TEKNIK PEMELIHARAAN MAWAR POTONG

Pemberian air pengairan. 
Pengairan dilakukan dengan menggunakan sistem rough drip. Cara kerja pemberian air pengairan dengan sistem ini yaitu pipa paralon panjang dimasukkan ke dalam drum yang berisi air bersih, setelah itu dipompa dengan pompa listrik yang sudah dipasang selang untuk dimasukkan ke dalam paralon jaringan irigasi. Dari paralon ini air akan disalurkan ke selang rough drip sepanjang baris tanaman di permukaan media tanam sepanjang baris tanaman. Satu selang rough drip dipasang di setiap baris tanaman.

Selang rough drip berukuran sekitar 0,5 inci dengan setiap 20 cm ada lubang penetes air.  Kemudian dengan sendirinya air atau larutan pupuk akan menetes sedikit demi sedikit dari selang tersebut.  Pada bulan kesatu sampai kedua setelah tanam, pengairan dilakukan secara terus menerus setiap hari satu kali penyiraman. Pengairan dilakukan setiap pagi. Pada tanaman mawar menjelang dewasa dan seterusnya pengairan tidak hanya dilakukan melalui selang rough drip, tetapi juga melalui penyemprotan menggunakan pipa paralon dan nozzle berupa pengabutan ke seluruh pertanaman. Hal ini dilakukan agar dapat membersihkan hama-hama, penyakit khususnya embun tepung dan debu yang terdapat pada daun.

Pemangkasan.
Dikenal dua jenis pemangkasan, yaitu pemangkasan ringan dan pemangkasan berat. Pemangkasan ringan dilakukan dengan cara membuang tunas kecil, lemas, dan tunas yang terkena penyakit. Sedangkan pemangkasan berat dilakukan bila tanaman terkena penyakit yang sudah parah dan sulit ditanggulangi dengan pestisida. 

Biasanya yang terjadi di lapangan, pemangkasan berat yang dilakukan akan berakhir dengan matinya tanaman yang dipangkas. Oleh karena itu pemangkasan harus dilakukan sesuai dengan keadaan tanaman dan pemeliharaan selanjutnya yang lebih intensif seperti pemberian pupuk yang cukup, agar terpacu pertumbuhan tunas-tunas baru. Tujuan dari pemangkasan ini adalah untuk merangsang tumbuhnya tunas-tunas baru yang produktif.

Pemupukan.
Pada tanah jenis andosol yang memiliki tekstur kasar dan kapasitas tukar kation rendah yang disebabkan oleh kandungan liatnya rendah. Partikel tanah yang aktif menjerap ion adalah liat. Bahan organik juga memiliki kemampuan dalam menjerap ion. Oleh karena itu penambahan bahan organik sangat membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik.

Pupuk yang baik bagi tanaman mawar adalah pupuk organik. Oleh sebab itu, tanaman mawar yang pupuk dasarnya berupa pupuk organik akan tumbuh subur, karena pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro. Akan tetapi karena sifat pupuk organik ini sangat lambat tingkat kelarutannya dan dekomposisinya maka untuk memacu pertumbuhannya, tanaman mawar perlu diberi pupuk dari unsur anorganik makro dan mikro. Pemupukan pada tanaman mawar dilakukan sejak awal tanam dan dilakukan setiap satu minggu dua kali.

Arsitektur tanaman 
Tanaman mawar yang dirancang sebagai bunga potong perlu dibentuk agar kualitas bunga memenuhi permintaan konsumen di pasaran bunga. Setelah beberapa hari ditanam, dari cabang bibit yang ditanam tumbuh tunas-tunas baru yang kecil sebagai tunas utama yang pertama tumbuh. Setelah 5-6 minggu akan muncul bakal kuntum bunga yang kecil. Kuntum ini harus segera dibuang atau dilakukan pinching, lalu batangnya dilakukan bending atau dirundukkan. Dalam melakukan perundukan ini harus hati-hati dan diusahakan agar tunas yang dilakukan bending tidak patah. 

Tempat pelipatan tunas/batang yang dilakukan bending sekitar dua ruas dari pangkal batang. Untuk membantu perundukan agar tunas tidak kembali tegak maka tunas dapat dilengkungkan kemudian diletakkan di bawah kawat yang telah direntangkan sedikit di atas tanah. Seluruh tunas utama dan tunas yang tidak produktif dibending. Perundukan dilakukan ke arah dalam barisan agar tidak mengganggu dalam pemeliharaan. Setelah batang dilakukan bending, akan tumbuh tunas “bottom break” yang tumbuh lurus ke atas. Dari bottom break inilah produksi bunga mawar potong dapat diperoleh karena memiliki batang yang kokoh dan besar. Arsitektur tanaman ini mengikuti gaya Jepang.

Pengendalian gulma, hama dan penyakit 
Gulma yang tumbuh di sekitar pertanaman dan percobaan perlu dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit yang mungkin menyerang tanaman. Penyiangan dilakukan sebulan sekali atau tergantung pertumbuhan gulma. Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma secara hati-hati agar akar tanaman tidak rusak dan membuang tunas-tunas liar yang tumbuh dari batang bawah dengan menggunakan pisau ataupun tangan. Selain itu juga dilakukan pinching atau pembuangan tunas baru yang tumbuh di ketiak daun yang dilakukan setiap 2-3 kali seminggu secara manual dengan menggunakan tangan. 
Hal ini dilakukan agar bunga mawar yang dihasilkan dari satu tangkai atau batang hanya satu kuntum saja yang kualitasnya terbaik. Pinching juga dilakukan terhadap tunas-tunas batang bawah yang tidak dikehendaki tumbuh karena mengganggu pertumbuhan tunas batang atas.
(Monograf no. 10 Teknologi Produksi Mawar)

SebelumnyaRuscus, Tanaman Hias Daun Yang Dapat Diperbanyak Dengan Kultur Jaringan
SelanjutnyaPerbanyakan Gerbera Secara In Vitro Menggunakan Kuncup Bunga Muda Sebagai Sumber Eksplan