Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • PROSIDING SEMINAR NASIONAL FLORIKULTURA 2011
  • No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Perakitan Varietas Anggrek Dendrobium Bunga Potong

    Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu bunga anggrek di Indonesia adalah dengan cara merakit varietas-varietas tanaman baru melalui persilangan. Persilangan dilakukan antara dua tetua anggrek Dendrobium yang memiliki karakter rajin berbunga dengan warna bunga yang cerah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan varietas baru anggrek Dendrobium yang berdaya hasil tinggi. Penelitian dilakukan mulai tahun 2005 di Kebun Percobaan Segunung dan Kebun Percobaan Pasarminggu. Persilangan yang dilakukan adalah 2 arah. Setiap nomor seri persilangan menghasilkan 1-2 buah yang bijinya disebar pada media steril. Dalam kurun 5 tahun telah dilakukan sebanyak 200 nomor seri persilangan, namun hanya 20 nomor seri yang berhasil membentuk plantlet. Hal ini disebabkan karena banyak bunga hasil silangan yang gugur, buah terlambat dipanen, dan terjadinya kontaminasi saat penyebaran biji. Dari 20 populasi yang ada, baru dilepas sebanyak 9 varietas. Kata kunci: Anggrek Dendrobium, bunga potong, persilangan.

    2011 Solvia N. dan Musalamah
    2 Uji Adaptasi dan Preferensi Konsumen terhadap Varietas Unggul Nasional Krisan di Bandungan, Kabupaten Semarang

    Uji adaptasi merupakan tahapan penting untuk mendapatkan varietas unggul krisan di daerah tertentu. Penelitian bertujuan untuk menguji pertumbuhan dan penerimaan konsumen terhadap enam varietas unggul nasional krisan. Penelitian dilaksanakan di Bandungan, kabupaten Semarang pada bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2009. Enam varietas unggul nasional yang telah dilepas Balai penelitian Tanaman Hias (Balithi), yaitu Puspita nusantara, Nyi Ageng Serang, Shakuntala, Puspita Asri, Dewi ratih, and Cut Nya’ Dien diuji pertumbuhan vegetatif dan generatifnya dan tingkat penerimaan konsumen terhadap enam varietas tersebut. Penelitian dirancang menggunakan rancang acak kelompok, ulangan tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shakuntala, Puspita nusantara, dan Puspita asri merupakan varietas yang paling disukai konsumen. Untuk ketahanan terhadap penyakit karat, Puspita asri teridentifikasi sangat tahan, sedangkan Puspita nusantara dan Dewi Ratih agak tahan. Berdasarkan diameter bunga pita dan bunga tabung, Puspita nusantara, Shakuntala, Dewi ratih dan Nyi Ageng Serang tergolong grade AA, sedangkan Puspita asri and Cut Nya’ Dien tergolong grade A. Puspita asri memiliki tinggi tanaman tertinggi dan Cut Nya’ Dien memiliki jumlah bunga per tanaman terbanyak. Kata kunci : krisan, adaptasi, preferensi konsumen

    2011 Yayuk Aneka Bety, K. Budiarto, dan Suhardi
    3 Preferensi Stakeholder Terhadap Beberapa Klon Bunga Potong Krisan di Daerah Istimewa Yogyakarta

    Bunga krisan merupakan salah satu bunga potong yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Bunga krisan yang terdapat di pasar domestik telah banyak varietasnya. Namun terbatasnya keragaman genetik tanaman krisan dalam negeri menjadi kendala utama dalam pemasaran tanaman itu sehingga saat ini masih bergantung pada varietas krisan immmmmport. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pangsa pasar akan koleksi varietas baru dan untuk perbaikan varietas nasional yang sudah ada, maka diujicoba pertanaman 10 klon bunga krisan. Tujuan penelitian ini mengetahui preferensi stakeholder (pemerintah, petani, pedagang dan konsumen) bunga krisan terhadap 10 klon baru hasil pemuliaan tanaman BALITHI. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse UPTD BPPTPH, Dusun Ngipiksari, Desa Hargobinangun, Kabupaten Sleman pada bulan September 2010. Data dianalisa statistik dengan metode ANOVA dan dilanjutkan dengan uji beda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan variabel penilaian preferensi stakeholder yang memiliki nilai kesukaan tertinggi adalah klon baru bunga krisan I sebesar 2.72 dengan tingkat penerimaan moderat. Kata kunci: Krisan, Yogyakarta dan preferensi konsumen.

