BALITHI DAN TIM KUNJUNGI TOMOHON LAKUKAN KOORDINASI DAN SINKRONISASI RPIK KRISAN DATARAN TINGGI

Balai Penelitian Tanaman Hias melakukan kunjungan ke Balai Perbenihan Pembibitan Tomohon – Sulawesi Utara, Kamis (10/621) dalam rangka Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Kegiatan RPIK di Tomohon, Kamis (10/6/21).

Dalam acara hadir perwakilan dari Puslitbang Hortikultura Drs. Paidi, MM, M.Si sebagai PPK kegiatan RPIK; Kepala Balithi Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si; Kepala BPTP Sulut Dr. Steivie Karouw, S.TP., M.Sc; Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Dr. Karel Lala, SP., M.Si; Penanggung Jawab RPIK Tomohon Dr. Fitri Rachmawati, SP., M.Si; dan Perwakilan BB Mektan Mahendra beserta Tim yang terlibat dalam RPIK Tomohon.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala BPTP Sulut Dr. Steivie Karouw, S.TP., M.Sc, yang menyampaikan bahwa kegiatan RPIK menjadi dukungan yang sangat besar bagi pengembangan Krisan di Kota Tomohon.
Steivie juga menyampaikan bahwa harus segera dilakukan koordinasi tim agar program pengembangan Krisan melalui RPIK dapat terlaksana dengan baik.

Pada kesempatan yang sama Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Dr. Karel Lala, SP., M.Si sangat menyambut baik kegiatan RPIK Krisan di Kota Tomohon dan tentunya akan membantu dalam memfasilitasi hal-hal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon sendiri,telah menyediakan lokasi untuk  kegiatan RPIK Krisan di BPP dan Agrowidya Wisata (Show Window) dengan pertimbangan sarana dan prasarana di lokasi tersebut sudah eksis serta telah dilengkapi beberapa rumah lindung.

Dalam acara tersebut, Kepala Balithi Dr. Ir. Muhammad Thamrin, M.Si juga menyampaikan bahwa Tomohon dipilih untuk kegiatan RPIK karena sebagai salah satu sentra tanaman Krisan di Indonesia yang memiliki dukungan sarana dan prasarana memadai. Selain itu, Tomohon berbatasan dengan negara lain yang tentunya strategis dalam upaya mendukung ekspor Krisan.

Thamrin juga menyampaikan bahwa target Litbang Pertanian dalam RPIK adalah Krisan yang berorientasi ekspor, sehingga harapannya pada tahun 2022 ekspor sudah dapat dilakukan.
Kegiatan RPIK juga bertujuan untuk meningkatkan dan mewujudkan pertanian berbasis kawasan yang dapat berdampak nyata kepada masyarakat melalui peningkatan ekonomi, ujar Thamrin.
Salah satu tolok ukur dari keberhasilan program RPIK juga perlu didukung dengan kebenaran administrasi. Drs. Paidi, MM, M.Si selaku PPK kegiatan RPIK Krisan menyampaikan bahwa data dukung berupa eviden dalam setiap pelaksanaan kegiatan harus ada, sehingga dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu, Paidi juga menyampaikan bahwa perlunya kehati-hatian dalam menggunakan anggaran kegiatan agar sesuai dengan capaian atau output yang telah direncanakan.

Terdapat beberapa kegiatan di dalam RPIK Krisan di Kota Tomohon. Dr. Fitri Rachmawati, SP., M.Si selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan terdiri dari sosialisasi, bimtek, FGD, penelitian kelembagaan, baseline survey, pendampingan petani dan penangkar, display tanaman induk dan produksi berbasis Good Agricultural Practice, penelitian pendukung, serta temu lapang.
Sebagai informasi Tim RPIK Krisan telah melakukan peninjauan rumah lindung Krisan di BPP Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon sebagai bentuk persiapan awal untuk memulai rangkaian kegiatan RPIK

SebelumnyaTindak Lanjut Program Kostratani, Balithi Melakukan Kunjungan ke BPP Cugenang
SelanjutnyaBimbingan Teknis Produksi Benih dan Bunga Krisan Dataran Tinggi Berorientasi Ekspor