas pucuk yang ditanam pada media ½ MS + 0,5 mg/l thidiazuron+ 0,5 mg/l BAP+sukrosa 2%. Kemudian untuk proliferasi plb di media cair dapat digunakan media ½ MS +0,5 mg/l BAP+ 0,5 mg/l NAA. Plb dapat diregenerasikan dengan baik pada media VW + 100 g/l pisang + 100 ml/l air kelapa.
    KESIMPULAN
      1. Materi genetik Dendrobium varietas Dian yang diperoleh adalah kalus berjumlah 70 botol dan plb 7 erlenmeyer, plantlet sebanyak 3700 dan kompot 10 tray. Untuk varietas Syifa dicapai 350 plantlet, dan pada varietas Almira, kalus 15 botol dan plb 5 dalam 2 erlenmeyer serta plantlet 200.
      2. Metode inisiasi plb dan proliferasi plb Dendrobium tanaman model menggunakan metode TCL dengan media ½ MS+0,5mg/lBAP + 0,5 mg/l N
      3. Metode inisiasi plb dan proliferasi plb Dendrobium tanaman model menggunakan metode tunas pucuk pada media ½ MS +0,5 mg/l Thidiazuron + 0,5 mg/l BAP.
      4. Metode inisiasi plb dan proliferasi plb Dendrobium menggunakan media cair dengan media ½ MS+ 0,5 mg/l BAP+ 0,5 mg/lNAA.