INOVASI TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH MENDUKUNG PENGEMBANGAN INDUSTRI FLORIKULTURA BERDAYA SAING GLOBAL

Industri florikultura merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang penting di Indonesia. Meningkatnya produksi luas area panen, produktivitas, Pendapatan Domestik Bruto (PDB), ekspor, jumlah tenaga kerja yang terlibat, Nilai Tukar Petani (NTP) dari tahun ke tahun menjadi indikator penting akan peran signifikan kemajuan industri tersebut. Untuk mendukung pengembangan agribisnis florikultura, khususnya pada anggrek (Phalaenopsis dan Dendrobium), krisan, lili, leather leaf fern, gerbera, Rhapis excelsa sebagai komoditas tanaman hias penting di Indonesia, Kementerian Pertanian dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), sebagai salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura hingga tahun 2013 telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi produksi bibit tanaman hias berkualitas. Teknologi produksi bibit tanaman hias berkualitas tersebut diantaranya: (1) teknologi perbanyakan Phalaenopsis melalui somatik embriogenesis, (2) teknologi perbaikan kapasitas regenerasi dan penyiapan bibit krisan secara in vitro, (3) teknologi pembebasan virus dan viroid pada krisan, (4) teknologi perbanyakan lili secara in vitro, (5) teknologi perbanyakan masa leather leaf fern secara in vitro. Teknologi-teknologi tersebut diharapkan memiliki peran yang sangat signifikan dalam menunjang kemajuan industri florikultura di Indonesia

SebelumnyaPenyediaan Varietas Unggul Anggrek melalui Inovasi Pemuliaan
SelanjutnyaSeratus Jenis Begonia Eksotik Kebun Raya Siap Bersaing Mendukung Bisnis Florikultura di Masa Yang Akan Datang