Produk Unggulan Balithi


photo

Gliocompost Plus (2014)

TIM PENELITI
STATUS 
DESKRIPSI PRODUK
Gliocompost adalah pupuk hayati yang berfungsi juga sebagai biopestisida berbahan aktif Gliocladium sp. yang diperkaya dengan mikrob (Azotobacter sp. Azospirillum sp., Bacillus sp. dan Pseudomonas fluorescens. Zat pembawa yang digunakannya adalah bahan organik. Semua mikrob bahan aktif pupuk hayati tersebut berasal dari tanah asli Indonesia yang ramah lingkungan. Gliocompost efektif untuk mempertahankan produktivitas tanaman hortikultura dan pangan seperti pada tanaman: krisan, gladiol, cabai, kentang, tomat, pisang, dan padi gogo, juga efektif mengendalikan patogen tular tanah seperti layu fusarium, Plasmodiophora brassicae, Ralstonia solanacearum dan lain-lain. Mekanisme kerja bahan aktif produk tersebut yaitu menambat unsur hara N2 dari udara, pengurai unsur P tanah, penghasil fitohormon, dan pengurai bahan organik menjadi unsur hara yang tersedia bagi tanaman, dalam menekan patogen adalah kompetisi ruang dan hara, serta bahan aktifnya mensekresikan antibiotik Gliotoksin untuk Gliocladim sp., dan pyuloteorin, oomycin, phenazine -1-carboxylic acid atau 2,4-diphloroglucinol untuk P. fluorescens). Gliocompost telah mendapat sertifikat Paten no. IDP 000034666 dan sertifikat Merek no. IDM000332764.

Petunjuk penggunaan:
1 bagian Gliocompost dicampur dengan 19 bagian pupuk kandang, kemudian fermentasikan selama 10 hari. Aplikasikan dengan cara sebar rata di atas pupuk kandang di lapangan. Langsung sebagai media pesemaian, disebar dengan dosis 100 g/4 m2 atau 2 g/kg media tanah (dosis 20 kg/h). Aplikasi pupuk hayati Gliocompost di lapangan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu aplikasi pertama pada saat perlakuan benih (pesemaian), dan aplikasi kedua dilakukan pada satu hari sebelum/saat tanam.

download: [Gliocompost Plus.pdf]
photo

Bio-PF Plus (2014)

TIM PENELITI
STATUS 
DESKRIPSI PRODUK
BIOPF+ adalah perpaduan fungisida hayati dan pupuk hayati yang efektif dapat mengendalikan penyakit layu bakteri dan cendawan, rebah kecambah (talieun-sunda, lanas-jawa) dan bercak daun yang disebabkan oleh Fusarium sp., Pythium sp. Verticilliumalbo-atrum, Alternaria sp. dan Rhizoctonia solani, serta meningkatkan pertumbuhan tanaman. BIOPF+ berbahan aktif bakteri Pseudomonas fluorescens yang ditambah bakteri penambat N (Azotobacter sp. dan Azosprillium) dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman sayuran (cabai, tomat, kentang, terung, paprika, kubis, brokoli petsai, pakcoy, bawang merah, bawang daun, bawang putih, asparagus, dan lain-lain), palawija, tanaman hias, pembibitan (nursery) tanaman buah-buahan, tanaman perkebunan, tanaman kehutanan, dan berbagai jenis tanaman obat. BIOPF+ tidak meninggalkan sisa-sisa racun seperti kimia, karena terdiri atas mikrob hidup. BIOPF+ dapat mengkelat Fe di alam (Fe kelat) dari bentuk yang sulit dimanfaatkan oleh tanaman menjadi Fe yang mudah dimanfaatkan oleh tanaman. Sebaiknya Fe tersebut menjadi tidak tersedia bagi mikrob patogen (kompetisi). BIOPF+ juga dapat menghasilkan senyawa metabolic ekstraseslular yang dapat menghambat pertumbuhan pathogen tular tanah, seperti HCN, pioverdine, 2,4 diacetyphoror-glucinol, monoacetylphloropglucinol dan asam salicylic. BIOPF+ secara alami dapat menghasilkan antibioka alamiah, seperti phenazine 1-carboxcylik acid, yang dapat mengendalikan mikroba lain yang merugikan tanaman. Sebaiknya BIOPF+ disimpan ditempat sejuk yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Petunjuk penggunaan:
1. Perlakuan benih
  • 10 ml BIOPF+ dilarutkan dengan 1 liter air, kemudian benih direndam selama 20 menit dalam produk BIOPF+. Sisa perendaman benih di siramkan pada pesemaian.
2. Perlakuan di pertanaman
  • Setengah dosis pupuk anorganik
  • 10 ml BIOPF+ dilarutkan dengan 1 liter air, kemudian disemprotkan pada pangkal batang tanaman di permukaan tanah saat tanaman berumur 15 dan 30 hari setelah tanam.
Sebaiknya aplikasi BIOPF+ digunakan pada pagi hari sebelum matahari terbit atau sore hari setelah matahari terbenam.

download: [Bio-PF Plus.pdf]
photo

Tricompost (2013)

TIM PENELITI
STATUS 
DESKRIPSI PRODUK
Bahan Aktif: Trichoderma harzianum
Biofungisida efektif mengendalikan patogen tular tanah: Fusarium spp., Rhizoctonia solani, Phomopsis sclerotioides, Phytophthora spp., Pythium sp., Sclerotinia sclerotiorium

Petunjuk penggunaan:
Campurkan 1 bagian Tricompost dan 5 bagian tanah (1:5 v/v)

download: [Tricompost.pdf]

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.221.73.186

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Penelitian dan Pengembangan... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Pengembangan Komoditas Hortikultura di... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    ... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Otomasi Fertigasi pada Budidaya Tanaman Krisan dengan... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun