Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 14 VOL. 1
  • Jurnal Hortikultura No. 14 Vol. 1
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Media Sapih Alternatif untuk Plantlet Anggrek Vanda

    Untuk membantu usaha pembibitan anggrek vanda perlu disediakan media sapih alternatif yang lebih murah dan berkualitas baik sebagai pengganti media Vacin & Went atau Knudson. Penelitian dilaksanakan di laboratorium Pemuliaan Kebun Percobaan Pasarminggu, Balai Penelitian Tanaman Hias mulai bulan Mei sampai dengan November 1999. Perccobaan dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima ulangan.Bahan yang diuji adalah protokorm dari populasi F1 vanda hasil persilangan antara V. tri color X V. Dewi sri.Perlakuan terdiri atas delapan jenis media sapih plantlet yang mengandung pupuk daun dengan N tinggi dan media Vacin & Went sebagai pembanding.Konsentrasi yang digunakan adalah 3 g/l media untuk pupuk kristal dan 3 ml/l media untuk pupuk cair. Kedelapan pupuk daun tersebut adalah pupuk daun kristal No.63; pupuk daun lengkap kristal, pupuk majemuk kristal larut air, pupuk daun cair dengan EDTA chelates, pupuk organik cair plus, pupuk daun kristal untuk sayuran dan rumput taman, pupuk daun kristal dengan tonik spesial, pupuk cair kandungan N tinggi. Pengamatan dilakukan pada bulan ketujuh setelah penyapihan kecambah. Parameter yang diamati adalah panjang daun,jumlah daun, panjang akar, jumlah akar, tinggi tanaman, jumlah tunas dan berat basah plantlet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai media sapih, pupuk daun cair dengan EDTA chelates, dan pupuk daun No. 63 memberikan pengaruh yang sama baiknya dengan me dia Vacin dan Went terhadap pertumbuhan panjang daun, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar, tinggi tanaman, jumlah tunas, dan berat basah plantlet. Kedua pupuk daun di atas dapat digunakan sebagai media sapih plantlet anggrek vanda. Kata kunci: Plantlet Vanda; Media; Pupuk daun

    2004 Bety, Y. A. download
    2 Pengaruh Berbagai Sumber Arang dalam Media Kultur In Vitro terhadap Pertumbuhan Plantlet Oncidium

    Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai macam sumber arang terhadap pertumbuhan plantlet anggrek Oncidium. Anggrek Oncidium merupakan salah satu jenis anggrek yang disukai konsumen. Budidaya anggrek umumnya menggunakan bibit yang berasal dari kultur in vitro. Optimasi media dalam kultur in vitro sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan multiplikasi dan kualitas bibit. Salah satu cara untuk mengoptimasi media in vitro yaitu dengan pemberian sumber arang aktif. Bahan penelitian yang digunakan adalah plantlet anggrek Oncidium Goldiana yang ditumbuhkan dalam media Vacin dan Went padat dengan penambahan air kelapa 150 ml/l, sukrosa 20 g/l,dan bubur pisang 50 g/l. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok dengan lima perlakuan dan lima ulangan.Perlakuan terdiri atas pemberian sumber arang ke dalam media kultur, yaitu: tanpa arang (kontrol),arang aktif proanalisis 2 g/l, arang aktif teknis 2 g/l, norit 2 g/l, dan arang kayu 2 g/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang aktif proanalisis 2 g/l atau norit 2 g/l ke dalam media kultur dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi plantlet, luas daun, jumlah tunas anakan, dan jumlah akar. Kata kunci : Arang aktif; Anggrek; Oncidium; Media; Plantlet; Kultur in vitro

    2004 Widiastoety, D. dan B. Marwoto download
    3 Uji Kepekaan Gamma-Globulin Anti serum Poliklonal Cucumber Mosaic Virus untuk Deteksi Cepat CMV dengan Metode Elisa Tidak Langsung pada Tanaman Tapak Dara (Vinca sp.)

    Virus mosaik ketimun (CMV) merupakan salah satu patogen penting pada berbagai tanaman hortikultura, termasuk tanaman tapak dara.Untuk dapat mengetahui secara dini infeksi virus pada tanaman, maka perlu dikembangkan metode deteksi cepat. Salah satu metode serologi yang paling banyak digunakan dewasa ini untuk deteksi virus secara cepat adalah ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay).Penelitian ini bertujuan memperoleh gamma-globulin murni dari antiserum poliklonal CMV dan mengetahui konsentrasi optimalnya untuk deteksi cepat.Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Virologi, Balai Penelitian Tanaman Hias, Segunung, Pacet, Cianjur, Jawa Barat, dari bulan Januari sampai Desember 2001. Antiserum diproduksi dengan cara penyuntikan virus murni CMV secara bertahap pada kelinci dengan konsentrasi setiap penyuntikan sebesar 1 mg/ml yang dilakukan pada penelitian sebelumnya. Pemurnian gamma-globulin mengikuti metode Clark & Adam. Konsentrasi gamma-globulin diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 280 nm.Pengujian kepekaan gamma-globulin terhadap antigen dilakukan dengan metode ELISA tidak langsung. Hasil pengujian menunjukkan konsentrasi gamma-globulin sebesar 1 mg/ml dengan uji ELISA tidak langsung, konsentrasi gamma-globulin yang optimal untuk deteksi CMV adalah sebesar 1 mg/ml dengan pengenceran enzim conjugated goat anti rabbit dan sampel, masing-masing sebesar 1/25.000 dan 1/10 atau konsentrasi gamma-globulin sebesar 1mg/ml dengan pengenceran enzim conjugated goat anti rabbit dan sampel, masing-masing sebesar 1/10.000 dan 1/100. Kata kunci : Vinca sp.; Cucumber mosaic virus; Anti serum poliklonal; Gamma-globulin; ELISA tidak langsung.

    2004 Rahardjo I.B., Y. Sulyo, dan E. Diningsih download