Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • LAYANAN BENIH SUMBER KRISAN DAN ANGGREK

  • DASAR HUKUM
    1. UU Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan
    2. UU Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura
    3. Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Badan Standarisasi Nasional
    4. Permentan Nomor 48 Tahun 2012 tentang Produksi, Sertifikasi Dan Pengawasan Peredaran Benih Tanaman
    5. Keputusan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. No. 142/KPTS/OT/160/1/5/2011. In: Pedoman Umum Unit Pengelola Benih Sumber Tanaman (UPBS), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian, 2011. 30 hlm

  • JAM PELAYANAN
    • Senin-Kamis : 08.00-15.30 WIB, istirahat 12.00-13.00 WIB
    • Jumat : 08.00-16.00 WIB, istirahat 11.30-13.30 WIB

  • PERSYARATAN
    1. Menerima dan mencatat informasi yang disampaikan oleh pengguna
    2. Melakukan pelayanan yang dibutuhkan oleh pengguna

  • SISTEM, MEKANISME DAN PROSEDUR PELAYANAN
    1. Pengguna/konsumen menghubungi bagian pemasaran
    2. Petugas bagian pemasaran dan administrasi mencatat yang dibutuhkan oleh pengguna sebagai informasi terdokumentasi
    3. Bagian pemasaran melakukan koordinasi dengan bagian produksi benih untuk menyampaikan informasi/pesanan dari pengguna/konsumen
    4. Bagian produksi benih melakukan proses persiapan
    5. Bagian produksi melakukan koordinasi dengan bangian sarana dan prasarana untuk mendukung proses produksi
    6. Bagian produksi melakukan proses produksi benih
    7. Bagian mutu melakukan pengawasan dan pengendalian mutu selama proses produksi
    8. Bagian produksi melakukan panen dan mencatat produk benih yang dihasilkan
    9. Bagian produksi dan bagian pemasaran melakukan koordinasi terhadap hasil dari proses produksi benih
    10. Bagian pemasaran melakukan konfirmasi dengan pengguna terkait jumlah, jenis dan rencana pengiriman produk benih
    11. Bagian produksi dan pemasaran melakukan pengemasan dan pelabelan produk benih disertai dokumen benih keluar dan informasi produk
    12. Bagian pemasaran melakukan proses pengiriman sesuai alamat kirim dan memberitahukan ke pengguna
    13. Bagian pemasaran melakukan konfirmasi untuk memastikan bahwa benih sudah diterima oleh pengguna/konsumen
    14. Bagian pemasaran dan administrasi meminta informasi kepuasan pelanggan dari pengguna/konsumen terhadap proses pelayanan

  • WAKTU PENYELESAIAN PELAYANAN
  • Pelayanan benih dilakukan selama 3 minggu

  • BIAYA/TARIF
    • Benih krisan Rp 200 per setek
    • Benih Anggrek Rp 15.000 per botol (isi 10 planlet)

  • PRODUK PELAYANAN
  • Benih sumber tanaman hias

  • SARANA ATAU FASILITAS PELAYANAN
    • Sarana yang dibutuhkan: Kantor, ruang komputer dan dokumen, laboratorium, rumah lindung tanaman dan ruang prosesing
    • Sarana yang disediakan bagi pelanggan: Ruang tamu, toilet, mushola dan tempat parkir

  • KOMPETENSI DAN JUMLAH PELAKSANA
    • SDM yang bertugas mempunyai pendidikan dan atau ketrampilan sesuai dengan masing-masing bidang tugas dan tanggung jawab pekerjaan
    • Jumlah pelaksana 23 personel, yaitu:
      1. Manajer Umum (1 orang)
      2. Wakil manajer umum (1 orang)
      3. Manajer pemasaran (1 orang)
      4. Manajer administrasi (1 orang)
      5. Manajer produksi in vitro (1 orang)
      6. Manajer produksi in vivo (1 orang)
      7. Manajer sarana (1 orang)
      8. Manajer mutu(1 orang)
      9. Staf administrasi (1 orang)
      10. Staf pemasaran (1 orang)
      11. Staf produksi in vitro (7 orang)
      12. Staf produksi in vivo (4 orang)
      13. Staf sarana (1 orang)
      14. Staf mutu (1 orang)

  • PENGAWASAN INTERNAL
  • Pengawasan internal dilaksanakan terprogram mengikuti tata cara audit internal sesuai dengan klausal audit internal dalam SMM SNI ISO 9001-2015

  • PENANGANAN PENGADUAN
  • Mekanisme penanganan pengaduan masyarakat pada sebagai berikut:
    1. Pengguna menyampaikan pengaduan pada bagian pemasaran (Bagian yang berhubungan dengan pengguna)
    2. Bagian pemasaran mencatat informasi pengaduan dari pengguna/konsumen
    3. Bagian pemasaran menyampaikan pengaduan kepada Manajer umum/Wakil manajer umum
    4. Manajer umum/Wakil manajer umum melakukan koordinasi dengan manajer dari bagian-bagian dari manajeman upbs. Melakukan evaluasi, klarifikasi dan investigasi terhadap pengaduan yang ditindaklanjuti dengan solusi terbaik untuk penanganan pengaduan dari pengguna
    5. Bagian pemasaran melakukan konfirmasi kepada pengguna perihal penyelesaian pengaduan kepada pengguna
    6. Apabila pengguna sudah menyetujui/sependapat terhadap penyelesaian pengaduan, maka akan dilakukan teknis penyelesain pengaduan tersebut
    7. Bagian administrasi melakukan pencatatan penyelesain pengaduan sebagai dokumen resmi penanganan pengaduan

  • JAMINAN PELAYANAN
  • Memberikan pelayanan dengan baik, sebagai produsen benih yang mendapatkan sertifikat sertifikasi sistem manajemen mutu (SMM) SNI ISO 9001:2015

  • JAMINAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN PELAYANAN
  • Memberikan perhatian terhadap keamanan dan keselamatan kerja dan pelayanan, antara lain:
    • Petugas keamanan menjaga properti ruang kerja, alat kerja dan properti pelanggan (apabila ada)
    • Sarana dan prasarana yang digunakan tidak membahayakan dalam proses produksi dan proses pelayanan pengguna
    • Ruang tamu dan kantor yang aman
    • Memberikan pelayanan yang nyaman (Tidak memungut tips dan bebas dari praktek pencaloan)
    • Mushola
    • Sarana parkir

  • EVALUASI KINERJA PELAKSANA
  • Evaluasi dilakukan secara terprogram melalui rapat koordinasi secara berkala (2 bulan sekali), audit internal pada pertengahan tahun, audit eksternal SMM SNI ISO 9001:2015 oleh Lembaga sertifikasi sistem mutu benih tanaman pangan dan hortikultura (Satu tahun sekali) dan melalui rapat koordinasi insidental sesuai dengan kebutuhan serta umpan balik kepuasan pengguna/pelanggan