Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 19 VOL. 4
  • Jurnal Hortikultura No. 19 Vol. 4
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Studi Kultur Anther pada Aksesi Anthurium Lokal

    Kultur anther merupakan salah satu terobosan teknologi dalarn kultur jaringan untuk menyediakan tanaman homozigot dalam waktu yang singkat. Aplikasi kultur anther pada aksesi Anthurium lokal dapat dilakukan untuk menyediakan tetua homozigot yang tahan terhadap penyakit hawar daun.Penelitian bertujuan menguji respons beberapa aksesi Anthurium lokal terseleksi dalam kultur anther dan kemampuan regenerasi kalus pada berbagai media regenerasi. Penelitian dilakukan di Laboratorium dan Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Hias dari bulan Januari hingga Desember 2006. Anther diisolasi dari aksesi Anthurium lokal Cipanas Merah, Cipanas Putih, Cihideung-Lembang Merah, Sukabumi Putih, dan Salatiga Putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa aksesi Anthurium lokal memberikan respons yang berbeda terhadap kemampuan induksi kalus. Aksesi Cipanas Putih merupakan aksesi yang paling responsif dibandingkan aksesi lainnya dengan persentase pembentukan kalus tertinggi (5,2%). Kalus yang terbentuk dalam kultur anther memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap inkubasi terang dan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan aksesi yang lain Kalus hasil kultur anther aksesi Cipanas Putih memiliki kemampuan regenerasi yang tercepat (1,5-2,5 bulan) dan jumlah bakal lunas terbanyak (2,2-5,7 tunas). Media MMS-IIIR dan MMS-TBN merupakan media yang sesuai untuk regenerasi tunas dari kalus hasil kultur anther aksesi Cipanas Putih.Media tersebut juga sesuai untuk inisiasi kalus. Katakunci: Anthurium spp ; Aksesi lokal ; Kultur anther; Media in vitro; Regenerasi.

    2009 Winarto, B.1 dan N.A. Mattjik2
    2 Tanggap Pertumbuhan Mawar Mini dan Produksi Bunga pada Berbagai Daya Hantar Listrik dan Komposisi Media Tanam

    Budidaya mawar mini Rosa sinensis Hon. var. Red Baby Rose pada pot memerlukan daya hantar listrik (DHL) media dan komposisi media tanam yang tepat agar pertumbuhan dan hasil bunga tinggi. Tujuan percobaan untuk mendapatkan informasi tentang DHL media dan koniposisi media tanam yang tepat. Percobaan diselenggarakan pada pot dalam naungan rumah plastik pada ketinggian 1. 100 m dpl. di Kebun Pereobaan Segunung Balai Penelitian Tanaman Hias, Pacet, Cianjur, pada bulan Desember 2004-Juni 2005. Petak-petak percobaan disusun menurut rancangan petak terpisah dengan 3 ulangan. Perlakuan petak utama adalah 3 DHL media tanam >0,35-0,50, >0,50- 0,75, dan >0,75-1,00 mS/cm, scdangkan anak petak yaitu komposisi media tanam cacopeat (lv), arang sekam(1v),cocopeai : arang sekam (221 v/v), ( 1 :2 v/v), (1 tl v/v), dan moss:arang sekam (411 v/v). Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang berbecla nyata antara DHL media tanam dan komposisi media terhadap semua peubah yang diamati. Panjang tangkai bunga tertingi (5,54 cm) diperoleh pada DHL media tanam >0,50-0,75 mS/ cm. Tinggi tanaman tertinggi 22,17 cm, jumlah tunas terbanyak 18.60 buah/tanaman, jumlah klorotil tertinggi 45,87 unit, diameter bunga kuncup tertinggi 8,54 mm, diameter bunga mekar tertinggi 4,46 cm, diameter neck tertinggi 1,39 mm, diameter tangkai bunga tertinggi 1,84 mm, produksi bunga tertinggi 9,18 kuntum/tanaman, dan lama kesegaran bunga terlama 12,38 hari, diperoleh dari komposisi media tanam moss:arang sekam (411 v/v). Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai acuan petani mawar mini dan pengguna lainnya. Katakunci: Rosa sinensis; Daya hantar listrik media tanam; Komposisi media tanam.

    2009 Tejasarwana, R., E.D.S. Nugroho, D. Herlina, dan Darliah
    3 Metode Pengakaran Batang Bawah Mawar Bebas Prunus Necrotic Ringspot Virus Secara In Vitro

