Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • JURNAL HORTIKULTURA NO. 10 VOL. 1
  • Jurnal Hortikultura No. 10 Vol. 1
    No. Judul Artikel Tahun Penulis Download
    1 Usaha Pembuatan Antiserum Virus Mosaik Cymbidium (CyMV) untuk Deteksi Cepat

    Virus mosaik cymbidium (CyMV) dan virus mosaik tembakau strain anggrek (TMV-0) merupakan penyakit penting pada pertanaman anggrek di Indonesia. Suatu metode deteksi cepat terhadap virus yang diperlukan dalam menunjang pengadaan tanaman anggrek bebas virus. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Penelitian Tanaman Hias Segunung yang bertujuan membuat antiserum CyMV untuk deteksi cepat. Tanaman Cymbidium yang diduga terinfeksi CyMV diuji dengan DAS-ELISA dan uji hayati menggunakan tanaman indikator dan digunakan sebagai sumber inokulum. Virus ini dimurnikan dengan metode pengendapan polietilene glikol (PEG) dan sentrifugasi pada kecepatan rendah. Antiserum CyMV dikembangkan pada kelinci. Penyuntikan virus murni dengan dua cara, yaitu intravainal dan instramuskular, masing-masing pada dua ekor kelinci. Tujuh kali suntikan dengan larutan virus murni (1 mg/ml) dilakukan pada masing-masing kelinci dengan interval satu minggu. Pengambilan darah dilakukan enam kali untuk mengumpulkan antiserum. Titer antiserum setiap pengambilan darah diuji dengan metode ELISA tidak langsung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dua dari tiga tanaman Cymbidium yang diuji terinfeksi hanya oleh CyMV. Larutan virus murni memberikan nilai absorban tertinggi pada 260 nm. Hal ini menunjukkan keberhasilan pemurnian dengan metode yang digunakan. Rataan konsentrasi virus sebesar 14,025 mg/ml. Volume antiserum yang diperoleh adalah 2 sampai 9 ml dari pengambilan darah pertama sampai kelima, tetapi mencapai 40 ml pada pengambilan darah pertama sampai kelima, tetapi mencapai 40 ml pada pengambilan darah terakhir. Titer tertinggi dari antiserum adalah 1024, yaitu pada pengambilan darah keempat, 34 hari setelah penyuntikan pertama. Hal ini terjadi baik pada penyuntikan intravainal dan intramuskular. Titer antiserum secara intraveinal selalu lebih tinggi dari yang intramuskular, tetapi mulai menurun pada pengambilan darah keempat. Antiserum pada pengambilan darah keempat dapat digunakan lebih lanjut untuk pengembangan suatu perangkat uji ELISA untuk deteksi cepat CyMV. Kata kunci : Cymbidium; Antiserum; Virus mosaik cymbidium; Deteksi virus

    2000 Agus Muharam 1, Dyah Widiastoety 2, dan Indijarto B. Rahardjo 3