Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 7 VOL. 1
  • Jurnal Hortikultura No. 7 Vol. 1
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Induksi Pembungaan Spathiphyllum dengan Asam Giberelat dan Triakontanol Pada Cara Tanam Hidroponik

    Penelitian dilakukan di rumah kaca kebun percobaan Balai Penelitian Tanaman Pangan. Cimanggu, Bogor (240 m dpl) dimulai sejak bulan Agustus 1995 sampai dengan April 1996. Tujuan Penelitian adalah mengetahui peranan GA3 dan Triakontanol untuk menginduksi pembungaan Spathiphyllum. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Petak. Petak terbagi dengan petak utama yaitu kultivar Spathiphyllum (Pinokio dan kultivar asal Australia). Anak petak yaitu zat pengatur tumbuh (tanpa zat pengatut tumbuh. 30 ppm GA3. 60 ppm GA3, 90 ppm GA3, 120 ppm GA3, dan Triakontanol). Anak- anak petak yaitu frekuensi penyemprotan (1 kali, 2 kali dan 3 kali). Hasil penelitian menunjukkan Spathiphyllum kultivar Pinokio dan kultivar asal Australia dapat dipacu pembungaannya dengan menggunakan GA3. Konsentrasi 120 ppm GA3 yang digunakan pada frekuensi penyemprotan 3 kali memperbanyak jumlah tanaman yang berbunga. GA3 dapat digunakan secara praktis untuk merangsang pembungaan Spathiphyllum. Kata kunci : Spathiphyllum, GA3; Triakontanol; Pembungaan; Hidroponik

    1997 D. Herlina 1) dan Kristina 2) download
    2 Uji Kemangkusan Beberapa Bahan Insektisida Botanik terhadap Hama Perusak Daun Melati Palpita Uniolis Hubn.

    Beberapa jenis bahan asal tumbuhan yang diketahuiu mempunyai efek insektisida dievaluasi efektivitasnya dalam mengendalikan hama penting pada tanaman melati. yaitu Palpita unionalis Hubn. Percobaan dilakukan di laboratorium dan di lapangan. Bahan- bahan yang digunakan di laboratorium adalah cairan perasan dari biji nimba (Azadirachta indica), daun Ki Pait (Tithonia diversifolia), daun kecubung (Datura Speciosa), daun dan kulit batang suren (Toona sureni), daun dan biji srikaya (Annona squamosa), daun sirsak (A. Muricata), bawang putih (Allium sativum), daun singkong racun (Manihot sp.) dan Bacillus thuringiensis (BActospeine). Percobaan di lapangan menggunakan bahan- bahan ekstrak biji sirsak, cairan perasan biji sirsak, cairan perasan biji srikaya dan cairan perasan biji nimba. Sebagai pembanding digunakan insektisida Bacillus thuringiensis (Bactospeine) pada dosis anjuran. Hasil percobaan di laboratorium menunjukkan efektivitas tertinggi diperlihatkan oleh cairan perasan biji srikaya, disusul kemudian oleh biji nimba yang ternyata setara dengan Bactospeine, sementara daun sirsak menempati peringkat berikutnya. Dari hasil percobaan lapangan ternyata ekstrak biji sirsak dan cairan perasan biji srikaya sangat efektif mengendalikan P. unionalis. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah alternatif pengendalian hama disamping cara yang sudah ada untuk menunjang pengembangan PHT pada tanaman melati. Kata kunci : Melati: Palpita unionalis; Azadirachia indica; Annona squamosa; A. maricata; Kemangkusan; Insektisida botanik

    1997 Maryam ABN Purbadi download