Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 15 VOL. 2
  • Jurnal Hortikultura No. 15 Vol. 2
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Bunga Mawar Potong Varietas Mega Putih

    Tujuan Penelitian adalah mendapatkan klon harapan mawar potong yang siap dilepas menjadi varietas baru. Penelitian persilangan menggunakan tanaman induk terpilih dan seleksi klon F1 tahap pertama dan kedua dilakukan di negeri Belanda dari tahun 1997s/d 1999. Dari seleksi kedua didapatkan 65 klon yang dikirim ke Indonesia untuk dilakukan uji adaptasi tahun2000 S/D 2002 di Kebun Percobaan Cipanas. Hasil penelitian menunjukan bahwa klon Balitithi NI.97.030-12 mempunyai bentuk tepi mahkota bunga (petal) keriting yang unik dan merupakan bentuk baru, berbeda nyata dengan tineke, megawati dan akito. Bentuk tepi petal keriting ditambah dengan jumlah petal bunga yangbanyak dan tangkai leher bunga yang kokoh menjadikan penampilan visual bunga klon NI.97.030-12 bagus dan menarik. Klon tersebut berwarna kuning muda kehijauan yang berbeda dengan tineke (putih kehijauan), megawati (merah), dan akito (putih). Kesegaran bunga klon NI.97.030-12 cenderung lebih lama dibanding varietas tineke, megawati, dan akito. Klon NI.97.030-12 mempunyai panjang tangkai total, jumlah bunga/ tanaman/ bulan, diameter kuncup bunga, diameter mekar bunga yang tidak berbeda dengan pembanding varietas tineke dan megawati, tetapi memiliki panjang tangkai yang berbeda dengan akito. Klon NI.97.030-12 dilepas sebagai varietas bunga mawar potong baru dengan nama mega putih. Kata kunci : Rosa hybridus; Persilangan; Klon: Varietas

    2005 Darliah, D.P.de Vries, Maryam ABN,dan W.Handayati download
    2 Induksi Akar Batang Bawah Mawar dan Aklimatisasinya

    Mawar merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang populer, karena nilai estetika bunga yang tinggi. Saat ini permintaan pasar terhadap mawar sangat tinggi, tetapi ketersediaan bibit masih menjadi faktor penghambat. Metode pembibitan yang biasa dilakukan petani adalah dengan teknik penyambungan antara batang bawah dari satu varietas mawar lain. Dengan teknik penyambungan ini diharapkan meningkatkan produktivitas tanaman. Kendala yang dihadapi adalah batang bawah yang tersedia di tingkat petani banyak terserang penyakit yang disebabkan oleh virus Teknik kultur in vitro dapat membantu pengadaan bibit secara cepat, seragam dan bebas patogen. Percobaan untuk mendapatkan media pertunasan telah diperoleh dari percobaan tahun pertama. Percobaan ini difokuskan kepada skrining formulasi media untuk merangsang sistem perakaran dan dilanjutkan dengan uji aklimatisasi di rumahkaca. Perlakuan yang dicoba untuk induksi perakaran adalah membandingkan dua jenis media dasar MS dan gamborg (1 dan 0,5 formula) yang dikombinasikan dengamn zat pengatur tumbuh IBA (0,1,2, dan 3 mg/l) dan IAA (0,1,2, dan 3 mg/l). Perlakuan disusun secara factorial dengan rancangan lingkungan acak lengkap. Pada pengujian aklimatisasi di rumahkaca dibandingkan empat jenis media tanam berikut; (1) kompos, (2).casting, (3), serbuk gergaji (4). Tanah (5).kompos+casting (6).kompos+tanah (1:1), dan (7).kompos+casting+tanah (1:1:1). Parameter yang diamati di Laboratorium adalah jumlah tunas dan buku, jumlah dan panjang akar ,sementara dirumahkaca adalah tinggi tanaman, jumlah cabang dan jumlah buku. Hasil penelititan menunjukkan bahwa untuk mawar lokal, media pengakaran terbaik adalah menggunakan MS atau gamborg tanpa memakai zat pengatur tumbuh. Sedangkan untuk mawar introduksi memerlukan formulasi MS maupun gamborg secara penuh, juga tanpa zat pengatur tumbuh. Pada percobaan aklimatisasi diperoleh hasil bahwa untuk mawar lokal, media tumbuh yang terbaik adalah campuran antara: kompos dan casting (1:1), sedangkan untuk mawar introduksi, semua jenis media, baik secara tersendiri maupun kombinasinya memberikan hasil sangat baik dengan tingkat keberhasilan 100%. Untuk meningkatkan effisiensi, disarankan dalam aklimatisasi mawar introduksi, sebaiknya menggunakan media kompos. Kata kunci: Rosa multiflora; Batang bawah; Perbanyakan; Kultur in vitro; Media tumbuh; Aklimatisasi.