    2011 Tri Sudaryono, Endang Wisnu, dan Tri Martini
    4 Penggunaan bahan alternatif dalam media kultur pada perbanyakan protocorm anggrek Dendrobium spectabile secara in vitro

    diterapkan untuk menyiasati tingginya biaya operasional dalam perbanyakan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi dari media alternatif in vitro yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan protocorm anggrek Dendrobium spectabile. Percobaan dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dari November 2010 hingga Januari 2011. Protocorm anggrek Dendrobium spectabile digunakan sebagai bahan kultur dalam percobaan ini. Perlakuan terdiri dari beberapa kombinasi antara media pupuk hyponex pada konsentrasi 1 g/l dan 2 g/l dengan bahan organik yakni ekstrak ragi pada konsentrasi 1 g/l; 1.25 g/l; dan 1.5 g/l dan bubur ubi jalar pada konsentrasi 50 g/l, 100 g.l, dan 150 g/. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 12 perlakuan 3 ulangan. Hasil dari percobaan menunjukan bahwa media pupuk daun hyponex pada konsentrasi 1 g/l yang dikombinasikan dengan ekstrak ragi pada konsentrasi 1 g/l dan 1.25 g/l mengindikasikan jumlah daun, tinggi planlet, jumlah akar, panjang akar, dan bobot segar planlet yang lebih tinggi dibandingkan dengan media perlakuan lainnya.

    2011 Nuraini, E. Hamidin, and Wieny H.Rizky
    5 Perbanyakan Klon Harapan Dendrobium Hasil Silangan Balithi secara Kultur Jaringan

    Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang telah dibudidayakan oleh masyarakat luas baik di dalam maupun di luar negeri. Perbanyakan tanaman anggrek bisa dilakukan secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan secara vegetatif dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang sama seperti induknya. perbanyakan secara kultur jaringan untuk mendapatkan tunas anakan dalam jumlah banyak, seragam dan dalam waktu yang relatif lebih singkat. Penelitian ini bertujuan membantu tersedianya bibit anggrek yang mencukupi dalam rangka mendukung program pelepasan varietas anggrek Dendrobium hasil silangan Balithi. Penelitian dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah inisiasi plbs. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Komposisi media untuk menginduksi protocorm like bodies (plbs.) adalah sebagai berikut: (1)Vacin&Went + air kelapa 150 ml/l + sukrosa 20 g/l (kontrol), (2) Vacin&Went + TDZ 3 ppm + NAA 1 ppm + BAP 1.5 ppm + air kelapa 150 ml/l + sukrosa 20 g/l, (3) Vacin&Went + TDZ 3 ppm + Tiamin 1 ppm + Kinetin 1 ppm + air kelapa 150 ml/l + sukrosa 20 g/l, (4) Vacin&Went + BAP 1.5 ppm + NAA 1 ppm + air kelapa 150 ml/l + sukrosa 20 g/l, (5) Vacin&Went + Tiamin 1 ppm + Kinetin 1 ppm + air kelapa 150 ml/l + sukrosa 20 g/l. Tahap kedua adalah proliferasi plbs. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Komposisi media untuk proliferasi plbs. menjadi planlet adalah sebagai berikut: (1) Vacin&Went + air kelapa 150 ml/l + gula 20 g/l + pisang 75 g/l +charcoal 2 g/l + agar 7 g/l, (2) Vacin&Went + air kelapa 150 ml/l + gula 20 g/l + ubi kayu 50 g/l + charcoal 2 g/l + agar 7 g/l, (3) Vacin&Went + air kelapa 150 ml/l + gula 20g/l + ubi manis 50 g/l + charcoal 2 g/l + agar 7 g/l, (4) Vacin&Went + NAA 1 ppm + BAP 1.5 ppm + air kelapa 150 ml/l + gula 20 g/l + pisang 75 g/l + charcoal 2 g/l + agar 7 g/l, (5) Vacin&Went + NAA 1 ppm + BAP 1.5 ppm + Pepton 2 g/l + air kelapa 150 ml/l + gula 20 g/l + pisang 75 g/l + charcoal 2 g/l + agar 7 g/l, (6)Hyponex 4 g/l + air kelapa 150 ml/l + pisang 75 g/l + charcoal 2 g/l + agar 7 g/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Media yang cocok untuk inisiasi eksplan menjadi plbs. anggrek Dendrobium hasil silangan Balithi adalah media dengan komposisi Vacin&Went+TDZ 3 ppm +BAP 1.5 ppm+ NAA 1 ppm dan Vacin&Went+ TDZ 3 ppm + Tiamin 1 ppm + Kinetin 1 ppm, (2) Proliferasi plbs. menjadi planlet dapat terjadi pada semua perlakuan komposisi media, namun yang terbaik yaitu pada komposisi media Vacin&Went + pisang 75 g/l + NAA 1mg/l + BAP 1.5 mg/l + pepton 2g/l., (3) Telah dihasilkan 5 klon anggrek Dendrobium hasil silangan BALITHI yaitu dengan nomor silangan NS 001/10, NS 022/21, NS 022/23, NS 022/27, dan NS 022/62. Kata kunci : Anggrek, Dendrobium, plbs., Planlet, Balithi

    2011 Anggraeni Santi S., Pudji K. Utami, Nur Qomariah, dan Nina Solvia
    6 Pengaruh Ekstrak Ragi terhadap Pertumbuhan Bibit Anggrek Vanda

