Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 19 VOL. 1
  • Jurnal Hortikultura No. 19 Vol. 1
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Induksi Mutasi Kecombrang (Etlingera elatior) Menggunakan Iradiasi Sinar Gamma

    Etlingera elatior merupakan tanaman asli Indonesia yang berpotensi untuk dijadikan sebagai bunga potong bernilai komersial. Penelitian untuk mendapatkan keragaman yang luas telah dilaksanakan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi, Pasar Jumat Jakarta dan Balai Penelitian Tanaman Hias, Segunung dari bulan Juni 2003 sampai Januari 2004 untuk mendapatkan variabilitas genetik kecombrang yang luas. Biji kecombrang diiradiasi sinar gamma dengan dosis 0, 20, 40, 60, 80, dan 100 Gy, dengan laju dosis 2,044437 KGy/jam. Pengamatan dilakukan pada jumlah tanaman yang tumbuh serta banyaknya tanaman normal dan abnormal. Hasil percobaan menunjukkan bahwa LD50 adalah 62,074 Gy. Makin tinggi dosis, pertumbuhan tanaman makin terhambat. Pada dosis 20-40 Gy, sebagian tanaman mengalami perubahan bentuk dan chimera, sedangkan dosis 60 Gy menyebabkan seluruh tanaman menunjukkan perubahan bentuk. Dosis anjuran iradiasi pada biji kecombrang adalah 20-40 Gy. Katakunci: Etlingera elatior; Mutasi; Sinar gamma; LD50

    2009 Dwiatmini, K., S. Kartikaningrum, dan Y. Sulyo
    2 Pengaruh Tiamin terhadap Pertumbuhan Planlet Anggrek Oncidium Secara In Vitro

    Oncidium merupakan salah satu jenis anggrek yang disukai konsumen. Pada umumnya dalam budidaya anggrek secara komersial, bibit yang digunakan berasal dari kultur in vitro. Optimasi media dalam kultur in vitro sangat diperlukan untuk meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan planlet. Salah satu cara untuk mengoptimalisasi media in vitro yaitu dengan pemberian vitamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tiamin terhadap pertumbuhan planlet Oncidium sp. Penelitian dimulai bulan Januari sampai Juli 2006 di Balai Penelitian Tanaman Hias. Bahan tanaman yang digunakan adalah planlet anggrek Oncidium sp. tanpa akar yang ditumbuhkan dalam media Vacin dan Went dengan penambahan air kelapa 150 ml/l + gula pasir 20 g/l + bubur pisang 50 g/l. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tiamin yang diberikan dalam media kultur terdiri atas 0 (kontrol), 0,1; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; dan 2,5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tiamin 0,5-1,0 ppm dapat meningkatkan tinggi planlet, panjang akar, jumlah akar, jumlah daun, dan luas daun. Katakunci: Anggrek Oncidium; Media tumbuh; Kultur in vitro; Tiamin; Pertumbuhan planlet

    2009 Widiastoety, D., N. Solvia, dan S. Kartikaningrum