Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 20 VOL. 1
  • Jurnal Hortikultura No. 20 Vol. 1
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Aplikasi 2,4-D dan TDZ dalam Pembentukan dan Regenerasi Kalus pada Kultur Anther Anthurium

    Studi kombinasi konsentrasi 2,4-D dan TDZ dalam pembentukan kalus dan regenerasinya pada kultur anther Anthurium dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Hias sejak bulan November 2007 hingga Agustus 2008. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi 2,4-D dan TDZ terhadap pembentukan dan regenerasi kalus. Spadik Anthurium andraeanum kultivar Tropical yang 50% stigmanya berada dalam kondisi reseptif optimal, kalus hasil regenerasi, dan medium MWR-3 yang mengandung BAP 0,75 mg/l, NAA 0,02 mg/l, sukrosa 30 g/l, dan gelrit 2,0 g/l digunakan dalam penelitian ini. Konsentrasi 2,4-D dan TDZ yang diuji ialah 0, 0,5, 1,0, dan 2,0 mg/l. Rancangan acak lengkap pola faktorial dengan empat ulangan digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi 2,4-D dan TDZ berpengaruh nyata terhadap pembentukan dan regenerasi kalus. Aplikasi 2,4-D 0,5 mg/l yang dikombinasikan dengan TDZ 2,0 mg/l merupakan kombinasi terbaik untuk pembentukan kalus dengan potensi tumbuh anther mencapai 58%, 38% anther beregenerasi dan rerata 2,3 anther membentuk kalus tiap perlakuan. Kombinasi 2,4-D 1,0 mg/l dengan TDZ 0,5 mg/l merupakan kombinasi terbaik untuk regenerasi kalus dengan 5,3 tunas per eksplan. Katakunci: Anthurium; Kultur anther; 2,4-D; TDZ; Kalus; Regenerasi

    2010 Winarto, B. (1), N.A. Mattjik (2), A. Purwito (2), dan B. Marwoto (1)
    2 Pengaruh Suplemen Nonsintetik terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek Vanda

    Medium tumbuh merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas pertumbuhan planlet anggrek Vanda. Pada medium tumbuh perlu ditambahkan suplemen nonsintetik yang berperan mempercepat pertumbuhan planlet anggrek Vanda. Tujuan penelitian ialah mendapatkan suplemen nonsintetik yang tepat untuk mengganti komponen medium Vacin dan Went (VW). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Kebun Percobaan Tanaman Hias Pasarminggu, mulai bulan Juni sampai dengan Desember 2007. Perlakuan yang diberikan ialah sebagai berikut. (1) medium VW sebagai kontrol; (2) KNO3 1 g/l + kasein hidrolisat 100 mg/l + ragi 1,25 g/l + pisang 50 g/l; (3) KNO3 1 g/l + kasein hidrolisat 100 mg/l + ragi 1,25 g/l + ubikayu 50 g/l; (4) KNO3 1 g/l + kasein hidrolisat 100 mg/l + ragi 1,25 g/l + kentang 50 g/l; dan (5) KNO3 1 g/l + kasein hidrolisat 100 mg/l + ragi 1,25 g/l + taoge 50 g/l. Rancangan percobaan yang digunakan ialah acak kelompok dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media (1) KNO3 1 g/l + kasein hidrolisat 100 mg/l + ragi 1,25 g/l + pisang 50 g/l; (2) KNO3 1 g/l + kasein hidrolisat 100 mg/l + ragi 1,25 g/l + ubikayu 50 g/l; (3) KNO3 1 g/l + kasein hidrolisat 100 mg/l + ragi 1,25 g/l + kentang 50 g/l; dan (4) KNO3 1 g/l + kasein hidrolisat 100 mg/l + ragi 1,25 g/l + taoge 50 g/l dapat digunakan sebagai media alternatif pengganti medium Vacin dan Went. Pemanfaatan suplemen nonsintetik dapat menekan biaya produksi planlet. Katakunci: Medium Vacin dan Went; Anggrek Vanda; Suplemen nonsintetik.

    2010 Widiastoety, D. dan Nurmalinda
    3 Pengaruh Bahan Pembawa terhadap Efektivitas Beauveria bassiana dalam Mengendalikan Thrips parvispinus Karny pada Tanaman Krisan di Rumah Plastik

    Beauveria bassiana merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang efektif untuk mengendalikan hama tanaman. Namun dalam pemanfaatannya sering kali ditemukan kendala, antara lain menurunnya viabilitas dan keefektifan cendawan setelah diaplikasikan di lapangan. Percobaan bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan B. bassiana dengan beberapa pembawa yang berbeda terhadap populasi trips dan kerusakan pada bunga krisan. Percobaan dilaksanakan di Rumah Plastik Balai Penelitian Tanaman Hias, Segunung dari bulan April hingga Agustus 2008. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam perlakuan dan lima ulangan. Perlakuannya adalah B. bassiana dengan pembawa tepung tongkol jagung, talk, abu sekam, B. bassiana 109 konidia/ml, Beauveria N (kontrol positif), dan air (kontrol negatif). Hasil penelitian menunjukkan bahwa B. bassiana dengan pembawa talk merupakan perlakuan yang paling efektif, dapat menekan populasi trips dan kerusakan bunga lebih rendah dibandingkan dengan kontrol positif Beauvaria N yang komersil. Kemampuan B. bassiana dengan pembawa tepung tongkol jagung dan abu sekam dalam menekan populasi trips pada tanaman krisan di rumah kaca tidak sebaik dengan pembawa talk. Seluruh perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase kerusakan dan ketahanan segar, namun ada perbedaan pada jumlah populasi trips. Katakunci: Chrysanthemum sp.; B. bassiana; Trips; Pembawa; Tepung tongkol jagung; Talk; Abu sekam; Rumah plastik.

    2010 Silvia Yusuf, E., W. Nuryani, dan I Djatnika