Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 17 VOL. 2
  • Jurnal Hortikultura No. 17 Vol. 2
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Teknik Kultur Anther pada Pemuliaan anthurium

    Kultur anther merupakan teknik baru yang telah dikembangkan pada beberapa tanaman untuk mendapatkan galur murni melalui produksi tanaman haploid ganda. Keberadaan tanaman ini berpengaruh nyata terhadap perbaikan dan peningkatan efisiensi program pemuliaan dan perbenihan tanaman. Pada anthurium, teknik ini belum pernah dikembangkan dan dilaporkan, sehingga studi awal kultur anther bermanfaat untuk program pemuliaan dan perbenihan tanaman ini. Penelitian bertujuan mengetahui tahap perkembangan spadik, rasio tahap perkembangan mikrospora dan viabilitasnya, mendapatkan teknik isolasi anther dan medium inisiasinya yang potensial untuk kultur anther. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan, Balai Penelitian Tanaman Hias dan Plant Research International, Wageningen-Belanda dari bulan Juni 2003 hingga Agustus 2005. Anthurium yang digunakan dalam penelitian adalah anthurium andreanum Linden ex André. cv. Amigo, Carnaval, dan Tropical. Pengamatan secara periodik, pengecatan menggunakan DAPI dan FDA, pengembangan 4 teknik isolasi (T-1 s/d T-4), dan seleksi medium inisiasi dilakukan dalam percobaan ini. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa 3 kultivar anthurium yang diuji memiliki karakter yang berbeda dalam hal waktu munculnya kepala putik, pemunculan putik tercepat terdapat pada kultivar Amigo, sedangkan waktu muncul serbuk sari relatif sama. Jumlah mikrospora per kotak spora terbanyak ditemukan pada kultivar Carnaval. Rasio tahap perkembangan mikrospora berubah seiring perubahan tahap perkembangan spadik dengan persentase late-uninucleate tertinggi (76%) tercatat saat spadik berada pada masa transisi. Viabilitas mikrospora berkisar antara 40-70% dengan persentase tertinggi (70%) ditunjukkan oleh kultivar Amigo. T-1 merupakan teknik isolasi yang potensial digunakan dalam mengembangkan kultur anther pada anthurium. Medium MMS merupakan medium yang paling potensial digunakan dalam kultur anther anthurium. Kultivar Tropical merupakan kultivar yang potensial digunakan sebagai tanaman model dalam kultur anther anthurium. Hasil-hasil tersebut bermanfaat dalam membuat protokol kultur anther pada anthurium. Katakunci: anthurium andreanum; Kultur anther; Teknik isolasi; Medium inisiasi.

    2007 Winarto, B. dan F. Rachmawati download
    2 Identifikasi Status Hama pada Budidaya Paprika (Capsicum annuum var. grossum) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat

    Salah satu kendala dalam pengembangan agribisnis paprika adalah adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan. Untuk mengetahui status beberapa jenis hama yang menyerang tanaman paprika pada musim hujan dan kemarau telah dilaksanakan survai pada bulan Januari dan Agustus 2003 di Kabupaten Bandung, yang merupakan sentra produksi paprika di Jawa Barat. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan responden sebanyak 30 orang. Data yang dihimpun meliputi jenis hama, kehilangan hasil panen, dan cara pengendaliannya. Data hasil analisis secara deskriptif disimpulkan bahwa trips merupakan hama utama tanaman paprika, baik pada musim hujan maupun pada musim kemarau. Kehilangan hasil panen berkisar antara 10-25% pada musim hujan dan 40-55% pada musim kemarau. Cara pengendalian yang dilakukan petani hanya mengandalkan pada penggunaan insektisida. Katakunci: Capsicum annuum var. grossum; Identifikasi; Status hama; Kehilangan hasil

    2007 Prabaningrum, L. dan T.K. Moekasan download
    3 Skrining Kemangkusan Mikroba Antagonis terhadap Penyakit pada Tanaman Krisan

    Penelitian untuk mengetahui efikasi agens hayati terhadap penyakit pada tanaman krisan telah dilakukan di rumah kaca dan di lapangan. Sebanyak 20 isolat bakteri telah diuji efektivitasnya dengan cara disemprotkan dengan konsentrasi 108 cfu/ml merata seluruh tanaman. Evaluasi terhadap intensitas penyakit dilakukan pada saat panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di rumah kaca penyakit hawar daun kurang bisa berkembang, namun penyakit yang bukan merupakan target berkembang cukup berarti, yaitu penyakit layu fusarium dan embun tepung (Oidium sp). Di lapangan selain Pseudomonas cichorii dijumpai penyakit karat putih yang disebabkan oleh Puccinia horiana, dan penyakit busuk basah yang disebabkan oleh Erwinia sp.. Pseudomonas fluorescens isolat Pf 2 dan Pf 4A, serta Bacillus subtilis isolat Ba 13, Ba 16, dan Ba 17 efektif menekan intensitas penyakit hawar daun. Pseudomonas fluorescens isolat Pf 2, Pf 4A, dan Pf 16 efektif terhadap penyakit karat putih. Semua isolat yang diuji tidak efektif terhadap penyakit busuk basah dan penyakit layu fusarium. Pseudomonas fluorescens isolat Pf 2, MR 9, dan B. subtilis isolat Ba 9 efektif terhadap embun tepung di rumah kaca. Katakunci: Dendranthema grandiflora; Pucciana horiana; Pseudomonas cichorii; Pseudomonas fluorescens; Bacillus subtilis; Agens hayati; Pengendalian biologi.

    2007 Suhardi, Hanudin, W. Handayati, dan A. Saepulloh download