• BUNGA LILI VARIETAS DELINA, DELINO, DELOREN, CANDILONGI DAN FORMOLONGI
  • ditulis tgl : 27 Mei 2009, telah dibaca sebanyak : 1924 kali


    Gambar malas ngoding
    Bunga lili Delina, Delino, Deloren, Candilongi, dan Formolongi merupakan varietas baru (sebagai bunga potong) yang dilepas Balai Penelitian Tanaman Hias tahun 2007 dan 2008.  Perbanyakan semua varietas lili tersebut umumnya secara vegetatif, melalui umbi dan sisik umbi.  Untuk perbanyakan massal dalam jumlah besar dan waktu singkat dapat diterapkan teknologi kultur jaringan.  Khusus pada varietas Candilongi dan Formolongi, dapat pula diperbanyak melalui biji.  Semua varietas lili memiliki adaptasi yang baik di daerah tropis. Karakter lain yang dimiliki íalah ketahanan terhadap penyakit busuk umbi yang disebabkan oleh Fusarium Oxysporum f.sp. Lilii., tidak mengalami dormansi umbi sehingga dapat tumbuh dan berbunga sepanjang tahun, orientasi bunga tegak dan mengarah ke atas, suatu karakter yang sangat disukai konsumen bunga lili.

    Delina berbunga kuning tua dan terdapat noktah merah ungu pada bagian dalam tepala.  Lebar bunga saat mekar 14-16 cm, ukuran tepala bagian luar 9-10 cm panjang dan 3-3.5 cm lebar.  Seluruh tepala agak bergelombang dengan ujungnya melengkung kuat.  Tipe bunga tunggal dengan orientasi bunga tegak.  Tinggi tanaman dapat mencapai 80-120 cm.  Batang berwarna hijau dengan bercak/garis ungu. Daun hijau berbentuk pita, tersusun berselang-seling, dengan posisi ujung daun lebih tinggi daripada bagian pangkalnya. Pada ukuran umbi produksi, varietas ini menghasilkan 5-7 kuntum/tangkai dan jumlah anakan 3-6 tunas/tahun.  Sebagai bunga potong dapat bertahan 7-8 hari dalam jambangan.

    Delino tepal bunga berwarna kuning tua dan putih pada bagian dasar tepala.  Noktah berwarna merah ungu terdapat pada bagian dalam tepala.  Lebar bunga saat mekar 16-18 cm, ukuran tepala bagian luar 10-13 cm panjang dan 2.5-3.5 cm lebar.  Seluruh tepala agak bergelombang dengan bagian distal sepala agak melekuk ke atas.  Tipe bunga tunggal dengan orientasi bunga tegak.  Tinggi tanaman dapat mencapai 80-100 cm.  Batang berwarna hijau sedikit kecoklatan. Daun hijau berbentuk pita, tersusun berselang-seling, dengan posisi ujung daun lebih tinggi daripada bagian pangkalnya. Pada ukuran umbi produksi, varietas ini menghasilkan 4-5 kuntum/tangkai dan jumlah anakan 3-5 tunas/tahun.  Sebagai bunga potong dapat bertahan 7-8 hari dalam jambangan.

    Deloren berbunga oranye dengan warna kuning pada daerah tengah tepala.    Lebar bunga saat mekar 11-13 cm, ukuran tepala bagian luar 7-8.5 cm panjang dan 3-4 cm lebar.  Tepala tidak bergelombang dan ujungnya melengkung lemah.  Tipe bunga tunggal dengan orientasi bunga tegak.  Tinggi tanaman hanya mencapai 50-70 cm.  Batang berwarna hijau dengan garis coklat. Daun hijau berbentuk jarum, tersusun mengumpul, dengan posisi ujung daun lebih tinggi daripada bagian pangkalnya.  Pada ukuran umbi produksi, varietas ini menghasilkan 3-5 kuntum/tangkai dan jumlah anakan 3-4 tunas/tahun.  Sebagai bunga potong dapat bertahan 5-7 hari dalam jambangan.
     
    Candilongi berbunga putih bersih saat mekar, dan saat kuncup berwarna kehijauan.  Lebar bunga saat mekar 10-12 cm, ukuran tepala bagian luar 12-15 cm panjang dan 3-4.5 cm lebar.  Tepala tidak bergelombang dengan ujungnya melengkung lemah.  Tipe bunga tunggal dengan orientasi bunga tegak.  Tinggi tanaman berkisar 65-85 cm.  Batang berwarna hijau. Daun hijau berbentuk jorong-jorong panjang, tersusun berselang-seling, dengan posisi ujung daun lebih tinggi daripada bagian pangkalnya. Pada ukuran umbi produksi, varietas ini menghasilkan 5-10 kuntum/tangkai dan jumlah anakan 4-6 tunas/tahun.  Sebagai bunga potong dapat bertahan 6-7 hari dalam jambangan.
     
