Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • LAYANAN DETEKSI VIRUS/VIROID KRISAN DAN ANGGREK

  • DASAR HUKUM
    1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
    2. Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang Standar Pelayanan Publik
    3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan
    4. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 78/Permentan/OT.140/12/2012 tentang Pedoman Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Publik Kementerian Pertanian
    5. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.010/ 8/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian
    6. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 31/Permentan/OT.140/3/2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Tanaman Hias
    7. Surat Keputusan Kepala Balai No. B-308/KP.250/H.3.3/03/2018. Tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Laboratorium Pengujian Balai Penelitian Tanaman Hias
    8. Surat Keputusan Kepala Balai No. 335/KP.250/H.3.3/03/2018. Penugasan Personalia Laboratorium Pengujian Balai Penelitian Tanaman Hias

  • JAM PELAYANAN
    • Senin-Kamis : 08.00-15.30 WIB, istirahat 12.00-13.00 WIB
    • Jumat : 08.00-16.00 WIB, istirahat 11.30-13.30 WIB

  • PERSYARATAN
    1. Menulis identitas dan maksud kedatangan pada buku tamu
    2. Mengisi form permintaan layanan

  • SISTEM, MEKANISME DAN PROSEDUR PELAYANAN
    1. Komunikasi dengan customer dilakukan secara lisan atau tertulis
    2. Petugas memberikan pelayanan secara ramah dan professional kepada customer baik secara langsung atau melalui telpon
    3. Petugas administrasi menanyakan kebutuhan pemerikasaan/pengujian kepada customer dan meminta customer memberitahukan maksud dan tujuannya melakukan pengujian
    4. Setelah terjadi persetujuan pengujian, customer mengisi formulir yang telah disediakan sesuai dengan jenis uji yang dikehendaki
    5. Jika customer mengalami kesulitan dalam menentukan jenis uji, petugas administrasi/Koordinator Administrasi memberikan informasi dan arahan yang lebih jelas sesuai dengan permintaan customer
    6. Sampel uji Virus yang berupa bahan tanaman yang telah diregistrasi dengan baik dan jelas oleh personil administrasi akan didistribusi untuk diserahkan kepada Koordinator Teknis atas koordinasi oleh Koordinator Administrasi, selanjutnya diserahkan kepada Penyelia bidang uji Virus, kemudian dari Penyelia ke analis, dan dari analis ke Laboran
    7. Pelaksana akan merawat dan menyimpan sampel uji dalam lemari es, jika jangka waktu penanganan sampel tidak lebih dari masa 7 hari, tetapi jika sampel akan disimpan dulu dalam jangka waktu 1 bulan, sampel disimpan dalam freezer dengan suhu 20C
    8. Jika masa simpan sampel melebihi 1 bulan, sampel dipotong kecil-kecil, dikeringkan dengan CaCl2 dan dapat disimpan dalam jangka waktu hingga 1 tahun
    9. Pengamatan data yang dilakukan oleh pelaksana direkam menggunakan form 7.5 (F.7.5.17-00/2018) yang ditanda tangani oleh pelaksana pengamatan dan diperiksa/diketahui oleh Analis
    10. Analisis dan penghitungan data dilakukan oleh penyelia dan direkam menggunakan form 7.5 (F.7.5.18-00/2018) yang ditanda tangani oleh penyelia dan diperiksa/diketahui oleh Penyelia
    11. Penyelia melaporkan hasilnya pada Koordinator Teknis
    12. Data rekaman butir 18 dipakai sebagai dasar oleh Koordinator teknis untuk pembuatan laporan hasil pengujian (F.7.5.19-00/2018)

  • WAKTU PENYELESAIAN PELAYANAN
  • Waktu penyelesaian pengujian selambat lambatnya selama 2 minggu terhitung dari pengajuan permohonan pelayanan. Pemohon berhak meakukan konfirmasi hasil pengujian apabila belum mendapatkan dokumen hasil pengujian pada batas waktu yang telah ditetapkan.

  • BIAYA/TARIF
    • Uji ELISA Rp 30.000 per 10 sampel
    • RT PCR Rp 40.000 per sampel

  • PRODUK PELAYANAN
  • Hasil deteksi virus / viroid pada krisan dan anggrek

  • SARANA ATAU FASILITAS PELAYANAN
  • Penataan Ruang Kerja untuk Pengujian Standar Virus
    1. Penataan Ruang Kering
      • Ruang kering harus terang. Oleh karena itu jendelanya harus cukup banyak dan terbuat dari kaca serta harus di pasang lampu TL 40 watt, minimal satu lampu per 8 m2 luas lantai
      • Tersedia meja permanen
      • Timbangan ditempatkan di atas meja permanen dan perlu dihindarkan dari sengatan matahari langsung, serta harus dekat dengan sumberdaya listrik (stop kontak) yang memiliki kapasitas 1A
      • Oven ditempatkan dekat dengan sumberdaya listrik (stop kontak) yang memiliki kapasitas arus maksimum 10 A
      • Meja dan tempat duduk analis ditempatkan dengan memperhatikan arah sumber cahaya
      • Tempat penyimpanan alat yang dipakai sehari-hari, arsip contoh kerja, arsip contoh kiriman yang masih dalam proses pengujian dan bahan pembanding ditempatkan di tempat yang tidak mengganggu aktivitas
      • Tempat sampah ditempatkan dipojok ruangan yang banyaknya disesuaikan dengan keadaan
      • Ruang kering diusahakan agar cukup nyaman dan aman untuk bekerja
      • Diruangan ini ditempatkan alat pengukur temperatur dan kelembaban
    2. Penataan Ruang Basah
      • Ruang basah harus cukup terang dengan kekuatan penyinaran 750-1250 lux
      • Bak air disediakan satu buah yang digunakan untuk mencuci peralatan
      • Sumber air bersih tersedia dan dapat mengalir lancar
      • Bahan pembanding diletakkan di tempat yang tidak mengganggu aktivitas
      • Tempat penirisan peralatan yang baru dicuci diletakkan di dekat bak pencucian
      • Tempat sampah diletakkan di pojok ruangan
      • Ruang basah dijaga kebersihannya
      • Ruang basah mempunyai saluran pembuangan air atau limbah cair yang aman
      • Ruang basah cukup nyaman untuk bekerja

