Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 22 VOL. 1
  • Jurnal Hortikultura No. 22 Vol. 1
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Pengaruh Pengemasan dan Penyimpanan terhadap Masa Kesegaran Bunga Mawar Potong

    ABSTRAK. Larutan pulsing merupakan suatu larutan nutrisi sebagai sumber karbohidrat dan dapat melindungi tangkai bunga dari serangan mikroorganisme penyebab penyumbatan dan mampu mempertahankan mutu bunga mawar potong. Tujuan penelitian ialah untuk memperoleh cara pengemasan dan penyimpanan yang tepat dalam upaya memperpanjang masa kesegaran bunga mawar potong. Bunga mawar dipanen di daerah Sukabumi, Jawa Barat, pada pagi hari pukul 07:00 dengan stadia kuncup dua petal terluar terbuka, kemudian direndam dalam 20 ppm AgNO3 + 5% gula pasir + 320 ppm asam sitrat selama 12 jam. Selanjutnya bunga mawar dikemas dalam kantong plastik PE dengan ketebalan 0,03 mm sebagai kemasan primer. Setelah itu dimasukkan ke dalam kotak karton ukuran 75x20x8 cm sebagai kemasan sekunder. Sebagai kontrol digunakan bunga tanpa perlakuan perendaman. Selanjutnya disimpan dalam ruang dingin suhu 5-10°C. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias Pasarminggu, dari bulan Agustus 2006 sampai dengan Maret 2007 menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan dua faktor, yaitu cara pengemasan (A), enam taraf terdiri atas (a1) pengemasan dalam kantong plastik PE dengan ketebalan 0,03 mm, 16 lubang mikro, kapasitas 10 tangkai bunga mawar potong; (a2) pengemasan dalam kantung plastik PE dengan ketebalan 0,03 mm, 16 lubang mikro, kapasitas satu tangkai bunga mawar potong; (a3) pengemasan dalam kantong plastik PE dengan ketebalan 0,03 mm, tanpa lubang, kapasitas 10 tangkai bunga mawar potong; (a4) pengemasan dalam kantong plastik PE dengan ketebalan 0,03 mm, tanpa lubang, kapasitas 1 tangkai bunga mawar potong; (a5) tanpa pengemasan (langsung dimasukkan ke dalam kotak karton); dan (a6) tanpa pulsing dan pengemasan. Lama penyimpanan (B), tiga taraf terdiri atas (b1) penyimpanan 2 hari; (b2) penyimpanan 4 hari; dan (b3) penyimpanan 6 hari dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengemasan primer dengan kantong plastik PE 0,03 mm, dalam kotak karton single corrugated (ukuran 75x20x8 cm) dengan lama penyimpanan 2 hari, memberi hasil yang terbaik dengan masa kesegaran mencapai 6,81 hari (2 hari lebih lama dibanding kontrol) dengan diameter bunga berkisar 5,23-7,11 cm dan larutan terserap yang tertinggi. Implikasi ini merupakan metode pengemasan yang dapat digunakan pedagang untuk memperpanjang ketahanan simpan bunga mawar potong sehingga jangkauan distribusi dan pemasaran dapat diperluas.

    Katakunci: Mawar; Bunga potong; Kesegaran bunga; Larutan perendam; Penyimpanan

    2012 Amiarsi, D dan Yulianingsih
    2 Sifat Inovasi dan Peluang Adopsi Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu Krisan dalam Pengembangan Agribisnis Krisan di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta

    ABSTRAK. Untuk meningkatkan produksi dan mutu bunga krisan di Indonesia, Pusat Peneltian dan Pengembangan Hortikultura telah melaksanakan program penelitian dan pengkajian penerapan pengelolaan tanaman terpadu krisan di beberapa provinsi sentra produksi krisan. Pengelolaan tanaman terpadu krisan meliputi (a) penggunaan varietas dan benih bermutu; (b) pembuatan rumah lindung dan sarananya; dan (c) proses budidaya. Tujuan penelitian ialah mengetahui nilai sifat inovasi teknologi pengelolaan tanaman terpadu krisan serta kemudahan penerapan dan peluang adopsinya oleh petani. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, dari bulan April hingga Desember 2009, menggunakan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi pengelolaan tanaman terpadu krisan di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki sifat inovasi yang berkategori nilai tinggi sampai dengan sangat tinggi, sehingga mudah diterapkan dan berpeluang tinggi sampai dengan sangat tinggi untuk diadopsi petani di lapangan.

    Katakunci: Krisan; Sifat inovasi; Adopsi teknologi; Pengelolaan tanaman terpadu; Agribisnis

    2012 Ridwan, HK 1), Hilman, Y 1), Sayekti, AL 1), Suhardi 2)