    Formolongi berbunga putih saat mekar, dan saat kuncup terdapat sedikit warna perunggu.  Lebar bunga saat mekar 11.5-13 cm, ukuran tepala bagian luar 14-19 cm panjang dan 3-4.5 cm lebar.  Tepala bergelombang agak kasar dengan ujungnya agak melengkung.  Tipe bunga tunggal dengan orientasi bunga mendatar.  Tinggi tanaman dapat mencapai 80-120 cm.  Batang berwarna hijau dan terdapat bercak ungu. Daun hijau berbentuk jorong panjang, tersusun berselang-seling, dengan posisi ujung daun lebih tinggi daripada bagian pangkalnya. Pada ukuran umbi produksi, varietas ini menghasilkan 5-10 kuntum/tangkai dan jumlah anakan 4-6 tunas/tahun.  Sebagai bunga potong dapat bertahan 6-8 hari dalam jambangan. 

     Kelima varietas tersebut dapat tumbuh baik dan berbunga pada ketinggian tempat antara 300-1200 m dpl.    Delina, Delino, dan Deloren dibudidayakan di rumah plastik dengan cahaya 70-80 persen.      Pada kondisi optimum, Delina, Delino, dan Deloren mulai inisiasi bunga pada 70-80 hari, dan dapat dipanen pada 80-90 hari sejak umbi ditanam.  Sementara itu Candilongi dan Formolongi dapat dibudidayakan pada lahan terbuka, asalkan selama fase pertumbuhan awal, diberi penaungan paranet pada bagian atas pertanaman.  Cahaya untuk pertumbuhan optimum varietas Candilongi sekitar 60-80 persen, sedangkan untuk varietas Formolongi 70-100 persen. 

    Seluruh bagian tanaman berupa batang, daun, tepal bunga, bakal buah, dan sisik umbi dapat dikultur secara in vitro dalam media MS padat yang mengandung sukrosa 3%, 0.5 mg/l NAA, 0.08 mg/l TDZ dan pH 5.8.  Kultur ditempatkan dalam ruangan gelap hingga terbentuk kalus / tunas.  Selanjutnya kalus / tunas diperbanyak dalam media MS padat/cair yang mengandung sukrosa 3%, 1-2 mg/l NAA, 1-2 mg/l, BA 1 mg/l.  Tahap selanjutnya adalah pembentukan umbi mikro sebelum planlet diaklimatisasi.  Formula kultur in vitro untuk pembentukan umbi mikro sama dengan untuk perbanyakan tunas, tetapi auksin yang digunakan  adalah 1-2 mg/l IAA, dengan penambahan gula 4%.  Dikarenakan formulasi media kultur in vitro untuk setiap jenis lili tidak sama, maka komposisi hormon dalam media padat atau cair dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.  Secara umum alur perbanyakan masal melalui kultur jaringan, dimulai dari pembentukan kalus embrionik, produksi tunas, pembentukan umbi mikro, dan aklimatisasi planlet di rumah kaca

    Alur perbanyakan bibit lili secara konvensional dari sisik umbi dan dari umbi kecil (bulbil) dapat dilihat dalam Gambar 3.  Sisik umbi hasil pemecahan dari umbi utuh dideder dalam media kuntan atau pasir.  Dalam periode 3-4 minggu sisik umbi mulai bertunas dan membentuk bulbil.    Beberapa asesi lili juga menghasilkan umbi kecil yang tumbuh di bagian pangkal daun tanaman.  Pada beberapa asesi yang mengalami dormansi umbi,  maka umbi kecil perlu dikecambahkan terlebih dahulu dalam suhu rendah (vernalisasi 4C).  Bulbil atau umbi kecil yang telah berkecambah kemudian ditanam hingga umbi berukuran cukup besar untuk produksi bunga

    Tiga hingga 6 bulan setelah aklimatisasi, tanaman dipindahkan ke lahan untuk pembesaran umbi.  Pada tahap ini, dapat diterapkan lingkungan lama penyinaran yang lebih pendek daripada panjang hari normal untuk mencegah inisiasi bunga.  Dengan demikian tanaman dikondisikan agar tetap vegetatif hingga umbi mencapai ukuran untuk produksi bunga. Pada kondisi lama penyinaran normal, beberapa tunas dapat mengalami inisiasi bunga.  Tetapi jumlah  kuntum bunga/tangkai sangat sedikit dikarenakan ukuran umbinya masih kecil.   Diameter umbi untuk produksi bunga komersial biasanya 3 cm atau lebih (Gambar 4).  

