EVALUASI KETAHANAN KLON-KLON KRISAN TERHADAP PENYAKIT KARAT PUTIH

Penyakit karat putih yang disebabkan oleh Puccinia horiana, merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya tanaman krisan. Patogen ini dapat menimbulkan kerusakan tanaman yang mencapai 100% sehingga tanaman itu tidak menghasikan bunga, karena cendawan ini telah menginfeksi sejak tenaman berumur 30 HST. Salah satu cara untuk mengendalikan patogen ini adalah menggunakan tanaman yang esisten. Namun informasi dan materi tanaman krisan yang resisten masih jarang, sehingga perlu dilakukan pengujian resistensi terhadappenyaki karat putih pada varietas yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui klon-klon harapan krisan yang tahan terhadap penyakit karat putih. Percobaan dilakukan di bawah naungan plastik di kebun Percobaan Instalasi Penelitian Tanaman Hias Segunung, yang terletak pada 1.100 m dpl. Percobaan dimulai sejak Juni s/d Desember 2001. Sebelas klon harapan krisan hasil hibridisasi dan perbanyakan bagian pemuliaan Balithi dijadikan sebagai perlakuan, ditambah dengan dua varietas yang bertindak sebagai kontrol resisten (var.saraswati/klon no.13.10) dan kontrol rentan (varietas lokal cipanas atau klon no.13.19). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok, dengan 13 perlakuan klon harapan krisan dan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa klon-klon 00.02 dan 00.07 menunjukan reaksi resisten pada 4 MST, klon 00.01, 00.03, 00.04, 00.05, 00.06, 00.08, 00.09, 00.10 dan yellow fiji menunjukan reaksi agak resisten, serta varietas lokal cipanas menunjukan reaksi sangat rentan terhadap P.horiania. Klon nomor 00.07 menunjukan tinggi tanaman yang paling tinggi bila dibandingkan dengan klon lain yang diuji (rataan 85,37 cm), dengan warna petal dan tabung berturut-turut adalah white group 155 C dan yellow green group 151B. Klon-klon unggul hasil penelitian, dapat menjadi sumber genetik untuk dikembangkan melalui pemuliaan tanaman. Kata kunci; Dendranthema grandiflora, Klon; Puccinia horiana; Ketahanan.

SebelumnyaDeteksi Virus pada Koleksi Tanaman Mawar yang telah Direjuvinasi Menggunakan Batang Bawah kultivar Multic
SelanjutnyaStudi Bioekologi Tungau pada Tanaman Mawar dan Pengendaliannya