Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 20 VOL. 4
  • Jurnal Hortikultura No. 20 Vol. 4
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Perakitan Varietas Tanaman Kerk Lili yang Berbunga Tegak dan Wangi serta Tabung Bunga Pendek

    Pada tahun 2008 Balai Penelitian Tanaman Hias telah melepas varietas Candilongi dengan karakter bunga tegak, beraroma agak wangi, dan tabung bunga relatif panjang. Perbaikan genetik telah dilakukan selama April 2008 sampai dengan Agustus 2010 untuk menghasilkan varietas unggul baru yang disukai konsumen. Tujuan utama program pemuliaan lili ialah memperpendek ukuran tabung bunga. Perakitan varietas lili dimulai dengan menyilangkan aksesi kerk lili LC-33 (longiflorum-candidum) dan Casablanca (hibrida oriental). Penyilangan menghasilkan populasi F1 yang selanjutnya dipelihara di dalam rumah kaca hingga berbunga. Seleksi positif dilakukan dengan menggunakan kriteria ukuran tabung bunga yang lebih pendek daripada Candilongi. Selanjutnya individu terpilih diperbanyak secara terbatas dan dievaluasi. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas lima klon terpilih dan varietas Candilongi sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan tiga dari lima klon terpilih memiliki keragaan bunga yang lebih baik daripada varietas Candilongi. Oleh karena itu, tiga klon tersebut sangat potensial untuk dilepas dan dikembangkan secara komersial. Hanya satu klon yang memiliki karakter unik seperti bunga tegak berbentuk lonceng, tabung bunga pendek, dan beraroma sangat wangi. Katakunci: Lilium longiflorum; Hibrida oriental; Hibridisasi; Varietas unggul baru; Bunga lili bentuk lonceng.

    2010 Sanjaya, L.
    2 Peningkatan Pertumbuhan dan Regenerasi Eksplan Hasil Kultur Anther Anthurium Melalui Perbaikan Media Kultur

    Regenerasi kalus merupakan bagian yang paling sulit dalam kultur anther anthurium (Anthurium andraeanum), karena respons pembentukan tunas yang lambat. Studi pertumbuhan dan regenerasi eksplan hasil kultur anther anthurium pada media regenerasi yang berbeda dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Hias dari bulan Januari sampai Desember 2008. Penelitian bertujuan mengetahui respons pertumbuhan dan regenerasi variasi eksplan hasil kultur anther anthurium pada media regenerasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan kalus tumbuh lambat, kalus haploid, daun, dan petiol muda tanaman haploid sebagai eksplan. Medium Winarto (MW) dan Winarto-Rachmawati (MWR) merupakan media dasar yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian terdiri atas tiga percobaan untuk mempelajari pertumbuhan dan regenerasi, yaitu (1) kalus tumbuh lambat, (2) kalus haploid pada media regenerasi yang berbeda (MR-1 s/d MR-6), dan (3) daun dan petiol muda dari tanaman haploid menggunakan medium regenerasi terseleksi. Percobaan pertama dan kedua disusun menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), sementara percobaan ketiga disusun menggunakan RAL pola faktorial masing-masing dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan kemampuan regenerasi eksplan hasil kultur anther anthurium berhasil ditingkatkan melalui perbaikan media kultur. Pertumbuhan kalus terbaik dari eksplan kalus tumbuh lambat ditemukan pada MR-4, sedang kalus haploid pada MR-1. Jumlah bakal tunas per eksplan mencapai sekitar 20 bakal tunas, tetapi pembentukan tunas tertinggi yaitu 4,8 tunas per eksplan ditemukan pada MR-6. Daun muda tanaman haploid no. 400 merupakan jenis eksplan dan tanaman haploid dengan respons pembentukan tunas tertinggi yang mencapai 6,0 tunas per eksplan dibandingkan eksplan dan tanaman haploid yang lain. Media terseleksi hasil penelitian dapat diaplikasikan untuk menyelesaikan masalah regenerasi eksplan pada kultur in vitro anthurium yang lain. Katakunci: Pertumbuhan; Regenerasi; Kalus tumbuh lambat; Kalus haploid; Tanaman haploid; Kultur anther anthurium.

    2010 Winarto, B.