Leatherleaf Fern (1012)


Leatherleaf fern atau pakis adalah jenis paku-pakuan dengan nama latin Rumohra adiantiformis (G. Forst.) Ching, tergolong dalam famili Polypodiaceae, berasal dari daerah tropis di Amerika tengah dan selatan, Afrika selatan, Madagascar, New Zealand dan Australia. Tanaman ini tergolong tanaman hias yang dimanfaatkan sebagai daun potong.
Leatherleaf fern dapat tumbuh pada ketinggian tempat 850-1800 m dpl, suhu 19-27 °C, kelembaban relatif 80-90%, intensitas cahaya berkisar 5000 lux, dan pH tanah 5.5-6.0.

Budidaya

  1. Persiapan konstruksi naungan
    Intensitas cahaya yang sesuai berkisar 5000 lux, ini dapat dirancang dengan penggunaan naungan net sekitar 75% atau intensitas cahaya yang diterima tanaman 25%. Untuk menjaga keawetan net maka sambungan antar net harus dijahit rapat dengan menggunakan benang khusus dan diberikan penopang kawat bentuk diagonal yang dikaitkan pada tiang penyangga bangunan. Di daerah dengan curah hujan tinggi digunakan naungan plastik UV di bawah net. Bila digunakan plastik UV di bawah net maka kerapatan net sebaiknya sekitar 55%.
  2. Persiapan lahan
    Lahan diolah dengan cara digemburkan pada kedalaman 15 cm. Ukuran bedeng penanaman yaitu lebar 100-120 cm, tinggi 10-15 cm diatas permukaan tanah. Pupuk kandang yang sudah matang diberikan pada awal penanaman dengan takaran 2 ton/ha/tahun atau 2 kg/m2/tahun, dan pemberian pupuk kandang dapat diulang setiap tahun. Jarak antar bedeng yaitu 40-60 cm. Tanaman toleran pada pH 5.0-6.0. pH tanah dapat diatur dengan memberikan dolomit dengan takaran 1120 kg/ha/tahun dan diberikan setiap 3 bulan.
    Bedengan dengan lebar 1 m diisi 3 tanaman, sedang bedengan dengan lebar 1.20 cm diisi 4 tanaman atau jarak antar tanaman 30.5 cm x 30.5 cm. Penanaman dengan menggunakan rhizome dilakukan pada kedalaman tanam 1.3 cm di bawah permukaan tanah, sedangkan rumpun berakar ditanam dengan kedalaman 2.5 cm di bawah permukaan tanah.
  3. Pemupukan
    Selain pupuk kandang diberikan pula pupuk buatan berupa Urea, ZA, SP36, Kcl dan pupuk mikro. Takaran Urea yaitu Urea 366 kg/ha/tahun, ZA 183 kg/ha/tahun, SP36 275 kg/ha/tahun, Kcl 550 kg/ha/tahun, diberikan setiap bulan satu kali. Pupuk mikro diberikan setiap 2 minggu sekali.
  4. Pemberian mulsa
    Pemberian mulsa daun bambu sebanyak 0.5 karung/m2/tahun akan menambah bahan organik. Pemberian Gliokompost akan mempercepat pelapukan daun bambu menjadi bahan organik.
  5. Irigasi
    Irigasi yang dianjurkan adalah irigasi dengan sistem springkle volume 5-7 liter/m2. Jika menggunakan alat pengukur kadar air tanah tensiometer, maka penyiraman dimulai pada saat pembacaan antara -20-25 kpa dan dihentikan apabila tensiometer sudah terbaca -10 kpa.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Penyakit utama yang menyerang tanaman adalah Cylindrocladium, mempunyai gejala bercak kuning pada daun dan makin lama daun berubah menjadi coklat kemerahanan hingga coklat gelap. Sedangkan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. memiliki gejala layu pada pucuk. Selain menyerang daun, Cylindrocladium juga menyerang batang dan rhizome. Pengendalian dapat dilakukan dengan aplikasi fungisida biologi, pemberian kompos yang mengandung Gliocladium (Gliocompost) dengan takaran 37 kg/ha/tahun dan diulang setiap tahun bersamaan dengan pemberian pupuk kandang. Selain itu fungisida kimia dengan bahan aktif mankozeb dapat mengendalikan penyakit tersebut

Perbanyakan tanaman

Perbanyakan tanaman dilakukan dengan rhizome bagian ujung sepanjang 5-15 cm tanpa daun atau dengan daun dan pemecahan rumpun tanaman yaitu panjang 12.5 paling sedikit 3 bagian ujung tanaman. Pemecahan rumpun dilakukan bila rumpun sudah padat dan diperlukan pembongkaran, berkisar 4 tahun penanaman.

Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.81.237.159

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Penelitian dan Pengembangan... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Pengembangan Komoditas Hortikultura di... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    ... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Otomasi Fertigasi pada Budidaya Tanaman Krisan dengan... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun