BIMBINGAN TEKNIS PRODUKSI BENIH DAN BUNGA KRISAN DATARAN TINGGI BERORIENTASI EKSPOR

Tim RPIK Krisan Dataran Tinggi melaksanakan Bimtek Produksi Benih dan Bunga Krisan Dataran Tinggi Berorientasi Ekspor di Balai Perbenihan Pembibitan Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Tomohon - Sulut (11/6/2021)

Acara Bimtek dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Dr. Ir. Muhammad Taufik Ratule, M.Si, Asisten Perekonomian dan Perencanaan Kota Tomohon Ir. Enos Pontororing, M
Si, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si, dan Kepala BPTP Sulut Dr. Steivie Karouw, SP., M.Si.

Mengundang kurang lebih 80 peserta dari kalangan petani dan penangkar benih Krisan serta beberapa pendamping Dinas, Bimtek dilaksanakan dengan beberapa materi baik secara teori maupun praktek atau demo.

Bimtek diawali dengan pemaparan materi oleh Ir. Kurnia Yuniarto mengenai Produksi Benih dan Produksi Bunga Krisan Berbasis GAP dengan Kualitas Ekspor. Dalam pemaparannya Kurnia menekankan bahwa  untuk membangun pertanian Krisan yang berkualitas dan berdaya saing perlu didukung oleh benih dan sistem budidaya yang berkualitas juga, sehingga jika itu bisa dilakukan bukan tidak mungkin ekspor Krisan dapat terjadi.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dr. Sesilia Anita Wanget, SP., MP salah satu narasumber dalam acara tersebut. Sesilia menyampaikan Potensi Perbenihan Krisan di Kota Tomohon sebenarnya sangat besar, terlebih Tomohon memilik topografi yang mendukung sekaligus sarana prasarana yang sudah eksis, hanya perlu dibangun kelembagaan yang tepat pada kelompok tani sehingga ada alur yang jelas mulai dari hulu sampai dengan hilir.

Dari sisi perbanyakan Krisan skala laboratorium juga perlu diperkuat. Dr. Herni Shintiavira sebagai narasumber  Perbanyakan Krisan melalui Kultur Jaringan menyampaikan mengenai teknis-teknis dalam melakukan perbanyakan dengan Kultur yang tepat, sehingga dapat mengurangi kontaminasi dan mendapatkan benih yang berkualitas. 

Pemaparan materi dilanjutkan oleh Ir. Hanudin yang menyampaikan mengenai dukungan teknologi berupa pupuk hayati dan pestisida untuk mendorong produksi Krisan yang lebih tinggi, serta dilanjutkan oleh Mahendra sebagai narasumber dari BB Mektan yang akan mensupport dari segi instalasi fertigasi krisan dan modernisasi rumah lindung Krisan. 

Bimtek ditutup dengan kegiatan demo aplikasi teknologi dalam sistem budidaya Krisan mulai dari demo pembuatan pupuk dan pestisida hayati, pembuatan arang sekam, dan teknik aklimatisasi Krisan botolan pada media tanam.

SebelumnyaBalithi dan Tim Kunjungi Tomohon Lakukan Koordinasi dan Sinkronisasi RPIK Krisan Dataran Tinggi
SelanjutnyaRPIK Krisan Adaptif Dataran Rendah Balithi dengan BPTP Bali