    2005 Supriati,Y. Dan W.H. Adil download
    3 Dayaguna Kompos Limbah Pertanian Berbahan Aktif Cendawan Gliocladium terhadap Dua Varietas Krisan

    Penelitian bertujuan mengetahui dayaguna kompos limbah pertanian berbahan aktif cendawan gliocladium dalam budidaya krisan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Instalasi Penelitian Tanaman Hias, Segunung dari bulan Juni sampai dengan November 2000. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok pola faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama terdiri dari varietas saraswati dan retno dumilah serta enam dosis gliokompos sebagai faktor kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan tumbuh dan hasil bunga terbaik ditunjukkan oleh varietas saraswati. Penggunaan gliokompos sampai dengan 0,5 kg/m2 ternyata meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit tular tanah serta meningkatkan pertumbuhan tanaman dan hasil bunga. Kata kunci: Dendranthema grandiflora; Gliocladium; Kompos; Pertumbuhan; Hasil

    2005 Wasito, A. dan W. Nuryani download
    4 Studi Pembuatan Antiserum Poliklonal untuk Deteksi cepat Virus Mosaik Mentimun pada Krisan

    Virus mosaik mentimun merupakan salah satu patogen penting pada berbagai tanaman hortikultura, termasuk tanaman krisan. Untuk mengetahui secara dini infeksi virus pada tanaman, maka perlu dikembangkan metode deteksi cepat. Penelitian ini bertujuan mendapatkan antiserum poliklonal untuk deteksi cepat virus mosaik mentimun pada krisan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Virologi Balai Penelitian Tanaman Hias, Segunung dari bulan April sampai Desember 2000. Antiserum terhadap CMV pada tanaman krisan telah dihasilkan dengan cara penyuntikan virus murni CMV pada kelinci dengan konsentrasi setiap penyuntikan sebesar 1 mg/ml. Antiserum yang diuji terdiri dari enam periode pengambilan darah. Pengujian menggunakan metode ELISA tidak langsung. Hasil pengujian menunjukan bahwa dari enam kali pengambilan darah ternyata bereaksi positif, yaitu dengan adanya konsentrasi antibodi dalam darah meningkat. Antiserum juga dapat digunakan untuk mendeteksi langsung terhadap ekstrak daun krisan yang terinfeksi CMV. Kepekaan antiserum tertinggi pada pengambilan darah ke empat dan ke enam dengan konsentrasi 1/100 dan 1/500 terhadap pengenceran sampel 1/10 dan 1/100. Kata kunci; Dendranthema grandiflora; CMV; Antiserum; ELISA tidak langsung.

    2005 Rahardjo, I.B. ,A.Muharam, dan Y.Sulyo download
    5 Proteksi Silang untuk Pengendalian Virus Mosaik Mentimun pada Krisan

    Salah satu virus yang menyerang tanaman krisan adalah CMV. Alternatif pengendalian CMV pada krisan adalah menggunakan vaksin CARNA 5. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui teknik aplikasi vaksin yang paling efektif dalam memproteksi CMV pada krisan. Penelitian di laksanakan di Laboratorium Virologi Balai Penelitian Tanaman Hias, Segunung dari bulan Januari sampai Desember 2001. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok tiga ulangan dengan delapan perlakuan, yaitu (1) penyambungan,(2) inokulasi mekanis vaksin CARNA 5 dengan konsentrasi 5 ug/ml, (3) inokulasi mekanis vaksin CARNA 5 dengan konsentrasi 15 ug/ml, (4), inokulasi mekanis vaksin CARNA 5 dengan konsentrasi 20 ug/ml, (5) inokulasi mekanis vaksin CARNA 5 dengan konsentrasi 25 ug/ml, (6) melalui serangga (kutu daun) dan (7) tanaman krisan sehat (kontrol). Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman krisan yang diberi vaksin pada berbagai cara aplikasi tidak menunjukkan gejala mosaik. Warna bunga pada semua perlakuan tidak menampakkan gejala pecah warna. Kata kunci; Dendranthema grandiflora; CMV;Pengendalian; Proteksi silang;CARNA 5.

    2005 Rahdjo,I.B., dan Y.Sulyo download