POTENSI AGENS HAYATI DAN MIKROBE ANTAGONIS DALAM PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN HIAS

Penggunaan agens hayati merupakan alternatif untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman hias. Cara ini mempunyai banyak keuntungan, di antaranya efektif, murah, mudah diperoleh dan tidak ada dampak negatif terhadap : (tanaman yang dibudidayakan, serangga hama yang berguna, manusia), tidak meninggalkan residu pada bahan tanaman dan tidak menyebabkan polusi terhadap lingkungan. Hasil akhir penelitian dari kegiatan-kegiatan percobaan tahun 2001 (proposal ini ) adalah sebagai berikut: 1) Penanggulangan hama melati Palpita unionalis dengan insektisida botani. Hasli penelitian 2) Pemanfaatan Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae untuk mengendalikan tungau pada anyel 3) Pemanfaatan gamblr dan ekstrak tanaman terhadap penyakit karat pada krisan. 4) Pemanfaatan vaksin CMV+Carna5 untuk pengendalian penyakit virus pada krisan. 5) Pemanfaatan Pseudomonasgf/uorescens, Gliocladium sp dan Trichoderma harzianum untuk mengendalikan penyakit layu pada anyel 6) pemanfaatan mikroba antagonis Xantomonas maltophiliae untuk mengendalikan penyakit mawar. 7) Pemanfaatan Pseudomonas Nuorescens untuk mengendalikan penyakit busuk lunak pada anggrek Phalaenopsis. 8; Pemanfaatan Pseudomonas Huorescens, Gliocladium sp dan Trichoderma harzianum untuk mengendalikan penyakit layu pada krisan. 9) Pemanfaatan agens hayati untuk mengendalikan nematode bengkak akar pada krisan.

SebelumnyaEkobiologi Hama dan Penyakit Penting pada Tanaman Hias
SelanjutnyaPengawetan Bunga Potong dan Pengendalian Mutu