BUNGA UNTUK DIMAKAN, BELUM BIASA ATAU ANEH?

Kuliner nusantara sudah akrab dengan masakan berbahan baku bunga, di beberapa daerah ada masakan berbahan bunga dan sangat popular sebut saja tumis bunga papaya, pecel kembang turi, sambal bunga kecombrang, sayur besan khas Betawi yang tidak lain adalah sayur bunga terubuk, dan masih banyak lagi jenis masakan yang memanfaatkan bunga yang ada di sekitar pekarangan atau kebun, semuanya kekayaan kuliner nusantara.

Beberapa jenis bunga yang ada di Indonesia dan biasa dimakan dalam bentuk hidangan sayuran adalah: bunga pisang atau jantung pisang, bunga pepaya, bunga turi, bunga bawang merah, bunga genjer, bunga melinjo, bunga terubuk, bunga kecombrang, bunga sawi/caisim, bunga durian, serta bunga kol, dan brokoli tentu saja. Masih terdapat beberapa bunga lagi yang bisa dimakan dalam bentuk segar sebagai hidangan salad atau rujak, untuk membuat minuman, atau mempercantik makanan. Bunga pada kelompok ini adalah: bunga telang, rosela, mawar, melati, kembang sepatu, dan bunga matahari. 

Bunga pisang atau jantung pisang untuk dimasak, biasanya dari pisang Batu atau pisang Kepok. Diambil bagian dalam, yang berwarna putih, karena yang bagian luar biasanya liat. Sebelum diolah, dilayukan dulu 1 hari untuk mengurangi getahnya. Kandungan pada bunga pisang utamanya adalah serat sehingga baik untuk mendukung program diet. Selain untuk sayur, beberapa penelitian sudah memanfaatkan jantung pisang untuk dibuat abon. 

Bunga pepaya biasa digunakan untuk sayur tumis, dengan rasa pahit, namun disukai. Yang diolah adalah bunga pepaya jantan. Sebelum dimasak, bunga papaya direbus dulu, ditiriskan, dan kemudian dibuat sayuran sesuai selera. Tumisan bunga pepaya dengan aneka variasinya sangat terkenal di belahan Indonesia Timur. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa ekstrak bunga pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid, yang memiliki aktivitas antioksidan. Pada beberapa laporan menghubungkan kandungan flavonoid dan tanin dengan kemampuan ekstrak bunga pepaya dalam menurunkan kadar glukosa darah.

Bunga turi, selain sudah dikenal dalam hidangan pecel, urap, juga ditumis. Terdapat dua macam bunga, yaitu putih dan merah. Untuk sayuran, lebih lazim menggunakan turi putih, walaupun yang merah juga sama enaknya. Sudah terdapat beberapa penelitian yang mengungkap kandungan senyawa metabolit sekunder dalam bunga turi yang bisa dimanfaatkan sebagai antioksidan. Rendamen alkaloid bunga turi merah sedikit lebih tinggi daripada bunga turi putih, penelitian sudah mendapatkan bahwa ekstrak bunga turi dapat mencegah kerusakan sel hewan percobaan akibat konsumsi minyak goreng sawit yang berulang. Intinya bahwa antioksidan pada bunga turi memberi pengaruh baik pada kesehatan. 

Sulusi Prabawati - Puslitbang Hortikultura

SebelumnyaAplikasi Dua Jenis Pupuk An-Organik Pada Tanaman Krisan Pot Avanthe Agrihorti
SelanjutnyaVarietas Potensial Untuk Perakitan Varietas Unggul Baru Mawar