    Anggrek Vanda merupakan salah satu jenis anggrek yang disukai sebagai bunga potong atau tanaman pot. Namun dalam budidayanya, bibit anggrek Vanda sangat lambat pertumbuhannya. Unsur N diperlukan untuk pertumbuhan vegetatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ekstrak ragi terhadap pertumbuhan bibit anggrek Vanda. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah sere Balai Penelitian Tanaman Hias – Pasar minggu, mulai Januari sampai dengan Desember 2008. Bahan penelitian yang digunakan bibit anggrek Vanda berukuran 5 cm dengan jumlah daun 5 helai. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas 0 (kontrol); 0,5 g/l; 1,0 g/l; 1,5 g/l; 2,0 g/l; dan 2,5 g/l ragi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ragi 2,0 g/l meningkatkan tinggi bibit (rata–rata 8 cm) dan luas daun (rata–rata 3,9 cm2). Sedangkan perlakuan ragi 1,5 g/l meningkatkan daun (rata–rata 4,6) dan panjang akar (rata–rata 7,4 cm). Implikasi dari teknologi hasil penelitian ini adalah bahwa penggunaan konsentrasi ekstrak ragi yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan bibit anggrek Vanda. Kata kunci : Anggrek Vanda; bibit; ragi

    2011 Anggraeni Santi, Dyah Widiastoety dan Nur Qomariah Hayati
    7 Pengaruh Bahan Organik terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek Dendrobium secara In Vitro

    Anggrek Dendrobium merupakan tanaman hias potensial yang perlu dikembangkan secara maksimal. Perbanyakan vegetatif secara in vitro yang cepat dan efisien merupakan jawaban untuk mendapatkan tanaman bebas patogen dan penyimpanan protocorm sebagai plasma nutfah. Studi ini bertujuan mendapatkan media alternatif dari bahan organik yang mampu menstimulasi pertumbuhan planlet anggrek Dendrobium Jayakarta. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Hias Kp.Pasar Minggu dari bulan Januari 2007 sampai dengan Desember 2007. Bahan Penelitian adalah plantlet Dendrobium Jayakarta yang ditumbuhkan dalam media Vacin & Went. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan yang diulang 5 kali. Masing-masing perlakuan Media Vacin & Went dengan penambahan: 1). bubur pisang ambon lumut; 2). bubur taoge pendek; 3). bubur rebung; 4). bubur ubi kayu; 5). bubur ubi jalar ungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Vacin & Went dengan penambahan bubur pisang 75 gr/l dan bubur ubi kayu 50 gr/l merupakan media regenerasi yang terbaik yang diamati setelah 6 bulan mampu meningkatkan pertumbuhan plantlet, tinggi plantlet, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar dan kecepatan tumbuh pada perbanyakan plantlet Dendrobium secara in vitro. Kata Kunci: Anggrek Dendrobium, bahan organik.

    2011 Pudji K. Utami, Benamehuli Ginting, Anggraeni Santi
    8 Pertumbuhan Tunas dan Akar Gladiol yang Berasal dari Subang dengan Ukuran dan Suhu Simpan Berbeda

    Salah satu cara untuk mengatasi dormansi pada subang gladiol yaitu dengan pengaturan suhu penyimpanan. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pada suhu tinggi dormansi subang dapat dipersingkat. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh diameter subang dan suhu penyimpanan yang tepat agar masa dormansi subang gladiol lebih cepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter subang besar yang disimpan pada suhu 27,5 derajat Celcius dengan cara pengasapan menghasilkan waktu muncul akar dan tunas yang nyata paling cepat. Ukuran dan suhu simpan yang sama juga menghasilkan jumlah tunas terbanyak, tinggi tunas dan panjang akar paling baik. Kata kunci : subang, gladiol, dormansi, dan suhu simpan

    2011 1) Farida dan Sumadi, 2) Yuni Yulianti
    9 Produktivitas dan Kualitas Mawar Bunga Potong Varietas Unggul Balithi pada Teknologi Budidaya di Lahan Terbuka

