Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 22 VOL. 3
  • Jurnal Hortikultura No. 22 Vol. 3
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Pengaruh Myoinositol dan Arang Aktif terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek Dendrobium dalam Kultur In Vitro

    ABSTRAK. Anggrek Dendrobium merupakan tanaman hias komersial yang sangat penting di Indonesia. Optimasi media dalam kultur in vitro sangat diperlukan untuk meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan planlet. Salah satu cara untuk mengoptimalisasi media in vitro yaitu dengan pemberian myoinositol dan arang aktif. Tujuan penelitian ialah mengetahui pengaruh myoinositol dan arang aktif terhadap pertumbuhan planlet Dendrobium. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Balai Penelitian Tanaman Hias Pasarminggu, Jakarta mulai Bulan Juni sampai dengan Desember 2010. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan delapan perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan terdiri atas konsentrasi myoinositol 0, 50, 100, dan 150 mg/l dengan dan tanpa penambahan arang aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian myoinositol 50 mg/l tanpa arang aktif dapat meningkatkan tinggi planlet, panjang dan lebar daun, sedangkan myoinositol 100 mg/l dengan penambahan arang aktif 2 g/l meningkatkan pertumbuhan jumlah dan panjang akar terbaik.

    Katakunci: Anggrek Dendrobium; Myoinositol; Arang aktif; In vitro

    2012 Widiastoety, D, Santi, A, Solvia, N
    2 Pengaruh Kombinasi Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Sitokinin terhadap Pertumbuhan Aglaonema

    ABSTRAK. Pertumbuhan dan kualitas Aglaonema dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya media tanam dan aktivitas hormonal. Penggunaan media tanaman alternatif selain pakis dan hormon seperti sitokinin penting untuk diketahui. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui pengaruh kombinasi tiga komposisi media tumbuh sebagai media alternatif serta pemberian sitokinin terhadap pertumbuhan dan kualitas Aglaonema Fit Langsit. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran mulai Bulan Mei sampai dengan Agustus 2008. Komposisi media tanam yang digunakan yaitu arang sekam, cocopeat, dan zeolit dengan perbandingan (2:2:1), (3:2:1), (4:2:1), dan sebagai kontrol digunakan pakis, humus, pasir malang, dan cocopeat (2:1:1:1) yang dikombinasikan dengan pemberian sitokinin dengan konsentrasi 0, 50, dan 100 ?l/l yang disemprotkan pada daun setiap 2 minggu sekali. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kombinasi arang sekam, cocopeat, dan zeolit (3:2:1) disertai sitokinin 50 ?l/l memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya dalam memperpanjang dan memperlebar ukuran daun, sehingga dapat meningkatkan kualitas tanaman Aglaonema menjadi lebih rimbun dan kompak karena semakin meningkatnya ukuran daun.

    Katakunci: Aglaonema; Cocopeat; Humus; Pakis; Sitokinin

    2012 Mubarok, S, Salimah, A, Farida, Rochayat, Y, Setiati, Y
    3 Uji Laboratorium Azospirillum sp. yang Diisolasi dari Beberapa Ekosistem

