PERBANYAKAN GERBERA SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN KUNCUP BUNGA MUDA SEBAGAI SUMBER EKSPLAN

  • PERBANYAKAN GERBERA SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN KUNCUP BUNGA MUDA SEBAGAI SUMBER EKSPLAN
  • Peneliti : Budi Winarto

    Tahun Rilis : 2016

    Tahapan perbanyakan gerbera secara In vitro dengan menggunakan kuncup bunga muda sebagai sumber eksplan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

    1. Pemanenan kuncup bunga
      Kuncup bunga yang digunakan adalah kuncup bunga belum mekar, seluruh kalik/sepal masih menutup rapat seluruh bagian bunga yang lain hingga bagian bunga tabung sedikit terlihat, Pilih dan pastikan kuncup bunga yang dipilih berasal dari tanaman yang sehat, tumbuh baik dan tidak ada gejala serangan hama penyakit.
    2. Sterilisasi kuncup bunga
      Proses sterilisasi dilakukan melalui 2 tahap. Tahap 1 adalah pra-sterilisasi yang dengan cara meletakkan kuncup bunga dibawah air mengalir selama 30-60 menit, kemudian direndam dalam larutan air sabun 1% (Sunlight / Mama Lemon) selama 30 menit sambil digojok secara manual / diletakkan diatas mesin penggojok (shaker, 110 rpm); pindahkan kuncup bunga dalam larutan 1% pestisida (fungisida dan bakterisida) selama 30 menit sambil digojok; kuncup bunga selanjutnya dibilas dengan air bersih hingga sisa pastisida tidak terlihat lagi. Tahap 2 adalah sterilisasi yang dilakukan dengan cara merendam kuncup bunga dalam larutan Iodium (Betadine/Yodium; 20 tetes/100 ml air steril) selama 5 menit sambil digojok, setelah itu pindahkan dalam larutan merkuri klorida (HgCl2) 0,05% selama 5 menit sambil digojok, kemudian bilas dengan air steril 3-4 kali (@ 3 menit)
    3. Isolasi penyangga bunga
      Setelah sterilisasi tahap 2 selesai, kuncup bunga selanjutnya diletakkan diatas cawan petri steril. Dengan 2 pinset (Panjang 15 cm untuk memegang kuncup bunga & pendek 7,5 cm untuk membuang semua bagian bunga) dilakukan pembuangan semua bagian bunga (kalik / sepal; korola / petal; bunga tabung). Setelah semua bagian bunga dibersihkan dan tinggal penyangga bunga, selanjutnya dengan pisau kultur dilakukan pemotongan bagian penyangga bunga dengan pisau kultur secara melintang. Setelah pemotongan panyangga bunga, potongan harus segera dimasukkan kedalam air steril untuk menghindarkan terjadinya pencoklatan penyangga bunga
    4. Sterilisasi Eksplan
      Setelah seluruh isolasi penyangga bunga dilakukan, sterilisasi lanjutan dilakukan. Sterilisasi dilakukan dengan cara membilas eksplan dengan air steril 2-3x (@ 3 menit) sambil digojok. Selanjutnya rendam eksplan dalam larutan HgCl2 0,01% selama 5 menit. Bilas lagi eksplan dengan air steril 3-4x (@ 3 menit)
    5. Penyiapan dan penanaman eksplan dan kultur gelap
      Penyiapan eksplan dilakukan dengan cara mengambil potongan penyangga bunga dengan pinset dan menampatkannya diatas cawan petri yang berisi tisu steril sambil dibolak-balik untuk menghilangkan semua film air yang menempel pada eksplan. Setelah itu lakukan pemotongan potongan penyangga bunga dengan pisau kultur menjadi 4 bagian. Segera setelah itu, lakukan penanaman potongan penyangga bunga ke botol kultur yang berisi medium inisiasi (Medium MS yang ditambah dengan 0,4 mg/l TDZ, 0,25 mg/l BAP, 30 g/l sukrosa dan 7 g/l agar swallow). Penanaman eksplan dilakukan dengan memposisikan bagian potongan menempel pada permukaan medium. Tiap botol ditanam 4-6 eksplan dan penanaman dilakukan sesegera mungkin dan segera mungkin disimpan dalam tempat gelap untuk menghindarkan terjadinya pencoklatan eksplan. Botol kultur selanjutnya disimpan dalam tempat yang gelap selama 1 bulan.