    Mawar bunga potong di Indonesia memilki produktivitas dan kualitas yang masih rendah. Produktivitas dan kualitas mawar bunga potong perlu ditingkatkan dengan menggunakan kultivar mawar rakitan dalam negeri dan teknologi budidaya di lahan terbuka. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kultivar mawar yang produktivitas dan kualitasnya tinggi. Penelitian diselenggarakan di lahan terbuka petani desa Poncokusumo, kec. Poncokusumo, kab. Malang Jawa Timur, 900 m di apl pada bulan Juni-Oktober tahun 2010. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial terdiri dari dua faktor dan diulang tiga kali. Faktor pertama yaitu kultivar Megaputih, Clarissa, Putri, dan Megawati. Faktor kedua adalah teknologi budidaya mawar bunga potong yang diadopsi dari 3 sumber teknologi yaitu 1. Teknologi Budidaya Balithi, 2. Teknologi Budidaya PT Adi yang dimodifikasi, dan 3. Teknologi Budidaya Petani Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Putri memberikan pertumbuhan tangkai bunga terbaik dengan panjang 32,97 cm, diameter tangkai bunga 3,83 mm, dan produksi bunga tertinggi 12,7 tangkai/petak/4 bulan. Kombinasi perlakuan kultivar Megaputih dan teknik budidaya PT Adi memberikan jumlah lembar mahkota bunga/kuntum yang tertinggi (87,44 lembar). Kombinasi perlakuan kultivar Putri dan teknik budidaya Balithi memberikan jumlah lembar bunga/kuntum tertinggi (22,10 lembar) dibandingkan teknik budidaya lainnya. Implikasinya adalah beberapa kultivar mawar dan teknologi budidaya mawar bunga potong Balithi dapat digunakan di lahan terbuka. Kata Kunci : Rosa hybrida L., kultivar, produktivitas, kualitas, teknologi budidaya.

    2011 Rahayu Tejasarwana, Darliah dan Muchdar Soedarjo
    10 Pengaruh Kultivar dan Arsitektur Tanaman terhadap Produksi dan Kualitas Bunga Mawar Potong

    Tujuan penelitian yaitu merakit teknologi budidaya Rosa hybrida L. untuk mendapatkan produksi dan kualitas yang tinggi. Penelitian diselenggarakan dalam rumah plastik di KP Segunung, Balai Penelitian Tanaman Hias, 1.100 m di apl pada 2009-2010. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah yang diulang tiga kali. Perlakuan petak utama kultivar mawar ialah Grand Galla, Clarissa, Putri, Megawati, dan Megaputih. Anak petak arsitektur tanaman ialah tradisional Indonesia, soft pinching Belanda, dan bending Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Megaputih memiliki jumlah petal bunga dan produksi bunga tertinggi. Kultivar Grand Galla mempunyai panjang tangkai bunga dan panjang neck bunga tertinggi. Perlakuan soft pinching Belanda menghasilkan panjang tangkai bunga, diameter tangkai bunga, diameter bunga mekar, bobot tangkai bunga, jumlah daun, dan umur bunga tertinggi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa perlakuan bending Jepang dan soft pinching Belanda dapat meningkatkan kualitas bunga. Kata kunci : Rosa hybrida L., kultivar, arsitektur.

    2011 Tejasarwana, R.
    11 Pertumbuhan dan Hasil Dendrobium Airy Beauty pada Media Tanam Alternatif

    Kelangkaan dan peningkatan harga media tanam merupakan salah satu permasalahan yang cukup serius dalam budidaya anggrek saat ini. Oleh sebab itu, kajian yang bertujuan untuk mendapatkan media alternatif yang berkualitas, mudah didapat, dan berharga murah masih sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh media tanam alternatif terhadap pertumbuhan dan hasil Dendrobium Airy beauty. Pengujian dilakukan di lahan petani dengan melibatkan lima petani kooperator sebagai ulangan. Tanaman anggrek yang digunakan adalah Dendrobium Airy beauty fase seedling dan blooming. Media tanam yang diuji adalah arang kayu dan media tanam alternatif, yaitu media tanam mineral berupa balok berukuran 2x3x1 cm yang terbuat dari campuran mineral lempung, batuan fosfat, zeolit, dan lignit (70:10:10:10, b/b) dan media tanam semi organik berbahan baku lempung, bahan organik (tepung daun kering sekam, serbuk gergaji, batuan fosfat, dan zeolit (60:20:10:10, b/b). Perlakuan diatur menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan lima ulangan. Setiap perlakuan di setiap ulangan terdiri atas 20 tanaman pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata jumlah, tinggi, dan diameter tunas serta jumlah, lebar, dan panjang daun anggrek fase seedling pada media mineral (MM) dan media semi organik (MSO) tidak berbeda nyata dengan arang kayu. Pada fase blooming rerata masing-masing peubah tunas dan daun pada MM dan MSO nyata lebih rendah dibandingkan arang kayu. Media semi organik nyata meningkatkan panjang tangkai bunga, sedangkan MM selain nyata meningkatkan panjang tangkai bunga juga nyata meningkatkan jumlah kuntum. Implikasi hasil penelitian adalah MM dapat dijadikan media alternatif dendrobium fase seedling dan blooming, sedangkan MSO dapat digunakan fase seedling. Kata kunci : Dendrobium, media alternatif

    2011 Yudi Sastro, Ikrarwati, Ana Feronika C. I., dan Indarti P. Lestari
    12 Koleksi, Karakterisasi dan Pemanfaatan Beberapa Spesies Bunga Potong Tropis

