Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 20 VOL. 2
  • Jurnal Hortikultura No. 20 Vol. 2
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Persilangan dan Seleksi untuk Mendapatkan Varietas Unggul Baru Mawar Potong Berwarna Merah

    Persilangan mawar dan selekasi tanaman F1 dilaksanakan di KP Cipanas, Balai Penelitian Tanaman Hias, dengan ketinggian tempat 1.100 m dpl. pada tahun 2000. Selanjutnya klon-klon terpilih diuji melalui penelitian pemuliaan partisipatif di Kebun PT Inggu Laut (Malang, Jawa Timur) dan Kebun PT Sekar Asri (Lembang, Jawa Barat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon No. 41 (C.00.421-01) mempunyai keunikan dalam warna bunga, yaitu merah cerah (red purple group 57A). Selain itu, klon No. 41 memiliki tangkai yang panjang yang termasuk kelas super, batang atau tangkai yang tegak dengan diameter kuncup dan diameter bunga mekar besar, serta jumlah petal yang lebih banyak dibandingkan dengan varietas Putri sebagai varietas pembanding. Katakunci: Rosa hybrida; Hibridisasi; Varietas unggul; Mawar potong.

    2010 Darliah (1), D. Kurniasih (1), dan W. Handayati (2)
    2 Pengaruh Jenis Media Kultur In Vitro dan Jenis Eksplan terhadap Morfogenesis Lili Oriental

    Perbanyakan secara in vitro merupakan teknik yang sangat menjanjikan untuk perbanyakan tanaman. Dengan teknik ini dapat diperoleh bibit tanaman yang banyak dalam waktu singkat. Tujuan penelitian ialah memperoleh informasi mengenai pengaruh jenis media dan jenis eksplan tehadap morfogenesis lili secara in vitro. Varietas yang digunakan ialah lili oriental cv. Donau. Penelitiaan dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Hias, Segunung, Cianjur, Jawa Barat, dari bulan Januari-Desember 2007. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama ialah empat jenis media, yaitu A = Murashige dan Skoog (M+BAP 1 ppm+2,4-D 1 ppm, B = MS+NAA 0,5 ppm+TDZ 0,08 ppm, C=MS+NAA 1 ppm+TDZ 2 ppm, dan D = MS+2,4-D 1,5 ppm+Kinetin 1 ppm+TDZ 1 ppm dan faktor kedua adalah empat jenis eksplan (petal, petiol, ovul, dan sisik umbi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada interaksi antara faktor pertama dan faktor kedua pada semua parameter yang diamati. Media B yang dikombinasikan dengan eksplan ovul memberikan hasil tertinggi untuk inisiasi pembengkakan eksplan, sedangkan media B dengan eksplan petal, serta media D dengan eksplan petal dan sisik umbi memberikan hasil terbaik untuk induksi kalus. Media A dan sisik umbi merupakan kondisi terbaik untuk pembentukan tunas dan akar. Media A dengan eksplan sisik umbi dan media C dengan eksplan tangkai bunga menunjukkan hasil perlakuan terbaik dalam menginduksi umbi mikro. Pembentukan kalus embriogenik tertinggi terjadi pada media D dengan eksplan petal. Katakunci: Lili oriental cv. Donau; Media; Eksplan; Kalus embriogenik

    2010 Pramanik, D. dan F. Rachmawati
    3 Respons Beberapa Varietas Nasional Gladiol terhadap Pemupukan N dan K

    Nitrogen merupakan salah satu hara makro pembatas pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman gladiol, sedangkan kalium sebagai katalisator pada proses metabolisme. Percobaan lapangan untuk mengevaluasi pengaruh pupuk N dan K pada pertumbuhan, kualitas bunga, dan subang beberapa varietas gladiol dilakukan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias dari bulan Juni sampai Desember 2009. Rancangan percobaan yang digunakan ialah petak terpisah dengan dua ulangan. Petak utama adalah tiga varietas gladiol yaitu (1) Nabila, (2) Clara, dan (3) Kaifa. Anak petak adalah kombinasi pemupukan N dan K yaitu (1) N10K10, (2) N10K20, (3) N10K30, (4) N20K10, (5) N20K20, (6) N20K30, (7) N30K10, (8) N30K20, dan (9) N30K30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi nyata antara varietas dan pemupukan terhadap panjang tangkai bunga dan jumlah kuntum bunga/tangkai. Nitrogen (N) dan kalium (K) merupakan hara makro yang membatasi pertumbuhan tanaman yang berperan besar pada kualitas bunga dan subang gladiol, dengan respons berbeda bagi setiap varietas. Varietas Clara paling responsif terhadap pemupukan nitrogen, dengan pemupukan N30K10 menghasilkan tangkai bunga terpanjang (73,16 cm), dan jumlah subang kelas A terbanyak (9,83 subang). Pemberian pupuk N20K10 pada varietas Kaifa dapat menghasilkan tangkai bunga terpanjang dan jumlah kuntum bunga terbanyak. Pemupukan N dan K dapat diimplementasikan dengan mempertimbangkan varietas gladiol yang ditanam. Katakunci: Gladiolus hybridus; Varietas; Pupuk N dan K; Produksi bunga; Kualitas bunga

    2010 Soedarjo, M. dan S. Wuryaningsih