Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 16 VOL. 4
  • Jurnal Hortikultura No. 16 Vol. 4
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Peningkatan Pertumbuhan dan Mutu Alpinia purpurata melalui Pupuk P dan K

    Alpinia purpurata merupakan salah satu komoditas tanaman hias tropis yang termasuk baru dari famili Zingiberaceae.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pupuk P dan K dalam memacu pertumbuhan pertumuhan vegetatif dan generatif A.purpurata. Penelitian dilaksanakan di rumah sere KP.Segunung, Balai Penelitian Tanaman Hias mulai bulan September 2004 sampai dengan Agustus 2005. Rancangan percobaan menggunakan acak kelompok pola factorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Pemupukan P (0, 36, 72)kg P2O5/ha) sebagai faktor pertama dan pemupukan K (0, 60, 120, 180) kg K2O/ha sebagai faktor kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara pemberian pupuk P dan K terhadap pertumbuhan tanaman A.purpurata. Namun pemberian pupuk K (60 kg K2O/ha) meningkatkanproduksi bunga/plot tertinggi (27,33 tangkai) pada bulan Februari 2005 demikian pula K 120 kg K2O/ha) nyata meningkatkan diameter bunga mekar tertinggi (3,97 cm). Sedangkan pemberian K nyata meningkatkan panjang daun (25,30 cm) dan diameter bunga mekar (3,97 cm). Katakunci: Alpinia purpurata; PupukP; Pupuk K; Pertumbuhan; kualitas bunga.

    2006 Utami,P.K., R.Tedjasarwana dan D.Herlina download
    2 Seleksi Jenis Bunga untuk Produksi Mutu Minyak Mawar

    Mawar yang banyak ditanam petani mempunyai potensi sebagai bahan baku pembuatan minyak bunga yang dapat meningkatkan manfaat dan nilai tambah bunga, yang selama ini hanya digunakan sebagai bunga segar dan bunga tabur. Penelitian ini bertujuan mendapatkan jenis mwar yang tepat dalam upaya mendapatkan concrete dan minyak mawar berkadar tinggi dengan mutu prima. Bunga mawar di ekstraksi dengan pelarut heksan, perendaman, dan pengadukan. Perbandingan bunga dan pelarut 1:2 dengan lama ekstraksi 12 jam. Pengambilan filtrat melalui penyaringan dan pemerasan. Ekstrak dievaporasi vakum untuk untuk mendapatkan concrete. Concrete yang diperoleh diekstrak dengan etanol 96% dan diuapkan kembali untuk mendapatkan minyak. Rancangan penelitian menggunakan acak lengkap pola factorial dengan 3 ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap rendeman concrete, minyak, indeks bias, dan komposisi kimiawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mawar Americana Beauty menghasilkan rendeman concrete dan absolut tertinggi, yaitu 0,14% dan 0,06%. Nilai indeks bias tertinggi dimiliki jenis mawar putih tabur (1,45-1,47). Komponen utama penyusun absolut mawar adalah fenil etil alkohol, sitronellol, dan geraniol. Pada mawar Americana Beauty didominasi senyawa metil eugenol. Katakunci; Mawar;Minyak mawar;Rendemen; :Concrete; Absolut; Komposisi kimia; Kualitas.

    2006 1.Yulianingsih, 2. D.Amiarsi dan, 3. Sabari S.D download
    3 Pengaruh Jenis dan Perbandingan Pelarut terhadap Hasil Ekstraksi Minyak Atsiri Mawar

    Penelitian bertujuan mendapatkan jenis dan perbandingan pelarut yang tepat dalam upaya mendapatkan rendemen concrete dan minyak mawar berkualitas tinggi dengan mutu prima. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tanaman, Balai Penelitian Tanaman Hias, Pasar minggu, Jakarta. Mawar American Beauty, di ekstraksi dengan jenis pelarut (heksan, petroleum eter, dan metil isobutil keton) dengan perbandingan bunga dan pelarut (1:1,1:2, dan 1:3) selama 12 jam. Pengambilan filtrat melalui penyaringan dan pemerasan. Ekstrak dievaporasi vakum untuk mendapatkan concrete. Concrete yang diperoleh dilarutkan dengan etanol 96% dan diuapkan kembali untuk mendapatkan minyak mawar (absolut). Parameter yang diamati adalah rendemen concrete dan absolut, indeks bias, dan komponen penyusun minyak. Rancangan penelitian menggunakan cak lengkap pola factorial dengan 3 ulangan. Hasil penelitian terbaik menunjukkan bahwa rendemen concrete dan rendemen absolut pada jenis pelarut metil isobutil keton dengan perbandingan bunga dan pelarut 1:3, masing-masing 1,35 dan 0,74%. Mutu minyak mawar yang dihasilkan mempunyai indeks bias 1,49 dan mengandung komponen penyusun minyak atsiridengan 6 komponen sudah diidentifikasi, yaitu fenil etil alkohol, citronellol, geraniol, metil eugenol, ?-pinena, dan ?-pinena. Katakunci: Mawar, Minyak atsiri; Ekstraksi; Kualitas.

    2006 1.Amiarsi,D 2.Yulianingsih, 3.Sabari, S.D download