    6. Regenerasi bakal tunas dan tunas
      Regenerasi bakal tunas dan tunas dilakukan dengan cara memindahkan botol kultur dibawah kondisi terang dengan 12 jam fotoperiode dibawah lapu fluoresen dengan intensitas cahaya 13 mmol/m2/s hingga bakal tunas dan tunas teregenerasi. Waktu regenerasi bakal tunas hingga tunas berkisar antara 1-1,5 bulan setelah pemindahan kultur ditempat terang
    7. Perbanyakan tunas
      Perbanyakan tunas dilakukan dengan menanam 1-2 bakal tunas hasil tahap inisiasi pada medium MS yang ditambah 0,2 mg/l TDZ, 30 g/l sukrosa dan 7 g/l agar swallow hingga subkultur ke-2 atau MS yang ditambah 0,2 mg/l TDZ; 0,1 mg/l BAP, 30 g/l sukrosa dan 7 g/l agar swallow hingga subkultur ke-4, setelah itu tunas harus disubkultur pada medium MS yang ditambah 0,2 mg/l BAP; 0,02 mg/l NAA, 30 g/l sukrosa dan 7 g/l agar swallow. Satu botol kultur diisi dengan 5 tunas dan diinkubasi pada kondisi terang selama 1-1,5 bulan
    8. Penyiapan plantlets
      Penyiapan plantlets dilakukan dengan mensubkultur tunas hasil subkultur akhir pada medium MS yang ditambah dengan 1,5-2,0 g/l arang aktif, 30 g/l sukrosa dan 7 g/l agar swallow. Tiap botol kultur yang berisi media pengakaran ditanam 5-7 tunas dan diinkubasi pada kondisi terang seperti kondisi inkubasi tahap sebelumnya
    9. Aklimatisasi plantlets
      Aklimatisasi plantlets dilakukan dengan cara mengeluarkan plantlets dari botol kultur dengan pinset dengan hati-hati agar akar tidak putus dan mengalami banyak kerusakan. Cuci akar dibawah air mengalir untuk membuang / menghilangkan agar yang menempel dipermukaan akar. Selanjutnya rendam akar dalam larutan 1% pestisida (Fungisida dan bakterisida) selama 3 menit. Setelah itu tanam plantlets dalam bak-bak/pot plastik yang berisi potongan pakis dan cocopeat (1:1, v/v) yang telah dibasahi cukup dengan air pada kedalaman 2-3 cm. Setelah semua plantlets ditanam, bak/pot plastik ditutup dengan plastik transparan selama 1 bulan. Setiap minggu plantlets diberi perlakuan penyemprotan larutan 1% pupuk majemuk N tinggi (Growmore/Rosasol/Hyponex). Frekuensi penyemprotan larutan 1% pupuk majemuk N tinggi dapat ditingkatkan menjadi 2 kali per minggu sesuai respon pertumbuhan plantlets.
    10. Potensi Produksi Benih
      Potensi produksi benih melalui aplikasi teknologi ini dari 1 eksplan kuncup bunga muda akan dihasilkan 7-15 tunas untuk jenis yang responsif; 3-6 tunas per eksplan untuk yang kurang responsif, jika nilai rata-rata nya 4-7 tunas per eksplan dan disubkultur sebanyak 6 kali, maka dari 1 eksplan akan dihasilkan 16.384 823.543 tunas yang siap diakarkan dalam waktu 262,5 hari (8,75 bulan). Jika reduksi kehilangan hasil pengakaran tunas 5%, maka plantlets yang berhasil disiapkan selama 1 bulan berkisar antara 15.564 782.366 plantlets. Jika kehilangan hasil akibat aklimatisasi 10%, maka plantlets yang berhasil diaklimatisasi selama 1 bulan selanjutnya dipotkan secara individu dan teradaptasi 1 bulan kemudian yang siap dijual kepada petani berkisar antara 14.007 704.129 tanaman dalam waktu 11,75 bulan atau dalam waktu 1 tahun.