ROSATI AGRIHORTI, ANGGREK VANDA MERAH JAMBU DENGAN CORAK BERBINTIK

Rosati Agrihorti merupakan salah satu varietas unggul Anggrek Vanda yang adaptif dibudidayakan di daerah dataran tinggi dan menggunakan naungan.

Kata Rosa berasal dari kata Rose (Inggris) yang dalam bahasa Indonesia berarti merah jambu dan kata ‘ti’ di belakang merupakan bagian dari kata corak bunga calon varietas, yaitu berbintik. Sehingga arti nama ini menggambarkan karakter bunga yaitu memiliki warna bunga merah jambu dengan corak berbintik.

Dalam budidayanya, fase remaja dan dewasa anggrek Vanda varietas Rosati Agrihorti tidak perlu media untuk penanamannya, karena anggrek Vanda  merupakan tanaman monopodial, yaitu memiliki pola tumbuh dengan batang utamanya akan terus tumbuh ke atas dengan beban daun-daunnya, sehingga perlu penyangga atau ajir untuk menopang batang dan bunganya. 

Ajir dan batang anggrek diikat dengan menggunakan tali yang tidak mudah lapuk, tanaman anggrek ditempatkan di pot khusus untuk anggrek Vanda yang kemudian digantung. 

Pot Vanda dengan semua sisi berlubang memberi kesempatan akar untuk tumbuh berkembang menjuntai ke bawah, tanaman Vanda yang subur dan sehat dapat terlihat dari banyaknya akar aktif.

Anggrek Vanda tidak memiliki umbi semu/pseudobulb, sehingga kemampuannya untuk menyimpan air sangat terbatas, oleh karena itu anggrek ini perlu mendapatkan air yang cukup dan rutin. 

Penyiraman sebaiknya dilakukan setiap hari pada pagi hari pada saat matahari terbit atau sore hari, sekitar satu jam sebelum matahari terbenam. Air disemprotkan menggunakan sprayer ke daun-daun dan akar secara merata.

Pengendalian hama dan penyakit anggrek Vanda varietas Rosati Angrihorti dilakukan dengan penyemprotan pestisida sesuai kebutuhan, hama yang sering dijumpai menyerang adalah Thrips. Hama ini menyerang pada bunga yang dapat mengakibatkan bunga  tidak mekar dengan sempurna, akhirnya gugur. 

Sedangkan penyakit yang dijumpai adalah busuk hitam yang disebabkan oleh Phytoptora dan bercak daun yang diakibatkan oleh serangan cendawan Cercospora spp. Untuk menghindari serangan organisme pengganggu tanaman adalah lingkungan tumbuh yang sehat, bersih, adanya cahaya dan sirkulasi udara yang lancar.

Pemulia: Minangsari Dewanti & Suskandari Kartikaningrum
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Sebelumnya Hilirisasi Teknologi Budidaya Tanaman Hias Anggrek di Lampung
SelanjutnyaIFAD Kunjungi Balithi Guna Melihat Progress Program YESS