    Metode untuk memproduksi batang bawah mawar bebas virus sudah diperoleh pada penelitian sebelumnya. Untuk mendapatkan bibit bebas virus diperlukan metode pengakaran yang tepat secara in vitro. Pengakaran merupakan salah satu tahap penting dalam teknik kultur jaringan untuk perbanyakan bibit tanaman Secara cepat. Penelitian bertujuan mendapatkan jenis media terbaik untuk pengakaran batang bawah mawar bebas virus. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Virologi dan Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias, Segunung, Cianjur, Jawa Barat (1. 100 m dpl), dari bulan Januari sampai Desember 2003. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah 3 kultivar batang bawah mawar bebas virus (Rosa multiflora, Rosa sp. cv. Multic, dan cv. Natal Brior). Faktor kedua adalah 7 komposisi media pengakaran (MS+IBA 0,5 mg/1, MS+IBA 1,0 mg/1, MS+NAA 0,5 mg/1, MS+NAA 1,0 mg/1, MS+1AA 0,5 mg/I, MS+IAA 1,0 mg/I, dan MSO (tanpa ZPT)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pengakaran yang paling baik untuk memproduksi batang bawah mawar bebas virus yaitu dengan komposisi MS-HBA 0.5 mg/ml. Implikasi hasil penelitian ini adalah tersedianya teknologi pengakaran in vitro untuk batang bawah mawar. Katakunci: Rosa sp.; In vitro; Batang bawah; Bebas virus PNRSV; IAA; IBA; NAA

    2009 Diningsih, E., F. Rahmawati, Y. Sulyo, dan Darliah
    4 Pengujian Kisaran Inang Nematoda Bentuk Ginjal (Rotylenchulus reniformis Linford dan Oliveira)

    Ratylenchulus reniformis merupakan salah satu nematoda semiendoparasit penting yang menyerang berbagai jenis tanaman holtikultura di Indonesia. Nematoda ini dapat ditemukan di dataran rendah maupun dataran tinggi di Indonesia. Salah satu Cara yang efektif untuk mengendalikan R. renyformis ialah melalui penerapan rotasi tanaman dan sanitasi lingkungan, termasuk memusnahkan tanaman inang alternatif Untuk itu, diperlukan pengujian status inang berbagai jenis tanaman dan spesies gulma terhadap R. reniformis. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2002 sampai Januari 2003 di Rumah Kaca dan Laboratorium Nematologi Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur (1.100 m dpl.). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 ulangan. Sebanyak 84 jenis tanaman sayuran, tanaman hias, dan berbagai spesies gulma di gunakan sebagai perlakuan. Setiap tanaman diinokulasi dengan 1.000 ekor nematoda yang merupakan campuran larva, nematoda jantan, dan betina pradewasa. Status inang ditentukan dengan kriteria faktor reproduksi R. reniformis lebih dari 1 = tanaman inang R.reniformis dan faktor reproduksi kurang dari 1 = bukan tanaman inang. Faktor reproduksi merupakan perbandingan antara populasi akhir dan populasi awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 41 jenis tanaman sayuran yang diuji, 24 di antaranya merupakan tanaman inang R, reniformis. Cabai, wortel. dan bawang-bawangan bukan inang R. reniformis. Tujuh spesies gulma berdaun lebar dapat digolongkan sebagai inang R, rendormis. Semua gulma monokotil yang diuji bukan inang R reniformis. Populasi R. reniformis tidak dapat berkembang pada hibrida Tageles patula dan T. erecta, Crotalaria usaramoensis, dan Ricinus communis Katakunci: Rotylenchulus reniformis; Status inang; Faktor reproduksi; Tanaman sayuran; Tanaman hias; Gulma

    2009 Marwoto, B.
    5 Preferensi Konsumen Hotel terhadapBunga Potong Gerbera

    Gerbera merupakan salah satu jenis bunga potong yang banyak diminta pasar. Dilihat dari besarnya penjualan bunga potong gerbera di pasar bunga Rawabelong, berarti terbuka peluang bagi petani untuk meningkatkan produksi bunga potong tersebut. Namun demikian, satu hal yang harus diperhatikan bahwa jenis bunga potong gerbera cukup banyak, sehingga perlu dipilah jenis-jenis yang paling disukai konsumen. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui preferensi konsumen hotel terhadap bunga potong gerbera. Penelitian dilakukan di hotel-hotel berbintang 4 dan 5 di wilayah DKI Jakarta, pada bulan September 2005-Februari 2006. Pemilihan hotel berbintang 4 dan 5 adalah dengan pertimbangan bahwa hotel tersebut merupakan sentra kegiatan pelaku bisnis yang menggunakan rangkaian bunga segar sebagai dekorasi ruangan. Responden penelitian adalah konsumen antara. yaitu floris-floris hotel yang menyediakan bunga untuk dekorasi ruangan hotel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian bunga potong adalah pendidikan. Dari sisi produk, gerbera yang banyak dicari konsumen adalah yang berkualitas tetapi harga tidak terlalu mahal dan diantar ke tempat oleh supplier. Promosi bunga melalui pameran merupakan salah satu kemudahan bagi responden untuk mendapatkan informasi mengenai bunga potong umumnya dan gerbera khususnya. Selain itu konsumen floris menyukai gerbera introduksi yang sudah lama dikembangkan di Indonesia atau sering disebut sebagai jenis lokal, semua warna, ukuran bunga sedang, ketahanan bunga sekitar 5 hari. Katakunci: Gerbera; Bunga potong; Preferensi konsumen; Hotel; Dekorasi ruangan

    2009 Nurmalinda1 dan A. Yani2