PAKET TEKNOLOGI BALITHI


photo

Bakteri Perakaran Pemicu Pertumbuhan Tanaman (BP3T) (2014)

TIM PENELITI
STATUS 
DESKRIPSI TEKNOLOGI
Bakteri perakaran pemicu pertumbuhan tanaman (BP3T) atau Plant Growth Promoting Rhizobactreria (PGPR) adalah bakteri yang mengkoloni perakaran tanaman dan bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Bakteri ini hidup dan berkembang dengan memanfaatkan eksudat yang dikeluarkan oleh perakaran tanaman.
Manfaat BP3T bagi tanaman adalah:
  1. menghasilkan fitohormon, diantaranya indole acetic acid (IAA), sitokinin, giberelin, dan senyawa penghambat produksi etilen
  2. sebagai pupuk hayati, BP3T dapat membuat unsur hara yang ada di dalam tanah mudah diserap oleh tanaman melalui proses mineralisasi dan transformasi. Sebagai contoh, PGPR dapat melarutkan fosfat dan meningkatkan kemampuan pengambilan unsur besi (Fe3+) oleh tanaman
  3. sebagai biopestisida, yaitu kemampuan untuk mengendalikan hama dan penyakit dengan cara menghasilkan antibiotik, mengkolonisasi jaringan dan menginduksi tanaman untuk memproduksi senyawa ketahanan dalam jumlah yang cukup untuk menjaga kesehatan tanaman.

photo

Fertigasi Otomatis Berbasis Tensiometer dan Sensor EC Untuk Budidaya Tanaman Hias (2012)

TIM PENELITI
STATUS 
DESKRIPSI TEKNOLOGI
Pemberian hara melalui sistem irigasi menjadi cara yang umum dilakukan pada pertanian modern. Cara ini disebut dengan istilah fertigasi. Dengan fertigasi, hara dalam bentuk larutan pupuk dapat mengantisipasi sebagian besar kebutuhan tanaman sesuai dengan stadia pertumbuhannya.
Penjadwalan pengairan diartikan sebagai frekuensi dan banyaknya air yang diberikan pada setiap pengairan. Ada beberapa pendekatan dalam penjadwalan, salah satunya berdasarkan tensiometer. Penjadwalan pengairan dapat menghemat air, mencegah tanaman stres, mencegah tercucinya pupuk dan mengemat biaya energi. Penjadwalan pengairan yang baik artinya pemberian dalam jumlah air dan waktu yang benar, agar memperoleh kelembaban tanah yang sesuai, sehingga air tersedia bagi tanaman pada saat diperlukan. Interval antara pengairan akan tergantung kepada konsumsi air oleh tanaman. "Tensiometer" artinya pengukur tegangan/gaya. Untuk menyerap air dari dalam tanah, tanaman perlu mengatasi gaya isap dari tanah, gaya ini diukur dengan sebuah tensiometer. Satuannya kilo Pascal (kPa) atau sentibar (cBar). Tensiometer ini terbuat dari tabung akrilik yang salah satu ujungnya dipasangi cawan keramik berpori dan pada ujung lainnya dipasangi vakum meter. Cawan keramik mensimulasikan aliran air melalui tanah. Jika tanah sekitar cawan keramik tensiometer kering, air diisap keluar dari tabung, sehingga terjadi hampa udara di dalam tabung yang akhirnya angka di vakum meter terbaca. Makin kering tanah, makin tinggi pembacaan tensiometer. Kalau tanah menjadi basah, maka air masuk ke tabung, sehingga pembacaan vakum meter mendekati nol. Pembacaan tensiometer yang sama pada tanah yang berbeda menunjukkan kandungan air yang berbeda. Hal ini disebabkan karena setiap jenis tanah memiliki karakteristik daya memegang air yang berlainan. Pada nilai tensi yang sama, jenis tanah yang berbeda akan mengandung air yang berbeda. Jadi tanah yang berat mengandung air lebih banyak daripada tanah pasir. Oleh karena itu tanah berpasir memerlukan frekuensi pengairan yang lebih sering dibandingkan tanah yang bertekstur lebih berat. Untuk kebanyakan tanah, nilai tensiometer di atas 50 kPa artinya tanah kering dan di bawah 10 Kpa menunjukkan tanah basah. Otomatisasi penyiraman akan menyesuaikan kebutuhan air dengan stadia pertumbuhan tanaman. Pengairan yang diberikan bersamaan dengan pemupukan berpeluang untuk menyebabkan kandungan hara di dalam media tanaman menjadi terlalu tinggi, sehingga dapat meracuni tanaman. Dengan otomatisasi, maka dapat mempertahankan level hara yang tepat di dalam media tanam.

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.221.73.186

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Penelitian dan Pengembangan... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Kerjasama Pengembangan Komoditas Hortikultura di... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    ... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Otomasi Fertigasi pada Budidaya Tanaman Krisan dengan... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun