Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA SUBANG GLADIOL DENGAN PENGASAPAN DAN BIOPESTISIDA
  • No. Deskripsi Tahun Penulis Download
    1 Gladiol (Gladiolus hybridus L.) merupakan komoditas tanaman hias yang mempunyai prospek pengembangan yang cukup cerah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Salah satu penyakit utama yang menyerang tanaman tersebut ialah layu yang disebabkan oleh fusarium oxysporum f. sp. gladioli. Di Indonesia, kehilangan hasil akibat serangan patogen tersebut hampir mencapai 100%. Tujuan penelitian ialah mengendalikan F. oxysporum f. sp. gladioli serta mendorong pertumbuhan tunas subang gladiol melalui pengasapan dan aplikasi biopestisida. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Hias Segunung (1.100 m dpl.) dari bulan Januari sampai Desember 2009. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasapan dari hasil pembakaran tempurung kelapa yang ditambah dengan Prima BAPF dapat merangsang pertumbuhan tunas pada subang gladiol, tetapi tidak mampu menekan jumlah subang terinfeksi dan intensitas penyakit busuk Fusarium di gudang penyimpanan. Untuk percobaan yang dilakukan di lapangan, perlakuan gabungan antara pengasapan dari hasil pembakaran tempurung kelapa yang ditambah dengan belerang dan Prima BAPF merupakan perlakuan terbaik untuk mengendalikan penyakit layu Fusarium. Aplikasi perlakuan tersebut menurunkan jumlah tanaman layu, menurunkan nilai AUDPC perlakuan, dan dapat meningkatkan produksi bunga gladiol. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diadopsi oleh petani guna mengendalikan F. oxysporum f. sp. gladioli secara luas. Katakunci: Gladiolus hybridus; Fusarium oxysporum f. sp. gladioli; Pengendalian; Pengasapan; Biopestisida. 2011 Nuryani, W., E. Silvia Yusuf, I Djatnika, Hanudin, dan B. Marwoto

    Daftar Publikasi Lainnya (Jurnal Hortikultura No. 21 Vol. 1)