KURANGI-KETERGANTUNGAN-PRODUK-LUAR,-BALITBANGTAN-PRODUKSI-MANDIRI-ANGGREK-VANDA
 

  • KURANGI KETERGANTUNGAN PRODUK LUAR, BALITBANGTAN PRODUKSI MANDIRI ANGGREK VANDA

  • ditulis tgl : 02 Juni 2020, telah dibaca sebanyak : 206 kali

    Share On Twitter


    Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar, termasuk didalamnya adalah tanaman anggrek. Sejauh ini telah teridentifikasi bahwa Indonesia sekurangnya memiliki 5.000 spesies anggrek dari 43.000 spesies, dan 35.000 varietas hibrida anggrek di seluruh penjuru dunia. Seperti diketahui anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai estetika tinggi dengan warna dan bentuk bunga indah dan menarik. 

    Tanaman Anggrek di Indonesia menempati posisi penting dalam industri florikultura karena selain  jenisnya yang beraneka ragam (bentuk, warna serta ukuran bunganya), Anggrek juga merupakan tanaman yang mudah beradaptasi dengan lingkungannya dan memiliki periode fase hidup yang lebih panjang dibandingkan bunga potong lainnya. Keanekaragaman anggrek spesies di Indonesia ini menjadi potensi sebagai induk silangan yang memungkinkan munculnya temuan anggrek varietas baru.

    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) aktif melakukan penelitian dalam rangka pengembangan tanaman hias termasuk komoditas anggrek Vanda. Anggrek Vanda adalah jenis anggrek yang banyak dibudidayakan untuk tujuan komersial selain anggrek jenis Dendodrium, Cattleya, dan Orcidium.

    Kepala Balithi, Rudy Soehendi menyampaikan bahwa Balitbangtan telah melaksanakan kegiatan pemuliaan anggrek secara berkesinambungan untuk menghasilkan varietas unggul baru sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahunnya. 

    Dalam wawancara terpisah, peneliti pemulia tanaman Minangsari Dewanti mengatakan bahwa kegiatan perbanyakan klonal anggrek Vanda ini dimulai sekitar tahun 2010, karena siklus hidup anggrek yang panjang maka diperlukan waktu bertahun-tahun untuk melakukan penelitian khususnya komoditas anggrek vanda.

    Badan Pusat Statistik dalam laporan 2019 menyatakan bahwa produksi anggrek bunga potong pada 2018 sebanyak 24.717.840 tangkai, menempati posisi kelima setelah bunga potong krisan, mawar, sedap malam dan gerbera dengan negara yang menjadi tujuan ekspor terdiri dari Jepang, Singapura, Korea, Jerman, Belanda, Selandia Baru dan Amerika Serikat dengan nilai ekspor pada 2018 sekitar US $ 339.686 hal ini menunjukan peningkatan dibanding nilai ekspor pada 2017 yang berkisar US $ 292.963

    Vanda merupakan salah satu jenis anggrek yang sangat digemari penganggrek di daerah tropis dan subtropis, karena memiliki beberapa karakter unggul dibanding jenis anggrek lainnya, yaitu bunga beraneka warna dan corak, bunga besar, bentuk bunga menarik, rajin berbunga (2 - 3 kali per tahun), ketahanan mekar bunga lama dan mudah budidayanya. Anggrek Vanda dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan bentuk daunnya, diantaranya adalah Vanda berdaun lebar, Vanda berdaun pensil, dan Vanda persilangan antara daun lebar dan daun pensil, terang Dewanti.

    Saat ini Vanda masih jarang diusahakan di Indonesia, dan hanya terbatas pada anggrek Vanda potong seperti Vanda Genta Bandung, Arachnis Maggie Oei dan Aranthera James Storie yang berwarna ungu, kuning pucat, dan merah namun anggrek-anggrek tersebut belum dapat dijadikan sebagai tanaman utama dalam rangkaian bunga dan anggrek pot, hampir semuanya diimpor dari Thailand, ujarnya lagi.

    Terpisah, Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menyampaikan bahwa potensi tanaman hias Indonesia sangat besar, untuk anggrek Balitbangtan sudah merilis lebih dari 30 varietas, komoditi tanaman hias ini harus menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani dan memperluas lapangan pekerjaan. Ungkapnya.

