INOVASI TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA/PENYAKIT UTAMA MENDUKUNG PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS ANGGREK YANG BERDAYA SAING TINGGI

Permintaan anggrek di pasar domestik dan manca Negara dari tahun ke tahun terus selalu miningkat secara signifikan, namun volume dan nilai ekspor anggrek Indonesia justru mengalami penurunan. Hal ini disebabkan produktivitas dan kualitas yang masih rendah, yang salah satunya diakibatkan adanya serangan hama dan penyakit tanaman (HPT). Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas anggrek Indonesia dalam rangka menekan serangan HPT dan meningkatan daya saingnya diperlukan teknologi pengendalian HPT yang optimal. Beberapa inovasi teknologi pengendalian HPT yang mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas anggrek yang dihasilkan Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) pada kurun waktu sepuluh tahun terakhir ialah pengendalian hama-penyakit terpadu (PHT), aplikasi biopestisida, dan pestisida kimiawi secara bijaksana. Biopestisida berbahan aktif bakteri antagonis (Bio PF) yang diperkaya dengan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), jamur antagonis (Gliocladium dan Trichoderma) dan bahan tanaman (neem dan tuba) berpotensi sebagai insektisida, bakterisida, fungisida dan moluskasida. Biopestisida produk Balithi terbukti dapat mengendalikan berbagai permasalahan HPT dilapangan, beberapa produk telah mendapatkan hak paten dan dikerjasamakan dengan perusahaan swasta Nasional.

Kata kunci: Anggrek, hama-penyakit, pengendalian terpadu, biopestisida.

SebelumnyaInovasi Teknologi Perbanyakan In Vitro dan Kultur Meristem Mendukung Tersedianya Bibit Bermutu Anggrek Secara Berkelanjutan
SelanjutnyaJenis-Jenis Anggrek yang Terdapat di Sumatera Utara