    Koleksi, karakterisasi dan pemanfaatan plasma nutfah tanaman tropis memiliki aspek yang penting dalam pengembangan bunga potongnya. Sejak tahun 2003 sudah dikoleksi sejumlah spesies dan varietas bunga tropis dari famili Zingiberaceae, Costaceae and Marantaceae dan ditanam di kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias di Segunung, Cianjur, Jawa Barat. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan plasma nutfah yang ada, karakterisasi dan pengamatan karakter morfologi diperlukan untuk mengetahui sifat unggul yang berguna dalam program pemuliaan. Dipelajari pula Teknologi budidaya standard pada tanaman yang sudah dilepas. Bahan tanaman yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 4 spesies dari genus Zingiber, 4 spesies dari genus Etlingera, 5 spesies dari genus Alpinia, 5 spesies dari genus Curcuma, 2 spesies dari genus Hedychium, 5 spesies dari genus Costus, 2 varietas dari genus Tapeinochillos, 4 spesies dari genus Calathea, 1 spesies dari genus Pleiostachya. Evaluasi karakter morfologi dibuat berdasarkan Sistem Evaluasi Standar pada tanaman jahe yaitu tinggi tanaman, panjang dan lebar daun, panjang dan diameter braktea, warna batang, daun dan braktea, bunga biologi, susunan daun juga posisi braktea. Hasil penelitian menunjukan telah terkarakterisasi 18 spesies dari famili Zingiberaceae dan Costaceae dan 7 varietas telah dirilis yaitu Zingiber spectabile ‘Silvana’, Tapeinochilos ananassae ‘Sekar Manise’ dan ‘Sekar Souli’, Alpinia purpurata ‘Fatra’, ‘Kusuma’, ‘Bethari’ dan ‘Amorina’. Zingiber spectabile ,Tapeinochilos ananassae, Alpinia purpurata ‘Kusuma’ dan ‘Bethari’ sudah digunakan dalam program pemuliaan. Hibridisasi antara Alpinia purpurata ‘Kusuma’ dan ‘Bethari’ dapat menghasilkan biji. Telah dihasilkan pula teknologi budidaya standar pada tanaman yang sudah di rilis. Kata kunci : tanaman tropis, koleksi, karakterisasi, pemanfaatan

    2011 Debora Herlina
    13 Penggunaan Larutan Perendam Pulsing untuk Mempertahankan Kesegaran Bunga Sedap Malam dalam Suhu Ruang

    Penggunaan larutan perendam pulsing untuk mempertahankan kesegaran bunga sedap malam dalam suhu ruang. Pulsing merupakan perlakuan pada bunga sebelum pengiriman untuk memberikan sumber energi yang berupa karbohidrat, melindungi tangkai bunga dari serangan mikroorganisme penyebab penyumbatan, dan memperpanjang masa kesegaran bunga. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan komposisi larutan perendam pulsing yang tepat untuk memperpanjang masa kesegaran bunga potong sedap malam. Percobaan menggunakan 8 jenis kombinasi larutan perendam pulsing, yaitu: (1) Alumunium sulfat 100 ppm+sukrosa 15 %; (2) Sodium thiosulfat 70 ppm+ AgNO3 50 ppm+sukrosa 15%,; (3) Chrysal 10 g/l+sukrosa 15%,; (4) AgNO3 200 ppm+ sukrosa 15%,; (5) Physan 200 ppm+sukrosa 15%,; (6) Quinon 200 ppm+sukrosa 15%; 7). Bensoat 200 ppm+sukrosa 15%; (8) sukrosa 15% dan (9) kontrol (tanpa perlakuan perendaman) dengan lama perendaman 2 jam. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan 6 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pulsing dengan larutan AgNO3 200 ppm+sukrose 15% selama 2 jam memberikan hasil terbaik, dengan masa kesegaran bunga potong sedap malam mencapai 6,49 hari (3 hari lebih lama dibanding kontrol) dan persentase kemekaran bunga 45,74%. Implikasi berupa penggunaan larutan perendam pulsing bunga potong sedap malam dapat memperpanjang masa kesegaran bunga dan dapat mempertahankan mutu bunga. Kata kunci : Sedap malam, bunga potong, mutu, umur peragaan, pemekaran kuncup, dan larutan perendam pulsing.

    2011 Dwi Amiarsi dan Sunarmani
    14 Prospek Hormon Giberellin untuk Memperpanjang Masa Segar Bunga Potong

    Bunga potong merupakan bahan tanaman yang memiliki metabolisme yang tinggi sehingga mudah rusak dalam penyimpanan, transportasi dan masa keragaan. Untuk itu diperlukan suatu agen perlakuan pascapanen yang mampu memperpanjang masa segar dan tahan dalam transportasi jarak sedang dan jauh. Dari hasil review Giberellin (GA) memiliki potensi untuk dijadikan agen perlakuan pascapanen untuk memperpanjang masa segar, namun perlu dikaji lebih lanjut pada setiap jenis bunga yang akan diperlakukan menyangkut jenis bunga, tingkat ketuaan, jenis GA atau anti GA, cara memperlakukan dalam vas, pulsing atau semprot. Penelitian pengaruh GA terhadap berbagai jenis bunga perlu untuk dilakukan. Kata kunci : Giberellin, masa segar, mekanisme, cara aplikasi