    Fadjry juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus menggenjot inovasi yang dihasilkan, termasuk inovasi di bidang tanaman hias Badan Litbang Pertanian akan terus meningkatkan inovasinya bahkan tiga kali lipat dari yang ada sekarang baik dari varietas yang dihasilkan maupun diseminasi yang terkait dengan penyebaran tanaman hias. Tutupnya. (Minangsari/Wisnu/Irm)

    Berita ini telah tayang pada beberap media online nasional

  • BERITA TERKAIT
    • Era New Normal Krisan Balitbangtan Kembali Bergairah di Bedugul Bali

      02 Juli 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah banyak menghasilkan teknologi inovasi di bidang pertanian salah satunya varietas unggul. Krisan termasuk komoditas prioritas yang dikembangkan Balitbangtan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), tercatat lebih dari 100 varietas unggul krisan telah diproduksi Balitbangtan sampai dengan 2020 ini.Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry dalam
    • Penanaman Krisan di IPPTP Segunung

      30 Juni 2020
      Agar ketersediaan bunga krisan produk Balitbangtan dapat terjaga, Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) melakukan kembali penanaman varietas unggul krisan di area Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Segunung Senin (29/6/20).Varietas unggul krisan yang ditanam diantaranya varietas Ririh, Trissa, Swarna Kencana, Jayanti dll.Sebagaimana diinfokan sebelumnya varietas unggul krisan Balitbangtan memiliki
    • Perbanyakan Massal Gerbera di Balithi

      26 Juni 2020
      Rangkaian kegiatan perbanyakan gerbera secara invitro telah berhasil ditemukan, invensi teknologi perbanyakan masa gerbera secara in vitro. Invensi teknologi perbanyakan gerbera secara in vitro menggunakan tunas pucuk sebagai sumber eksplan berhasil
    • Hybrid Unggul Baru Cymbidium Dan Paphiopedilum : Trend Setter Baru Dalam Industri Anggrek Indonesia

      25 Juni 2020
      Indonesia merupakan salah satu pusat keragaman genetik anggrek di dunia. Tidak kurang dari  20% jenis anggrek yang tumbuh di daratan Indonesia termasuk tanaman endemik, di antaranya Cymbidium dan Paphiopedilum. Di dalam bisnis anggrek di tingkat internasional, Cymbidium dan Paphiopedilum tergolong tanaman yang eksotik dan sangat potensial dikembangkan sebagai trend setter untuk menggairahkan industri anggrek Indonesia sekaligus sebagai
    • Petani Bali Mengembangkan Anthurium Balitbangtan

      23 Juni 2020
      Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Hidayah Bali merupakan salah satu binaan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang sejak 2010 lalu telah menerapkan inovasi tanaman hias dalam kegiatan usaha pertaniannya. Berlokasi di Candikuning kecamatan Baturiti Tabanan Bali, Gapoktan Hidayah Bali mulai membudidayakan tanaman hias komoditas krisan, gerbera dan anthurium melalui bimbingan Unit Pelaksana Teknis
    • Krisan Pot Balitbangtan Merambah Sumatera Barat

      19 Juni 2020
      Kebutuhan akan  tanaman hias pot sebagai dekorasi telah menjadikan krisan pot salah satu alternatif pilihan. Krisan pot memiliki beragam warna dan bentuk bunga yang sangat menarik untuk dijadikan sebagai hiasan. Selain itu, kontinuitas produksi yang dapat dilakukan tanpa mengenal musim serta harga yang relatif terjangkau juga menjadikan kelebihan dari komoditas ini. Dua Unit Pelaksana Teknis Balitbangtan yakni Balai Pengkajian Teknologi
    • Dr. Andi Baso Mengunjungi Balithi

      17 Juni 2020
      Kepala Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Dr. Andi Baso berkunjung ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Selasa (16/6).Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetahui produk inovasi Balithi yang bisa diadopsi atau diterapkan di Balitnak sebagai bentuk kolaborasi antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Dalam wawancaranya Selasa (16/6) Andi menyampaikan Balithi dan