Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 7 VOL. 2
  • Jurnal Hortikultura No. 7 Vol. 2
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Pengaruh Lama Perendaman dan Konsentrasi GA3 terhadap Perkecambahan Biji Palem (Licuala grandis)

    Penelitian ini bertujuan untuk mempercepat perkecambahan dan meningkatkan persentase daya kecambah biji palem. Penelitian dikerjakan dalam rumah kaca Balai Penelitian Tanaman Hias, Jakarta mulai bulan Januari sampai dengan September 1996. Rancangan yang digunakan adalah Acak Lengkap dengan pola faktorial.Faktor pertama terdiri dari lama perendaman yakni 24, 48, dan 72 jam, dan faktor kedua konsentrasi asam Giberelat (GA3) yang terdiri dari 0, 1.000, 2.000, dan 3.000 ppm dengan tiga ulangan. Sebelum diadakan perlakuan, biji palem kol diretas pada bagian kulit yang melapisi embriotnya. Setelah diberi perlakuan, biji ditanam dalam media pasir yang dijaga dikelembabannya dengan penyiraman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman selama 48 jam dengan konsentrasi 2.000 ppm GA3 mampu mempercerpat perkecambahan biji seminggu lebih awal. Waktu perendaman selama 72 jam dalam konsentrasi 1.000 ppm GA3 daya kecambahnya tertinggi yakni 83,5 % diikuti oleh 2.000 ppm GA3 (77,93%). Teknologi hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi pengguna khususnya pembibitan palem baik untuk mempercepat maupun meningkatkan persentase perkecambahan biji palem. Kata Kunci : Licuala grandis; Biji; Perkecambahan; Perendaman; GA.

    1997 Soertini Soedjono dan K. Suskandari download
    2 Pengaruh Lingkungan Tumbuh dan Pemberian Kalium Nitrat terhadap Hasil Bunga Melati

    Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis dan cara pemberian KNO3 serta lingkungan tumbuh yang tepat terhadap hasil bunga melati. Penelitian dilaksanakan di Kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias Jakarta, dari bulan Mei 1995 sampai Oktober 1996. Percobaan disusun berdasarkan rancangan petak- petak terpisah dengan 3 ulangan. Petak utama faktor lingkungan yaitu penanaman di dalam rumah kasa dan tempat terbuka. Anak petak, taraf KNO3 : 0,30 dan 60 g/pot/ tahun dan anak- anak petak, interval pemberian KNO3 : setiap 2,3, dan 4 bulan. Bibit yang digunakan adalah stek Jasminum sambac "Made of Orleans" berumur 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman melati di tempat terbuka menghasilkan bobot, jumlah bunga dan hasil bunga total nyata lebih tinggi dibanding dengan di dalam rumah kasa baik pada musim hujan maupun kemarau. Terdapat interaksi nyata antara faktor lingkungan dan taraf pupuk KNO3, faktor lingkungan dan interval pemberian pupuk KNO3 serta antara interval dan taraf pemberian pupuk KNO3 terhadap bobot dan jumlah bunga total melati selama satu tahun. Penenaman melati di tempat terbuka dan pemberian KNO3 30 g/pot/ tahun dan 85,9% terhadap kontrol.Di tempat terbuka, perlakuan pemberian pupuk KNO3 setiap tiga bulan menghasilkan bobot bunga dengan kisaran 5128 - 5733 kuntum/kg dibanding dalam rumah kasa yang kisarannya 6.089 - 6.257 kuntum/kg. Hal ini berarti bahwa budidaya melati di tempat terbuka menghasilkan ukuran kuntum lebih besar daripada dalam rumah kasa. Pemupukan KNO3 dengan takaran 60 g/pot/ tahun dan interval pemberian 3 bulan sekali menghasilkan bobot bunga lebih tinggi yaitu 35,5 % terhadap takaran 30 g/pot/tahun dan 116,3% terhadap kontrol. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa Jasminum sambac dapat diatur pola produksinya. Namun demikian dalam implikasinya masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan pola produksi bunga melati berdasarkan umur tanaman dan lingkungan tumbuh yang berbeda. Kata kunci : Jasminum sambac; KNO3; Rumah kasa ; Hasil bunga.