    2011 E. Sukasih dan Setyadjit
    15 Peran Polinasi dan Etilen dari Luar pada Senesen Ronce dan Bunga G. Sylvia

    Seri eksperimen telah dilaksanakan untuk mengkarakterisasi peranan polinasi dalam senesen dari roncean G. Sylvia. Bunga G.’Sylvia’ yang telah di emaskulasi dipolinasi dengan serbuk sari dari G. ‘Sylvia’, G. ‘Robyn Gordon’ dan tanpa polinasi. Kecepatan produksi etilen dan kadar ACC bunga diukur pada hari ke 0, 2, 4, 6 dan 8 sesudah polinasi. Bunga pada semua perlakuan memproduksi etilen dalam jumlah besar sesudah polinasi tetapi memproduksi biji yang sukun. Pada percobaan yang lain roncean G. ‘Sylvia’ diletakkan dalam vas dan diperlakukan dengan 10 ?L L-1 etilen selama 16 jam di 20 oC, semua bunga gugur 1 hari sesudah aplikasi. Ketika perlakuan yang sama dicoba pada bunga secara individual dengan berbagai tingkat ketuaan daun bunga tidak gugur kecuali pada bunga pada tingkat ketuaan bunga terbuka. Walaupun etilen dari luar memiliki pengaruh yang besar terhadap G. ‘Sylvia’, polinasi tidak berkontribusi secara nyata pada produksi etilen pada saat proses senesen G. ‘Sylvia’. Kata kunci : Grevillea ‘Sylvia’, Polinasi, Tabung serbuk sari, Etilen, Senesen

    2011 1) Setyadjit, 2) D.C. Joyce, 3) V. Vithanage, 4) D.E. Irving
    16 Pengawet Berbentuk Tablet untuk Kesegaran Bunga Potong Anggrek

    Rendahnya kualitas dan masa kesegaran bunga potong anggrek karena kurangnya nutrisi untuk mempertahankan kesegarannya. Kombinasi karbohidrat dan germisida dapat meningkatkan masa kesegaran bunga potong. Larutan pengawet siap pakai memudahkan penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan tablet pengawet dalam upaya memperpanjang masa kesegaran bunga potong Anggrek. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Pertama membuat tablet pengawet dan tahap kedua, mengevaluasi kualitas tablet pengewet setelah penyimpanan. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawet tablet yang terdiri atas Avicel PH 102, asam stearat, talkum, primogel, perak nitrat, dan asam sitrat dapat memperpanjang masa kesegaran bunga potong anggrek Vanda Genta Bandung sama baiknya dengan larutan pengawet yang dibuat saat akan digunakan dan diracik dari campuran bahan kimia yang sama dengan tablet pengawet. Pada evaluasi kualitas tablet menunjukkan bahwa sesudah disimpan empat bulan, tablet pengawet masih dapat memperpanjang masa kesegaran bunga potong anggrek. Pengawet berbentuk tablet praktis dalam penggunaan dan dapat disimpan dalam jangka waktu dengan kestabilan yang masih terjamin. Kata kunci: Bunga potong; Anggrek; Larutan holding; Kualitas bunga.

    2011 Sunarmani dan Dwi Amiarsi
    17 Komposisi Terbaik Untuk Larutan Perendam Bunga Potong Alpinia

    Larutan perendam merupakan suatu larutan yang diberikan langsung ke bunga potong sebelum pengiriman untuk memberi tambahan energi, melindungi tangkai bunga dan penyumbatan pada batang yang berfungsi untuk memperpanjang umur kesegaran bunga dengan cara merendam tangkai bunga dalam larutan yang terdiri dari gula sebagai sumber nutrisi, pengasam dan germisida sebagai bahan yang dapat mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kompisisi larutan perendan yang tepat dalam upaya memperpanjang umur kesegaran bunga potong Alpinia sp. Penelitian ini terdiri atas dua faktor perlakuan, yaitu jenis larutan 8 taraf (akuades (kontrol), pulsing I (gula pasir 20% + AgNO3 50 ppm + thiabendazole 50 ppm), pulsing II (gula pasir 20% + AgNO3 50 ppm ), holding (gula pasir 15% + AgNO3 30 ppm), pulsing I dilanjutkan dengan akuades, pulsing II dilanjutkan dengan akuades, pulsing I dilanjutkan dengan holding dan pulsing II dilanjutkan dengan holding) dan suhu ruang keragaan dua taraf (suhu AC/20-23oC dan suhu ruang/27-30oC). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman bunga potong dalam larutan pulsing II, dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan holding pada suhu ruang memberikan hasil terbaik dengan masa keragaan bunga potong mencapai 27,33 hari dengan kemekaran bakhrea 51,05% dan kelayuan brakhrea 7,77%. Kata kunci: Alpinia, bunga potong, larutan holding; larutan pulsing.

