MENGENAL TANAMAN HIAS OPHIPOGON JAPONICAS

Ophiopogon merupakan marga terbesar dalam tribe Ophipogoneae yang meliputi 65 jenis. O. japonicas merupakan tanaman hias daun yang banyak digunakan sebagai tanaman penutup tanah dan tanaman pembatas. Nama umum O. japonicas ini adalah Monkey gass dan Mondo. Nama Mondo dahulunya adalah nama marga yang diberikan kepada kelompok tanaman yang sekarang dikenal sebagai Ophiopogon. Kemudian Mondo ini tidak lagi menjadi marga tapi nama umum tanaman tersebut.

Habitat asli tanaman ini adalah di dataran rendah, di kaki bukit, hutan, semak-semak yang rapat di jurang, tempat yang lembab, tempat teduh di lereng, dan di sepanjang sungai serta tebing pada ketinggian 200–2. 800 m dpl. Tanaman ini tumbuh dengan baik dengan pencahayaan paparan cahaya matahari penuh, maupun sinar matahari terbatas, drainase yang baik, dan tanah lembab berpasir atau lempung berpasir dengan derajat keasaman (pH) antara 6,5–7,5.

O. japonicas memiliki toleransi yang tinggi terhadap stres dan dapat beradaptasi dengan baik pada berbagai kondisi kelembaban, sehingga dapat mempertahankan warna hijau pada daunnya di musim dingin sekalipun. Toleransi terhadap stres lingkungan tersebut merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam kelangsungan hidupnya. Salah satu tujuan utama dalam program pemuliaan O. japonicas adalah dengan meningkatkan toleransi stress lingkungan.

Toleransi terhadap stress lingkungan pada O. japonicas dikarenakan adanya gen betaine aldehyde dehydrogenase (BADH) yang dimilikinya, sehingga dapat mengkatalisis tahap terakhir dalam sintesis betaine glisin dari kolin. Betaine glycine merupakan osmoprotektan yang dihasilkan, dari respon terhadap stress lingkungan, antara lain salinitas, dan stres tekanan osmotik lainnya. Ekspresi BADH yang berlebihan menyebabkan terjadinya peningkatan toleransi terhadap salinitas dan tekanan osmotik dalam banyak organisme. Oleh karena itu, isolasi gen BADH dari O. japonicas dapat digunakan untuk merakit tanaman yang toleran terhadap stres salinitas.

Jenis O. japonicas dikenal luas sebagai bahan obat herbal dan sebagai bahan makanan. Akar tanaman ini digunakan sebagai bahan makanan di Taiwan dan sebagai makanan fungsional di China serta sebagai pengganti ginseng. Akar O. Japonicas mengandung 1,6% protein, 0,5% lemak dan 80% karbohidrat. Di samping itu, akarnya mengandung gula, ß-sitosterol, ophiopogonin A, ophiopogonin B dan ophiopogonone A.

Hasil pengamatan Chen et al. (2005) menunjukkan bahwa akar O. japonicas mengandung mineral N, P, dan K. Kemudian, Lou & Xu (2007) melaporkan bahwa akar O. japonicas mengandung mineral Ni, Zn, Mn, Cu, Mg, Fe, dan Ca, serta Pb. Akar O. japonicas memiliki aroma khas dan manis rasanya, namun beberapa laporan menyatakan bahwa akar tanaman ini terasa pahit dan rasa tersebut harus dihilangkan sebelum dikonsumsi.

O. japonicas digunakan sebagai obat tradisional di China karena mengandung senyawa antibakteri dan dapat meredakan gejala penyakit seperti batuk, menghilangkan dahak, dan rasa panas di paru-paru yang disebabkan oleh infeksi akibat bakteri serta mengendalikan penyakit diabetes mellitus. O. japonicas dapat menghambat perkecambahan dan pertumbuhan beberapa bakteri dan jamur seperti Staphylococcus aureus. Ekstrak dari O. japonicas merupakan penghambat yang kuat bagi pertumbuhan jamur mildew.

Akar O. japonicas dikenal dengan sebutan ‘Maidong‘ digunakan sebagai obat tradisional di China, untuk menyembuhkan penyakit kardiovaskular, peradangan akut dan kronis. Akar tanaman tersebut mengandung senyawa homoisoflavanones, dua glikosida borneol, sapogenin steroid, ophiogenin glikosida dan bornyl glikosida.

Dedeh Kurniasih dan Budi Winarto
Balai Penelitian Tanaman Hias

SebelumnyaAlocasia polly Tanaman Hias Pot Cocok di Dalam Ruangan
SelanjutnyaSerah Terima Jabatan Kepala Balithi, Kepala Balitbangtan Yakin Dan Percaya Pak Thamrin Bisa Bersinergi Cepat Dengan Balithi