    ABSTRAK. Beberapa mikrob yang bersifat nonpatogenik dan nonsimbiotik yang efektif menambat nitrogen dari udara serta mampu melarutkan P terikat pada Ca, Al, dan Fe dalam tanah, dapat hidup dalam berbagai ekosistem di alam. Sebagian bakteri tersebut dapat diisolasi dari daerah perakaran tanaman hortikultura. Penelitian bertujuan mengetahui peran Azospirillum sp. yang potensial sebagai pendorong pertumbuhan tanaman pada ekosistem pantai dan kondisi lingkungan yang ekstrim. Pengujian terhadap isolat bakteri yang dikumpulkan dari berbagai kondisi ekosistem dilaksanakan di Laboratorium Ekofisiologi, Pusat Penelitian Biologi, LIPI, Bogor dari Bulan Januari sampai dengan Desember 2011. Sebanyak 34 isolat Azospirillum sp. diuji dengan berbagai metode, yaitu (1) uji kualitatif kemampuan isolat Azospirillum sp. dalam menambat (fiksasi) nitrogen dan kemampuan hidup pada media Okon padat yang mengandung NaCl, (2) uji kualitatif kemampuan isolat Azospirillum sp. dalam melarutkan P terikat pada Ca3(PO4)2 dalam media Pikovskaya padat dan indeks efisiensi pelarutan fosfat, (3) uji kualitatif kemampuan isolat Azospirillum sp. dalam melarutkan P terikat pada media Pikovskaya cair dan aktivitas enzim PME-ase asam dan basa, serta kondisi pH selama inkubasi 7 hari pada kultur murni (pH asal= 7), dan (4) analisis kemampuan Azospirillum sp. dalam memproduksi indole acetic acid (IAA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) semua isolat bakteri yang diuji mampu menambat nitrogen dalam media Okon padat, (2) isolat B2, B4, B6, B12, B14, PS2, dan FR13 mampu melarutkan P dari Ca3(PO4)2 dalam medium Pikovskaya padat dengan masing-masing indeks efisiensi pelarutan sebesar 120, 160, 140, 100, 110, 120, dan 100, (3) isolat B1, B2, B3, B4, B6, B14, B17, PS1, PS2, PS3, FR1, FR5, FR7, FR8, FR10, FR12, dan FR13 mampu tumbuh dalam medium Okon dengan kandungan NaCl sebesar 0, 2, 4, atau 6%, (4) konsentrasi tertinggi P terlarut dihasilkan oleh isolat B4 (5,80 mg/l), B6 (5,84 mg/l), dan PS2 (5,45 mg/l) dengan PME-ase sebesar 0,58 u m/l, 0,58 u m/l, 0,57 u m/l (asam), 0,52 mg/l, 0,50 mg/l, 0,48 mg/l (basa), dan dengan pH: 4,20, 4,30, dan 4,22, dan (5) isolat B4 dan B6 yang diisolasi dari pertanaman padi di pantai Rambut Siwi, Bali, mampu memproduksi IAA tertinggi, yaitu masing-masing sebesar 0,6749 dan 0,4694 ppm pada hari pertama setelah perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian ini terbukti bahwa isolat Azospirillum sp. berpotensi sebagai plant growth promoter untuk ekosistem di daerah pesisir atau pantai. Bakteri tersebut sangat penting untuk pengkayaan nutrisi pada lahan di daerah dataran rendah atau pantai dalam rangka pengembangan tanaman termasuk komoditas hortikultura.

    Katakunci: Azospirillum; IAA; Bakteri pelarut fosfat; Bakteri penambat nitrogen; Rizobakteria pendorong pertumbuhan tanaman

    2012 Widawati, S 1), Muharam, A 2)
    4 Seleksi Bakteri Antagonis untuk Mengendalikan Layu Fusarium pada Tanaman Phalaenopsis

    ABSTRAK. Layu Fusarium merupakan penyakit penting yang menjadi kendala dalam memproduksi tanaman anggrek. Untuk mengendalikannya, petani masih menggunakan fungsida. Tanaman anggrek kerap ditampilkan sebagai hiasan yang dekat dengan lingkungan manusia, maka penggunaan pestisida perlu diperhatikan. Oleh karena itu sangat penting dicari cara pengendalian lainnya yang aman terhadap lingkungan, antara lain dengan pengendalian hayati. Tujuan penelitian ialah mendapatkan isolat bakteri antagonis yang dapat mengendalikan layu Fusarium pada tanaman Phalaenopsis. Percobaan dilakukan di Laboratorium dan Rumah Kasa Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung (1100 m dpl.) serta untuk mikrob diisolasi dari lokasi tanaman hortikultura di Jawa Barat dan DKI Jakarta, mulai Bulan Januari sampai dengan Desember 2010. Penelitian meliputi isolasi Fusarium spp. sebagai patogen pada tanaman anggrek di beberapa lokasi, isolasi bakteri antagonis, uji kemangkusan bakteri terhadap pertumbuhan Fusarium spp. di laboratorium, dan uji kemangkusan bakteri antagonis terhadap layu Fusarium di rumah kasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab layu Fusarium pada tanaman Phalaenopsis ialah Fusarium oxysporum. Dari 154 isolat bakteri yang diisolasi dari lapangan, hanya ada tiga isolat yaitu nomor B23, B 26, dan B37 yang dapat menekan pertumbuhan F. oxysporum pada media PDA. Sampai dengan pengamatan minggu ke-10 setelah inokulasi, ketiga bakteri tersebut masing-masing menekan jumlah tanaman yang terserang layu Fusarium, yaitu sebesar 46,9; 48,9; dan 65,3%, dan masing-masing menekan intensitas penyakit layu 50,5; 43,9; dan 55,1%.