    2011 Sunarmani dan Dwi Amiarsi
    18 Peningkatan Lama Kesegaran Bunga Gerbera dengan Penambahan 8-Hidroquinolin Sulfate, Sukrosa dan Asam Sitrat pada Larutan Perendam

    Gerbera merupakan bunga potong yang sangat populer dikalangan masyarakat. Kualitas bunga potong gerbera ditentukan oleh lama kesegaran bunganya. Umumnya kendala yang timbul dalam bunga potong adalah lama kesegaran bunga yang relatif singkat. Beberapa faktor penyebabnya adalah komposisi larutan perendam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi 8-Hidroquinolin sulfate (8-HQS), sukrosa dan asam sitrat sebagai larutan perendam tangkai bunga potong terhadap lama kesegaran bunga potong gerbera. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari delapan perlakuan yaitu kontrol, aqua demineralisasi dan enam larutan pengawet kombinasi 8-HQS (200 µl L-1, 300 µl L-1 dam 400 µl L-1) + sukrosa (2%, 3% dan 4%) + asam sitrat hingga mencapai pH larutan yang diinginkan. Semua perlakuan diulang sebanyak tiga kali pengulangan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi 8-HQS 300 µl L-1 + sukrosa 3 % + asam sitrat (pH 3,5) memberikan hasil terbaik dalam mempertahankan kesegaran bunga potong gerbera hingga 9.89 hari. Kata Kunci: Larutan perendam, 8-HQS; Asam sitrat; Gerbera; Sukrosa

    2011 Syariful Mubarok, Ade Salimah, Farida, Nursuhud dan Ai Yanti Rismayanti
    19 1-Methylcyclopropene (1-MCP) untuk Memperpanjang Kesegaran Bunga pada Tiga Kultivar Bunga Pelargonium Zonale Hybrids

    Kesegaran bunga yang relative singkat merupakan salah satu kendala yang dihadapi pada tanaman hias. Tingkat kesegaran bunga dapat ditentukan oleh beberapa faktor di antaranya adalah etilen. Setiap tanaman hias mempunyai tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap etilen. Untuk meningkatkan kesegaran bunga maka pengaruh etilen harus diminimalisir yang salah satunya dengan penggunaan 1-Methylcyclopropane yang merupakan inhibitor etilen. Namun efekstivitas 1-MCP berbeda dari setiap tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mencari tingka konsentrasi yang dibutuhkan oleh setiap jenis pelargonium yang mempunyai tingkat sensitivitas terhadap etilen yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan 1-MCP (tanpa 1-MCP, volatile 1-MCP 0.2 µL L-1, sprable 1-MCP 0.5 µL L-1dan sprable 1-MCP 5 µL L-1) pada tiga kultivar pelargonium yang berbeda (Pelargonium zonale hybrids ‘Katinka’, ‘Boomerang’ dan ‘French Vanilla’), semua perlakuan diulang sebanyak tiga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelargonium zonale hybrids ‘French Vanilla’ lebih sensitif terhadap etilen bila dibandingkan dengan kultivar lainnya. Penggunaan volatile 1-MCP 0.2 µL L-1 menunjukkan hasil terbaik dalam memperpanjang kesegaran bunga pelargonium pada semua kultivar. Kata Kunci: Etilen, Senesen dan 1-MCP

    2011 Syariful Mubarok
    20 Formula Larutan Pulsing untuk Bunga Potong Mawar

    Larutan perendam merupakan suatu cairan untuk merendam tangkai bunga sebelum pengiriman untuk memberi tambahan energi, melindungi tangkai bunga dari masuk dan berkembangnya mikroorganisme penyebab penyumbatan pada batang dan berfungsi untuk memperpanjang umur kesegaran bunga. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh komposisi larutan perendam yang tepat dalam upaya memperpanjang masa kesegaran bunga potong mawar. Penelitian menggunakan 3 jenis pengawet masing-masing terdiri dari 3 taraf konsentrasi, yaitu gula pasir (10, 20, 30%), AgNO3 (25, 50, 75 ppm), dan thiabendazole (25, 50, 75 ppm). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan 10% gula pasir + 25 ppm AgNO3 + 25 ppm thiabendazole (pH 3-4) selama 12 jam memberikan hasil terbaik dengan masa keragaan bunga potong mencapai 8,71 hari dengan persentase kemekaran bunga 96,13%. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mempertahankan kualitas dan masa kesegaran bunga potong mawar selama peragaan, sehingga distribusi pemasarannya dapat lebih luas. Kata kunci: Mawar; Bunga potong; Kualitas bunga; Larutan perendam; Masa kesegaran

