Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 11 VOL. 3
  • Jurnal Hortikultura No. 11 Vol. 3
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Pengaruh Media Tanam dan Formula Nutrisi terhadap Hasil dan Kualitas Bunga Mawar Potong

    Percobaan dengan rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan telah dilakukan di lahan Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung, Cianjur pada tahun 1999-2000. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui media tanam dan formula nutrisi yang dapat memberikan hasil dan kualitas bunga mawar potong yang baik. Sebagai petak utama adalah tiga media tanam yang terdiri atas : tanah, tanah+pupuk kandang, tanah +pupuk kandang+serbuk daun bambu. Sedangkan anak petak adalah lima macam jenis nutrisi yaitu : tanpa pupuk, 45 g NPK/m2/2 minggu+kapur, nutrisi formula komersial dengan rahasia dagang, formula umum atau Belanda (Handreck&Black, 1994), dan formula Cipanas yang merupakan modifikasi formula Dewis&Freitas, 1970). Hasil percobaan menunjukkan terjadi interaksi nyata antara media tanam dan formula nutrisi pada peubah bobot bunga segar/tangkai. Pada semua jenis media tanam bobot bunga tertinggi diperoleh dari pemberian nutrisi formula Cipanas. Diameter kuncup bunga tertinggi (18,6 mm) diperoleh pada media tanam tanah + pupuk kandang + serbuk daum bumbu (2:1:1). Nutrisi formula komersial memberikan diameter kuncup bunga tertinggi (18,7 mm). Pemberian nutrisi 45 g NPK/m2/2 minggu, formula umum dan formula Cipanas menghasilkan panjang tangkai bunga berturut-turut 54,4,57,4, dan 54,7 cm dan nyata lebih baik dibandingkan dengan kontrol (46,4 cm). Hasil bunga berkisar antara 35,1-40,9 tangkai/ petak atau 18,6-21,6 tangkai/m2 tidak dipengaruhi media tanam dan formula nutrisi. Kata kunci :Rosa hybrida; Media tanam; Formula nutrisi.

    2001 Rahayu Tejasarwana dan Toto Sutater download
    2 Variabilitas Genetik, Heritabilitas, dan Penampilan Fenotipik 18 Klon Mawar di Cipanas

    Percobaan dilaksanakan di rumah plastik Instalasi Penelitian Tanaman Hias Cipanas, Cinajur, 1.100 m di atas permukaan laut, dari bulan Maret 1997 sampai dengan bulan September 1997. Tujuan percobaan adalah untu estimasi variabilitas genetik dan nilai heritabilitas, serta mendapatkan klon mawar untuk bunga potong hasil introduksi dari Belanda yang mempunyai penampilan fenotipik terbaik. Percobaan ditata dalam rancangan acak kelompok, dengan perlakuan terdiri atas 18 klon mawar, dan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik panjang tangkai bunga, panjang ruas, jumlah daun majemuk per tangkai bunga, diameter tangkai bunga, diameter kuncup bunga, diameter bunga mekar, jumlah petalum per bunga, lama kesegaran bunga, umur panen, jumlah duri per tangkai bunga, kewangian bunga, dan kecerahan warna bunga, mempunyai variabilitas genetik yang luas serta heritabilitas yang tinggi, sedangkan jumlah bunga per tanaman mempunyai variabilitas genetik yang sempit dan heritablitas yang sedang. diantara klon mawar introduksi dari Belanda, klon 95090-47 mempunyai penampilan fenotipik terbaik, berdasarkan karakteristik tangkai bunga yang panjang, diameter tangkai bunga yang besar, jumlah dari pertangkai bunga yang sedikit, diameter kuncup bunga yang besar, diameter bunga mekar yang lebar, dan berwarna merah muda. Kemudian diikuti Klon 95062-03 yang berwarna merah orange. Kata kunci: Variabilitas; Genetik; Heritabilitas; Penampilan; Fenotopik, Klon; Mawar

    2001 Darliah,1 I. Suprihatin2, D.P. de Vries3, W. Handayati1, T. Herawati2 dan T. Sutater1 download
    3 Teknik Ekstraksi Fragrans Bunga Krisan Yang Efisien

    Penelitian ini dilaksanakan di Parongpong, Lembang, Jawa Barat dan Jakarta dari bulan April 1999 sampai dengan bulan Maret 2000. Tujuan penelitian ini adalah untu mendapatkan teknik ekstraksi fragrans yang efisien dari beberapa jenis bunga krisan dan derajat kemekaran. Perlakuan terdiri dari jenis bunga krisan yaitu Standar dan Puma dan derajat kemekaran 25,50, dan 75%. Ekstraksi fragrans dilakukan dengan vacum evaporator menggunakan pelarut hexane. Komposisi kimia atsiri dideteksi menggunakan GC-MS dengan standard fragrans. Bunga krisan Standard yang dipetik pada derajat kemekaran 75% memberikan mutu fragrans yang terbaik berdasarkan komposisi kimia pyrethrine, uji kegemaran, kadar jasmolin dan cinerin. Teknik ekstraksi ini bisa digunakan untuk menghasilkan pyrethrine sebagai bahan penyegar ruangan dan anti serangga. Kata kunci:Variabilitas; Genetik; Heritabilitas; Penampilan; Fenotopik, Klon; Mawar

    2001 Imam Muhadjir dan Dondy ASB download