    1997 Satsijati, Sri Wuryaningsih, dan Jaka Prasetya download
    3 Pemberian Triakontanol Untuk Perbaikan Hasil dan Kualitas Bunga Mawar

    Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi dan interval pemberian trikontanol yang tepat untuk perbaikan hasil dan kualitas bunga mawar Tinneke. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Instalasi Penelitian Tanaman Hias Cipanas dari bulan Mei 1995 sampai dengan bulan April 1996 menggunakan Rancangan Split-Plot dengan empat konsentrasi triakontanol sebagai petak utama dan interval pemberian sebagai anak petak dengan tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi triakontanol 200 dan 150 ppm masing-masing berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas pada umur 1.5 bulan dan produksi bunga pada 5 bulan setelah tanam. Terdapat interaksi nyata antara konsentrasi dan interval pemberian triakontanol pada panjang tangkai dan lama peragaan bunga. Data panjang tangkai dan lama peragaan bunga yang menunjukkan kualitas bunga, nyata lebih tinggi pada pemberian triakontanol dari pada yang tanpa pemberian. Produksi dan kualitas bunga mawar Tinneke dapat diperbaiki dengan pemberian 150 ppm triakontanol mulai 3 minggu sesudah tanam sebanyak tiga kali dengan interval 10 hari. Hasil penelitian ini akan menguntungkan pengguna melalui peningkatan produksi dan kualitas bunga mawar potong sebab triakontanol termasuk zat pengatur tumbuh yang murah dan mudah didapat. Kata Kunci : Rosa hibrida, Zat pengatur tumbuh; Taraf aplikasi; Bunga potong

    1997 Sri Wuryaningsih dan Surachmat Kusumo download
    4 Pengaruh Pewarnaan usai Panen Terhadap Mutu Bunga Sedap Malam

    Pewarnaan bunga sedap malam dilakukan dengan menggunakan 9 jenis bubuk pewarna makanan yang terdiri atas Biru 1, Biru 2, Merah cabe, Oranye, Kuning muda, Anggur, Tartazine, Carmoisine, Kuning tua, dan kontol (tanpa pewarnaan). Tujuan penelitian adalah mempelajari jenis- jenis pewarna yang tepat untuk pewarnaan bunga sedap malam. Bunga sedap malam dipanen dari Cianjur , direndam dalam larutan pewarna (4 g/l) yang mengandung gula 6 % dan pH 3,5 selama 15-170 menit tergantung jenis pewarna yang digunakan. Penelitian menggunakan rancangan Acak lengkap dengan ulangan sebanyak empat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga sedap malam yang diberi perlakuan pewarnaan semuanya cukup disukai dan tidak berpengaruh terhadap jumlah bunga mekar dan jumlah bunga layu setelah 4 hari penyimpanan pada suhu 25 C. Warna paling disukai adalah bunga sedap malam yang diberi perlakuan pewarnaan dengan menggunakan pewarna kuning tua. Warna bunga yang dihasilkan kuning cerah dan homogen. Jumlah larutan pewarna yang diserap 4 ml/tangkai dan waktu yang diperlukan sampai beurbah warna 60 menit. Komposisi warna yang dihasilkan berdasar indek Lovihon adalah putih (1,45), biru (0), kuning (3,13), Merah (0), Warna bunga yang dihasilkan kuning cerah (Marigold orange 11/3). Pewarnaan pada bunga potong sedap malam dengan berbagai jenis bahan pewarna diharapkan disamping dapat meningkatkan mutu penampilan juga akan menaikkan volume penjualan. Kata kunci : Polianthes tuberosa: Pewarnaan; Mutu hasil

    1997 Suryanti, Murtiningsih dan Imam Muhajir download