  • KOMPETENSI DAN JUMLAH PELAKSANA
  • Pelaksana uji virus/viroid di Lab pengujian Balithi telah memiliki Sertifikat Pemahaman ISO 17025:2017 dan terdiri atas satu orang penyelia dengan pendidikan S3, dua orang analis yang masing masing berpendidikan S2 dan S1, serta satu orang laboran berpendidikan D3

  • PENGAWASAN INTERNAL
  • Pengawasan internal dilaksanakan oleh Auditor Internal yang ditunjuk oleh Kepala Balai

  • PENANGANAN PENGADUAN
    1. Keluhan dan pengaduan dari penguna jasa/customer disampaikan kepada Koordinator Administrasi. Fakta-fakta ditulis secara jelas pada Formulir Pengaduan
    2. Penanganan pengaduan mencakup unsur:
      • Deskripsi proses untuk menerima, memvalidasi, menyelidiki keluhan, dan memutuskan tindakan apa yang harus diambil sebagai tanggapannya
      • Melacak dan mencatat keluhan, termasuk tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya
      • Memastikan bahwa tindakan yang diambil adalah tepat
    3. Koordinator Administrasi melaporkan adanya pengaduan/keluhan customer kepada Koordinator Laboratorium dan Koordinator Teknis
    4. Keluhan terhadap pelaksanaan sistem manajemen mutu yang bersifat teknis disampaikan kepada Koordinator Teknis, sedangkan pengaduan yang bersifat non teknis disampaikan kepada Koordinator Laboratorium
    5. Koordinator Laboratorium dan Koordinator Teknis bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan memverifikasi semua informasi yang diperlukan untuk memvalidasi pengaduan
    6. Koordinator Teknis/Koordinator Laboratorium menugaskan Penyelia melakukan pengkajian dan audit
    7. Penyelia melaporkan hasil kajian dan audit kepada audit kepada Koordinator Teknis/Koordinator Laboratorium. Selanjutnya Koordinator Teknis/Koordinator Laboratorium melakukan evaluasi hasil kajian dan audit serta melaporkan kepada Pimpinan Puncak
    8. Pimpinan Puncak menetapkan tindak lanjut hasil kajian
    9. Koordinator Administrasi memberikan balasan secara tertulis kepada customer dan apabila diperlukan disertai permohonan maaf kepada customer atas ketidakpuasan terhadap pelayanan ataupun hasil pengujian
    10. Customer diberitahu secara tertulis jika ada pembatalan hasil pengujian, dan segera dilakukan tindakan perbaikan dengan memberikan rekomendasi pengujian yang telah diperbaiki sesuai pengaduan

  • JAMINAN PELAYANAN
    1. Dalam rangka memberikan pelayanan terbaiknya bagi customer, Laboratorium Pengujian Balithi senantiasa memberikan jaminan mutu terhadap proses dan hasil pengujian sesuai tugas, wewenang dan tanggung-jawabnya
    2. Jaminan mutu pengujian diimplementasikan melalui pelaksanaan dokumen sistem manajemen mutu secara benar dan tepat, melibatkan personil yang berkualifikasi dan memiliki komitmen, serta profesionalisme kerja yang tinggi, bahan yang berkualitas dan fasilitas yang memadahi
    3. Jaminan mutu pengujian juga diwujudkan dengan dilaksanakannya kegiatan monitoring/pengawasan kerja laboratorium, yang dilaksanakan pada interval waktu tertentu sesuai kebijakan internal laboratoium
    4. Kegiatan pemeriksaan/pengawasan ini menjadi tugas, wewenang dan tanggung-jawab Koordinator Mutu dan dikoordinasikan dengan Koordinator Teknis dan Administrasi

  • JAMINAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN PELAYANAN
  • Balithi menyediakan fasilitas untuk keamanan, kenyamanan dan keselamatan, antara lain:
    • Petugas keamanan
    • Petugas pelayanan informasi
    • Sarana dan prasarana yang digunakan dalam rangka pelayanan tidak membahayakan pengguna Jasa
    • Kontrol akses masuk dan keluar setiap individu
    • Sarana peralatan dan obat P3K
    • Ruang pelayanan yang bersih dan rapi
    • Ruang informasi (resepsionis dan lobby)
    • Mushola
    • Sarana parkir

  • EVALUASI KINERJA PELAKSANA
  • Evaluasi dilaksanakan berdasarkan hasil Survay Kepuasan Masyarakat (SKM) per semester dan audit internal serta eksternal ISO 9001:2015 yang dilaksanakan setahun sekali