STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI DI KABUPATEN SOLOK BERBASIS AGROINDUSTRI KRISAN

Solok merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi sebagai pusat pengembangan tanaman krisan di pulau Sumatera. Potensi pengembangan krisan di Kabupaten Solok sangat didukung oleh kondisi agroklimatologi yang sesuai, SDM dan lokasi yang strategis. Budidaya krisan telah dimulai tahun 2007 di luasan lahan mencapai 6.372 m2 dengan total produksi per tahun mencapai 364.000 tangkai dan produktivitas 96 tangkai/m2. Untuk mendukung pengembangan krisan maka Pemerintah Daerah Kabupaten Solok menyusun strategi pembangunan agroindustri krisan, yaitu: (1) Tahap Peletakan Fondasi (2008-2015), (2) Tahap Pengembangan (2015-2020) dan (3) Tahap Pemantapan (2020-2025). Tahap peletakan fondasi agroindustri krisan dilakukan hingga tahun 2015, pemerintah daerah bersama dinas terkait berupaya untuk (1) meningkatkan produksi bunga potong krisan hingga 500.000 tangkai per tahun, (2) mampu memenuhi kebutuhan benih krisan secara mandiri, (3) menerapkan GAP disisi produksi dan GHP pada pasca panen, (4) menyediakan sarana produksi yang terjangkau, (5) membangun rantai pasok pemasaran untuk menjangkau pasar Nasional dan Internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok tidak mungkin bekerja sendiri, oleh karena itu untuk mencapai target pada tahap peletakan fondasi, dukungan dan kerjasama semua pihak, khususnya dengan Balai Penelitian Tanaman Hias perlu dikembangkan dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

SebelumnyaPeningkatan Peran Konservasi dan Pemanfaatan Sumberdaya Hayati Tanaman Hias dalam Mendukung Pembangunan Industri Florikultura Indonesia
SelanjutnyaKebutuhan Inovasi Teknologi Mendukung Pembangunan Industri Florikultura Berdaya Saing Global