    Katakunci: Phalaenopsis; Fusarium spp.; Layu Fusarium; Pengendalian hayati; Bakteri antagonis

    2012 I Djatnika
    5 Penggunaan Gliocompost untuk Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium dan Meningkatkan Produktivitas Bunga Krisan Potong

    ABSTRAK. Layu Fusarium yang disebabkan oleh Fusarium oxysporum. f. sp. tacheiphillum merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman krisan. Penyakit ini sulit dikendalikan karena patogennya bersifat tular tanah. Penelitian bertujuan mengetahui peranan penggunaan Gliocompost dalam upaya mengurangi penggunaan pestisida sintetik dan pupuk kimia yang berlebih tetapi murah, efektif, ramah lingkungan, dan dapat meningkatkan kualitas serta hasil bunga potong krisan. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung dan Rumah Plastik Kelompok Tani Sekar Poncokusumo, Malang-Jawa Timur (850 m dpl.), mulai Bulan Januari sampai dengan Desember 2010. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas delapan paket yaitu: (A) pupuk kandang sapi (organik) setara 50 t/ha (cara Poncokusumo); (B) pupuk kimia sintetik sesuai SOP (200 kg/ha Urea, 300 kg/ha SP-36, dan 350 kg/ha ZK); (C) pupuk kandang sapi (organik) sesuai SOP (30 t/ha) + pupuk kimia sintetik sesuai SOP (200 kg/ha Urea, 300 kg/ha SP-36, dan 350 kg/ha ZK); (D) Gliocompost (4 t/ha); (E) Gliocompost (4 t/ha) + pupuk kimia sintetik sesuai SOP (200 kg/ha Urea, 300 kg/ha SP-36, dan 350 kg/ha ZK ); (F) Gliocompost (4 t/ha) + cara Poncokusumo (100%), yaitu pupuk kimia sintetik ( 200 kg/ha Urea, 300 kg/ha SP-36, dan 350 kg/ ha ZK) + fungisida (piraklostrobin 250 g/l dan azoksistrobin 200 g/l + difenokonazol 125 g/l); (G) Gliocompost (4 t/ha) + cara Poncokusumo (50%), yaitu pupuk kimia sintetik (100 kg/ha Urea, 150 kg/ha SP-36, dan 175 kg/ha ZK) + fungisida (piraklostrobin 125 g/l dan azoksistrobin 100 g/l + difenokonazol 62,5 g/l); dan (H) kontrol negatif (tanpa menggunakan pupuk dan fungisida). Hasil percobaan menunjukkan bahwa paket penggabungan antara Gliocompost (4 t/ha) + cara Poncokusumo (50%), yaitu pupuk kimia sintetik (100 kg/ha Urea, 150 kg/ha SP-36, dan 175 kg/ha ZK) + fungisida (piraklostrobin 125 g/l dan azoksistrobin 100 g/l + difenokonazol 62,5 g/l), merupakan teknik pengendalian yang paling efektif dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia serta pestisida sintetik masing-masing 50%. Aplikasi Gliocompost dapat mengurangi penggunaan pestisida sintetik dan pupuk anorganik sebesar 50%. Selain itu perlakuan Gliocompost dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, produksi, dan lama kesegaran bunga potong pada suhu ruangan.

    Katakunci: Dendranthema grandiflora; Fusarium oxysporum sp. tacheiphillum; Gliocompost; Biopestisida; Biofertilizer; Kualitas bunga potong

    2012 Wakiah Nuryani, Evi Silvia Yusuf, Indijarto Budi Rahardjo, I Djatnika