MENGENAL TANAMAN HIAS ILEX CORNUTA LINDL. & PAXTON (AQUIFOLIACEAE)

Ilex dikenal dengan nama umum holly, Chinese holly, horned holly (Inggris), Dong Qing Ye, gou gu (China) merupakan sebuah marga besar dengan anggota berjumlah sekitar 600 jenis, termasuk ke dalam suku Aquifoliaceae. 

Dari 600 jenis tersebut, hanya 150 jenis yang telah dibudidayakan, dan dari jenis yang dibudidayakan itu hanya sekitar 40 jenis yang umum dikenal. Sebagian besar jenis ini memiliki tipe berdaun hijau sepanjang tahun, tetapi ada beberapa tanaman pada musim tertentu menggugurkan daunnya.

Perawakan tanaman berupa pohon, semak atau tanaman merambat, yang tersebar mulai dari daerah tropis sampai ke daerah beriklim sedang di seluruh dunia, kecuali benua Antartika. Marga Ilex tersebar luas di berbagai habitat, dengan pusat keragaman di Asia Timur dan Amerika Selatan. 

Data sebaran berbagai jenis Ilex satu jenis di daerah tropis Afrika, dua jenis di Australia Utara, empat jenis di Eropa dan 17 jenis di Amerika Utara. Ilex canariensis merupakan jenis endemik yang ditemukan di kepulauan Canary, Madeira dan Azores; sedangkan Ilex anomela merupakan jenis endemik di Hawaii dan Tahiti; Ilex sebertii merupakan jenis endemik di Kaledonia Baru dan Ilex vitiensis merupakan jenis endemik di Fiji.

Secara etimologi Ilex cornuta berarti horned holly yaitu tumbuhan yang bertanduk, dinamakan demikian karena daunnya berduri menyerupai bentuk tanduk. Nama Ilex berasal dari bahasa Latin untuk holm oak (Quercus Ilex), sedangkan cornuta dari bahasa Latin yang berarti bertanduk.

Ilex cornuta berupa pohon atau semak bisa mencapai tinggi tanaman berkisar 1-4 m dengan banyak percabangan. Cabang muda berbentuk longitudinal berkerut dan gundul di sepanjang alur. Cabang tua berwarna abu-abu-putih, bentuknya hampir menyerupai silinder, berserat halus membujur, dengan bekas tangkai daun menonjol. 

Ilex cornuta mulai berbunga dari bulan April sampai Mei. Polinasi tanaman ini dibantu oleh serangga, biasanya lebah. Karakteristik dari jenis ini ialah memiliki kultivar yang mampu menghasilkan buah tanpa polinasi atau dengan proses parthenogenesis, yaitu kultivar Nellie R. Stevens yang merupakan hibrid hasil persilangan interspesifik antara I. aquifolium x I. cornuta.

Bentuk buah Ilex seperti berry atau buah buni, berdaging, berukuran kecil dengan diameter 8 - 10 mm. Warna buah Ilex bervariasi mulai dari merah cerah, orange gelap sampai kuning. Buah muda I. cornuta berwarna hijau, sedangkan buah masak berwarna orange. Buah biasanya akan matang pada bulan September dan Oktober. Setiap buah berisi 1 - 6 biji yang sangat keras. Bijinya mengandung banyak minyak, pada endosperm mengandung protein dan tanpa tepung Perkecambahan biji berlangsung selama 18 bulan.

Ilex cornuta dengan karakter unggulnya sebagai tanaman semak atau pohon kecil berdaun rapat, warna daun hijau gelap, dan mengkilap, tidak gugur sepanjang tahun, bentuk buah berry, warna buah merah cerah, dan toleran terhadap kekeringan sangat tepat dijadikan sebagai tanaman hias taman. Sebagai tambahan, jenis ini juga tahan terhadap gas-gas polutan, sehingga cocok ditanam di pinggir jalan atau di median jalan. 

Kayunya yang keras dan berwarna putih dapat dijadikan sebagai bahan kerajinan tangan. Potongan cabang tanaman dengan paduan antara warna daun hijau tua mengkilap dan warna buah berry merah dapat dijadikan sebagai dekorasi natal dan hiasan pada tahun baru China. Produksi cabang Ilex potong secara komersial mulai dilakukan di Pasific Nortwest sekitar tahun 1890. Setek dari pohon dikirim ke California. 

Pada tahun 1891 tanaman Ilex sebanyak 40 pohon ditanam di Washington dan tahun 1898 pertama kali tanaman ini dipotong untuk diperdagangkan. Pada tahun 1948, Oregon menanam sekitar 750 hektar holly potong dan tahun 1970 berkembang menjadi 1.730 hektar.

Selain sebagai tanaman hias, I. cornuta mengandung banyak vitamin C, B1, B2, Niasin (B3), dan karoten. Daun I. cornuta digunakan sebagai bahan Kudingcha yang merupakan obat herbal tradisional masyarakat China yaitu sebagai bahan kontraseptif, obat jantung dan agen antibakteri. Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa daun I. cornuta merupakan sumber triterpenoid, flavonoid dan glikosida. 

Bunga jantan I. cornuta yang menebarkan aroma wangi yang kuat di lingkungan sekitarnya diduga karena adanya kandungan 2,6-dimetil-2,7-octadin-1,6-diol. Ekstrak akar tanaman ini mengandung substansi baru triterpenoid saponin yang bermanfaat untuk pengobatan penyakit jantung.

Menurut Kimura et al. (1997) ekstrak daun I. cornuta bermanfaat untuk pengobatan sakit kepala, TBC, demam, hipertensi, hemoptisis, vertigo, inflamasi, arthritis, rhematalgia dan traumatik. Sedangkan akarnya berguna untuk pengobatan rheumatik, lumbago, sakit kepala, sakit gigi, dan hepatitis.

I. cornuta umumnya diperdagangkan sebagai tanaman hias taman, baik dalam bentuk pohon kecil atau semak maupun bonsai. Tanaman ini di Amerika Serikat diperdagangkan dalam bentuk biji dengan harga $ 12.00 per 100 biji (Everafterguide, 2016). Harga tanaman I. cornuta atau Chinese holly bonsai di negara Inggris berkisar antara £25.00 - £34.95 (Kaizen Bonsai, 2016). Tanaman ini juga bernilai ekonomi sebagai tanaman obat. (irm)

Minangsari Dewanti dan Djoko Mulyono
Puslitbang Hortikultura

SebelumnyaMengenal Tanaman Hias Nephrolepis exaltata L.
SelanjutnyaMengenal Penyakit Karat Puccinia (Japanese white rust) Pada Krisan