    2011 1) Dwi Amiarsi dan 2) R.Tejasarwana
    21 Split Single-Bud Stem Cutting: An Efficient Conventional Propagation Method For Dieffenbachia

    Stek batang merupakan cara perbanyakan yang umum digunakan pada diffenbachia untuk tujuan-tujuan commercial. Stek mata tunas tunggal dengan batang terbelah bertujuan menginduksi setiap mata tunas untuk membentuk tanaman baru, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan jumlah tanaman yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh posisi mata tunas pada stek tunas tunggal dengan batang terbelah pada beberapa aksesi dieffenbachia. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias dari bulan Maret hingga September 2008 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial dengan 10 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi yang signifikan antara aksesi dieffenbachia dengan posisi mata tunas pada semua parameter yang diamati. Namun demikian, penampilan stek batang sangat bervariasi antar aksesi yang dicoba. D. maculata memperlihatkan kapasitas pengakaran dan pertumbuhan tunas yang lebih baik dibandingkan dua aksesi lainnya, yaitu D. seguine dan D. picta. Kapasitas pengakaran dan pertumbuhan tunas stek juga dipengaruhi oleh mata tunas. Stek mata tunggal dengan batang terbelah dari bagian tengah dan bawah memperlihatkan penampilan yang lebih baik dibandingkan dengan bagian pucuk. Kata kunci : Aksesi dieffenbachia, stek mata tunas tunggal, batang terbelah, perbanyakan vegetatif.

    2011 Kurniawan Budiarto, Andi Pramurjadi and Nono Sutrisno
    22 Praevaluasi Ketahanan Anggrek Dendrobium terhadap CyMV (Cymbidium Mosaic Virus) dan ORSV (Odontoglossum Ring Spot Virus)

    Di antara beberapa komoditas tanaman hias, anggrek mempunyai nilai ekonomis tinggi, sehingga sering dibudidayakan oleh petani. Dalam membudidayakan tanaman tersebut, petani menemui beberapa kendala, diantaranya adalah penyakit Cymbidium mosaic virus (CyMV) dan Odontoglossum ring spot virus (ORSV). Salah satu cara mengendalikan CyMV dan ORSV, ialah menggunakan tanaman resisten. Untuk merakit varietas tersebut diperlukan sumber genetik dan deskripsi sifat-sifatnya (karaterisasi). Penelitian dilaksanakan di rumah kaca dan laboratorium Balai Penelitian Tanaman Hias (1.100 m dpl). Praevaluasi ketahanan 3 populasi Dendrobium yaitu UM, SK 252 dan SK 297 (masing masing 30 aksesi) terhadap CyMV dan ORSV dilakukan pada tahun 2008, dan 2 populasi Dendrobium yaitu SK 196 dan SK 252 (masing masing 50 aksesi) dilakukan pada tahun 2009. Evaluasi resistensi dilakukan setelah tanaman diinkubasi 2 – 3 bulan dengan analisis kandungan virus menggunakan metode ELISA tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2008 diperoleh 17 aksesi tahan terhadap CyMV dan ORSV, sedangkan tahun 2009 diperoleh 69 aksesi tahan. Kata kunci : Anggrek, Dendrobium, Ketahanan, CyMV, ORSV.

    2011 Indijarto Budi Rahardjo, Erniawati Diningsih dan Yoyo Sulyo
    23 Serangan Kutu Thrips (Thrips Parvispinus ) dan Penggunaan Perangkap Likat Kuning pada Tanaman Krisan di D.I.Yogyakarta

    Ekologi Thrip parvispinus pada tanaman krisan di dataran medium propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji ekologi Thrip parispinus pada tanaman krisan, serta teknik pengendalian dengan perangkap likat kuning. Penelitian dilakukan di dataran medium Dusun Sidorejo, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian dimulai sejak bulan Juni sampai dengan Oktober 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan perangkap likat berwarna kuning Insect Adhesive Trap Paper (IATP) berupa kertas kuning berlapis plastik dan diolesi perekat seperti vaselin mampu menarik perhatian Thrip parvispinus untuk mendekat dan terperangkap. Intensitas serangan Thrips parvispinus pada daun di bagian atas berkisar 30 – 70%, sedangkan pada daun bawah hanya berkisar 10 – 20%; populasi Thrip parvispinus mulai ditemukan saat tanaman berumur 28 hst, yaitu sebesar 7 ekor/perangkap. Populasi Thrip parvispinus tertinggi terjadi saat tanaman berumur 95 hst yaitu sebesar 18 ekor/perangkap, dengan intensitas serangan paling tinggi mencapai 38%. Secara umum penggunaan perangkap likat kuning efektif mengendalikan serangan Thrip parvispinus pada pertanaman krisan, sebesar 78,50%. Kata Kunci : Thrips parvispinus, perangkap likat berwarna kuning, Krisan

    2011 Tri Martini, Bambang Sutaryo, dan Tri Sudaryono