Website-Resmi-Balai-Penelitian-Tanaman-Hias-Kementerian-Pertanian

  • FORMULASI BIOPESTISIDA BERBAHAN AKTIF BACILLUS SUBTILIS, PSEUDOMONAS FLUORESCENS, DAN CORYNEBACTERIUM SP.NONPATOGENIK UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT KARAT PADA KRISAN
  • No. Deskripsi Tahun Penulis Download
    1 Karat putih yang disebabkan oleh Puccinia horiana merupakan salah satu penyakit pada krisan yang dapat menimbulkan kehilangan hasil sampai 100% . Selama ini untuk mengendalikan patogen tersebut, petani sering menggunakan pestisida kimiawi. Hal tersebut sangat mengkhawatirkan mengingat penggunaan fungisida sintetik secara berlebihan dapat mencemari lingkungan yang mernbahayakan bagi kehidupan makhluk hidup. Oleh karena itu, cara pengendalian alternatif yang efektif dan aman bagi lingkungan diperlukan untuk mengendalikan penyakit karat putih pada krisan. Salah satu alternatif cara pengendalian penyakit karat yaitu dengan mengaplikasikan biopestisida yang ramah lingkungan. Penelitian dilakukan di laboratorium, rumah kaca, dan rumah plastik Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Hias (1.100 m dpl), pada bulan April 2009 sampai Februari 2010. Tiga spesies bakteri antagonis sebagai bahan aktif biopestisida (Bacillus subtilis Cs 1a, Corynebacterium sp. 1, dan Pseudomonas flurescens 3 Sm) dan bahan pembawa (campuran antara ekstrak kascing, molase, gula pasir, dan atau kentang), masing-masing diformulasi dalam 12 jenis formula biopestisida cair.Formulasi biopestisida difermentasikan selama 3 minggu dalam keadaan aerobik menggunakan biofermentor. Viabilitas bahan aktif dalam bahan pembawa diuji setiap bulan, yaitu pada periode sebelum dan sesudah fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi bahan aktif setelah difermentasi selama 3 minggu selalu meningkat, populasi bahan aktif sebelum fermentasi sejumlah 105 cfu/ml meningkat menjadi 10 6-7 cfu/ml. Dua bulan setelah fermentasi, populasi bahan aktif biopestisida masih tetap tinggi yaitu berkisar antara 10 6-11 cfu/ml. Perlakuan ekstrak kascing + gula pasir + B. subtilis +P.fluorescens + Corynebacterium pada tingkat konsentrasi 0,3% merupakan perlakuan terbaik. Disamping dapat menekan intensitas serangan P. horiana (38,49%), formulasi biopestisida tersebut juga dapat menaikkan hasil panen bunga krisan layak jual sebanyak 14,58%. Katakunci: Krisan; Dendranrhema grandiflora; Bacillus subtilis; Pseudomonas fluorescens;corynebacterium sp.; Puccinia horiana; Biopestisida; Penyakit karat putih. 2010 Hanudin, W. Nuryani, E. Silvia, I Djatnika, dan B. Marwoto

    Daftar Publikasi Lainnya (Jurnal Hortikultura No. 20 Vol. 3)