METODE PENGUJIAN KETAHANAN PHALAENOPSIS HASIL SILANGAN F1 TERHADAP INFEKSI ERWINIA CAROTOVORA SUBSP. CAROTOVORA SECARA IN VITRO

Di Indonesia, Phalaenopsis dibudidayakan dan dikembangkan secara konvensional sehingga kendala penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh Erwinia carotovora subsp carotovora belum dapat teratasi dengan pembentukan kultivar tahan karena sumber genetik ketahanan tersebut tidak tersedia. Dalam proses perbaikan tanaman untuk memperoleh genotipe Phalaenopsis yang resisten terhadap Erwinia ini membutuhkan metode inokulasi yang efektif untuk penapisan plasma nutfah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi efektifitas metoda inokulasi Erwinia carotovora subsp carotovora dan kerapatan bakteri untuk menginduksi timbulnya infeksi penyakit busuk lunak pada bibit Phalaenopsis serta (2) mengevaluasi respon empat genotipe Phalaenopsis silangan terhadap infeksi Erwinia carotovora subsp carotovora secara in-vitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inokulasi yang cukup efektif adalah menggunakan metode pelukaan dengan kerapatan bakteri 107 cfu/ ml. Pada kerapatan bakteri 107 cfu/ml sudah efektif untuk menginfeksi lebih dari 50% plantlet secara in-vitro. Metode infeksi di lapang yang paling sesuai adalah menggunakan pelukaan namun membutuhkan ruang inkubasi tertutup. Respon plantlet ke empat hasil silangan Phalaenopsis sangat rentan pada 508 dan 655, dan rentan pada 529 dan 688.

Kata kunci: penyakit busuk lunak, resistensi, metode inokulasi, Phalaenopsis.

SebelumnyaStudi Kasus Teknologi Budidaya Anggrek Dendrobium di Esties's Orchid, Depok-Jawa Barat
SelanjutnyaPra-Evaluasi Ketahanan Aksesi Anggrek Phalaenopsis dan Dendrobium terhadap Cymbidium Mosaic Virus (CyMV) dan Odontoglossum Ring Spot Virus (ORSV)