    Untuk memproduksi bibit secara masal pada varietas Delina, Delino, dan Deloren hanya mungkin dilakukan melalui kultur jaringan.  Hal ini disebabkan karena jumlah biji yang terkandung dalam polong buahnya relatif sedikit sehingga perbanyakan dengan biji dirasa kurang efisien

    Pada varietas candilongi dan formolongi, selain dapat diperbanyak dengan kultur jaringan, juga dapat diperbanyak melalui biji.  Varietas candilongi dan formolongi sangat sesuai untuk dikembangkan oleh petani kecil dengan modal yang terbatas.  Selain daripada itu perbanyakan tanaman lili dengan biji memiliki beberapa keunggulan,  di antaranya (1) Benih lili dalam jumlah besar dapat tersedia lebih cepat, lebih mudah, dan lebih murah  (2) Benih lili yang dibuat dari biji selalu baru sehingga terbebas dari patogen persisten seperti penyakit Fusarium dan Botrytis. (3) benih lili dari biji tidak voluminus, sehingga dapat dengan mudah, dan murah untuk didistribusikan.   Tentu saja zuriat hasil perbanyakan tanaman lili dengan biji akan lebih beragam jika dibandingkan dengan tanaman hasil perbanyakan secara klonal.  Walaupun demikian lebih banyak keuntungan yang akan diperoleh dari metode perbanyakan lili dengan biji.  Keberagaman zuriat dari metode perbanyakan lili dengan biji dapat diminimalkan dengan penggunaan tanaman tetua betina dan jantan tertentu yang diperbanyak secara klonal.  Perbanyakan hibrida lili trumpet dengan biji merupakan terobosan teknologi yang pertama dan satu-satunya di dunia. 


    Lia Sanjaya.

    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk
    • 18 Mei 2019

      Sejarah Singkat Krisan



      Krisan atau chrysanthemum berarti bunga emas. Dalam bahasa Yunani chrysos berarti emas dan anthemon berarti bunga, nama lain dari bunga krisan adalah seruni. 

      Tanaman krisan yang kita kenal sekarang ini merupakan tanaman hibrida yang kompleks, yang bila ditanam dari biji akan terjadi segregasi genetik menjadi individu tanaman yang mempunyai warna dan bentuk yang sangat beragam. Kebanyakan spesies
    • 17 Mei 2019

      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.),


      Sedap malam (Polianthes tuberosa L.), atau Tuberose (Inggris) merupakan salah satu bunga potong dengan aroma wangi, susunan bunga menarik dan warna putih yang sering digunakan dalam rangkaian bunga. Tanaman ini sudah dibudidayakan dan dapat beradaptasi baik pada kondisi tropis seperti Indonesia.

      Sedap malam tumbuh baik pada daerah dengan ketinggian 50-600 m dpl (sedap malam jenis bunga petal tunggal dan semi ganda
    • 16 Mei 2019

      Rapat Koordinasi PUI Pemuliaan Tananan Hias.

      Rapat koordinasi PUI Pemuliaan Tanamam Hias diselenggarakan di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 16 Mei 2019 dipimpin oleh Ketua PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Prof(R). Dr. Ir. Budi Marwoto, MS. dan diikuti oleh seluruh anggota PUI Pemuliaan Tanaman Hias.

      Agenda yang dibahas terdiri dari pemaparan capaian kinerja PUI Pemuliaan Tanaman Hias, Diskusi serta pemaparan rencana kerja Tahun 2019 yang dipaparkan oleh
    • 16 Mei 2019

      Cyperus alternifolius L. (Cyperaceae)

      Nama Cyperus berasal dari bahasa Yunani, kypeiros yang berarti rumput, dan alternifolius merujuk pada susunan daun pelindung yang teratur.
      Tanaman Cyperus memiliki tinggi antara 1-2 m, bagian atas disusun oleh daun-daun pelindung yang menaungi rangkaian bunga. Letak daun pelindung C. alternifolius tidak berhadapan dengan tepi daun polos. Tulang daun sejajar dengan panjang 15 - 40 cm dan lebar 1,3 cm, tersusun secara radial. Bentuk bunga spikelet, membentuk klaster dan keluar dari
    • 15 Mei 2019

      ANJANI AGRIHORTI

      Gladiol Varietas Anjani Agrihorti merupakan hasil persilangan yang memiliki bunga dengan warna mahkota bagian atas perpaduan antara merah dan kuning yang disertai bercak merah pada kedua sisi helain mahkota.  Mahkota bagian bawah berwarna kuning pada bagian pangkal dan merah pada bagian tengah dan ujung terminal.  Lidah bunga berwarna merah dan kuning berseling pada bagian tepi dan terdapat bintik merah di bagian tengah lidah dan kuning pada bagian pangkal lidah