Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 15 VOL. 4
  • Jurnal Hortikultura No. 15 Vol. 4
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Regenerasi Tanaman Sedap Malam Melalui Organogenesis dan Embriogenesis Somatik

    Secara konvensiaonal perbanyakan tanaman sedap malam dilakukan melalui umbi. Semakin kecil ukuran umbi semakin lama tanaman berbunga. Penerapan teknik kultur in vitro diharapkan dapat membantu perbanyakan tanaman secara massal. Hingga saat ini, teknik kultur in vitro tanaman sedap malam belum pernah dilaporkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan memperoleh formulasi media yang efektif menginduksi organogenesis dan embriogenesis kultur in vitro tanaman sedap malam serta memacu regenerasinya. Percobaan dibagi menjadi 4 tahap, yaitu (1) induksi tunas, (2) multiplikasi tunas, (3) induksi kalus embriogenetik, dan (4) regenerasi kalus embriogenetik. Media induksi tunas yang diuji adalah MS+BA 0 ppm, MS+BA 3 ppm, MS+BA 5 ppm, dan MS+BA 7 ppm. Pemacuan multiplikasi tunas lanjut dilakukan pada media subkultur MS+BA 7 ppm +glutamin 100 ppm,MS+BA 7 ppm, DKW+TDZ 7 ppm+glutamin 100ppm. Untuk induksi kalus embriogenetik, media induksi kalus yang diujikan adalah MS+2,4-D 2,5 ppm, MS+2,4-D 5 ppm, dan MS+2,4-D 10 ppm. Untuk meregenerasikan kalus embriogenetik, media yang diujikan MS+zeatin 0,5 ppm+kinetin 2 ppm. Hasil percobaan menunjukan bahwa pembentukan tunas terbanyak diperoleh dari media BA 3 ppm (80%) namun inisiasi tunas tercepat dihasilkan pada media BA 0 ppm. Formula media MS+BA 7 ppm+glutamin 100 ppm manghasilkan jumlah tunas dan akar terbanyak. Penggunaan MS+2,4-D 5 ppm dapat meninduksi kalus embriogenetik dengan perentase pembentukan nodul sebesar 18,75% dan jumlah nodul yang terbentuk sebanyak 3,6 dengan visual kalus yang paling baik. Setelah disubkultur, calon tunas terbanyak (17) dihasilkan dari perlakuan MS+BA 2 ppm+TDZ 0,4 ppm. Kalus embriogenetik pada media MS+zeatin 0,5 ppm+kinetin 2 ppm dapat berkembang membentuk benih somatik. Katakunci :Polianthes tuberosa; Organogenesis; Embriogenesis somatik; Media.

    2005 Roostika,I. ,I.Mariska, dan R.Purnamaningsih
    2 Keragaman Genetik Plasma Nutfah Anggrek Spathoglottis

    Plasma nutfah diperlukan untuk menjaga agar suatu spesies atau kultivar tidak punah dan dapat digunakan sebagai sumber keragaman genetik dalam menciptakan atau merakit varietas unggul baru. Keragaman tanaman sangat penting dalam program pemuliaan tanaman, untuk memperbaiki kualitas genetik tanaman pada masa mendatang. Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung, pada bulan Juli 2004- Pebruari 2005. Penelitian bertujuan mengetahui heritabilitas dan keragaman genetik koleksi plasma nutfah anggrek Spathoglottis. Rancangan percobaan yang digunakan dalah acak lengkap, terdiri atas 15 genotip anggrek Spathoglottis, masing-masing spesies digunakan 5 klon sebagai ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keragaman genetik yang luas dimiliki oleh karakter panjang daun, lebar daun, pertambahan jumlah anakan, panjang bunga, lebar bunga, panjang bibir, dan lebar bibir. Karakter-karakter, seperti pertambahan jumlah anakan, panjang dan lebar daun, panjang tangkai bunga, diameter tangkai bunga, panjang dan lebar bibir, rasio panjang-lebar bibir, panjang dan lebar bunga mempunyai nilai duga heritabilitas tinggi. Katakunci : Spathoglottis;Keragaman genetik; Plasma Nutfah; Anggrek.

    2005 Kartikaningrum S., K. Effendie download
    3 Analisis Luas Minimum Usahatani Bunga Krisan Potong

    Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui luas minimum usahatani bunga krisan potong yang harus ditetapkan, apabila target pendapatan petani pertahun sebesar US $ 2000 sampai US $ 3500. Kegiatan penelitian ini merupakan survey lapangan usahatani bunga krisan potong di Kecamatan Parongpong, Bandung, Jawa Barat yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Desember 2003. Hasil analisis biaya dan pendapatan usahatani krisan menunjukan bahwa pada skala usahatani rataan rumah tangga petani seluas 2.237,5 m2 diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp.24.426.500,- dalam 4 bulan atau Rp.73.279.500,- dalam setahun. Jika pendapatan usahatani dalam setahun hanya diharapkan sebesar Rp.29.750.000,- (US$3500), maka luas usahatani krisan minimum yang diperlukan adalah 908,39 m2. Sementara itu untuk mencapai pendapatan sebesar Rp.17.000.000,-(US$ 2000) diperlukan usahatani krisan minimum seluas 519,08m2. Katakunci: Bunga krisan potong; Analisis;Luas minimum; Usahatani.

    2005 1.Ridwan,H. 2.Nurmalinda, dan 3H.Supriadi download