KONSERVASI-ANGGREK-SPESIES-ALAM-MENGGUNAKAN-EKSPLAN-BIJI-PADA-MEDIA-VACIN-&-WENT

  • KONSERVASI ANGGREK SPESIES ALAM MENGGUNAKAN EKSPLAN BIJI PADA MEDIA VACIN & WENT

  • ditulis tgl : 12 Februari 2020, telah dibaca sebanyak : 290 kali

    Share On Twitter

    Suskandari Kartikaningrum*, Dewi Pramanik*, Minangsari Dewanti, Rudy Soehendi, dan M. Prama Yufdy 

    Abstrak. Konservasi anggrek spesies alam merupakan langkah penting untuk menghindari kepunahan akibat rusaknya habitat alamnya. Tujuan penelitian ialah mengetahui kemampuan tumbuh biji anggrek spesies alam pada media Vacin dan Went (VW) dan me- nentukan jenis anggrek spesies yang telah berhasil dikonservasi melalui biji. Anggrek spesies alam yang digunakan sebanyak 46 spesies yang berasal dari 18 genus anggrek, yakni Phalaenopsis, Dendrobium, Vanda, Ascocentrum, Paphiopedilum, Rhyncostilis, Neofinetia, Epidendrum, Arachnis, Dimorphosis, Phaius, Spathogottis, Trichoglottis, Arundina,  Cymbidium, Renanthera, Armodorum, dan Gramathophylum. Polinasi bunga anggrek dilakukan dengan metode selfing maupun sibling. Buah dipanen saat warna buah berubah menjadi kuning kehijauan dan/atau tekstur buah menjadi lebih lunak. Selanjutnya, sebelum kultur biji, buah disterilkan  dan  biji disebar  pada  media  VW. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa buah anggrek hasil polinasi mengalami kemasakan antara 34-280 hari setelah polinasi. Biji hasil selfing dari 41 anggrek spesies (dari 46) dapat berkecambah pada media VW dengan umur berkecambah berkisar antara 10-69 hari setelah sebar. Sebanyak 19 anggrek spesies alam mampu membentuk protokorm di atas 70% dan semua protokorm mampu membentuk planlet. Selanjutnya, 19 spesies dapat diaklimatisasi dengan kisaran waktu antara 272-552 hari setelah terbentuk otokorm, Sebanyak 16 spesies belum dapat diaklimatisasi karena planlet yang masih kecil, sedang 6 spesies tidak tumbuh. Arundina graminifolia merupakan anggrek yang paling cepat membentuk proto- korm dan Grammatophylum sp. merupakan anggrek yang paling lama membentuk protokorm. Biji Ascocentrum aurantiacum, Aerides odorata, Phalaenopsis luddemanniana, P. violacea, dan Cymbidium finlaysonianum tidak mampu membentuk protokorm. Dari penelitian ini diketahui bahwa media VW dapat digunakan untuk konservasi anggrek spesies alam melalui perbanyakan dengan menggunakan biji.

    Kata kunci: anggrek, spesiesalam, konservasi, perkecambahan biji.


  • BERITA TERKAIT
    • Suryandhari Agrihorti, Krisan Potong Penghias Ruang dan Panggung

      04 Juni 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) *telah* berhasil melepas labih dari 70 varietas krisan bunga potong yang memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda pa setiap varietasnya.Suryandhari Agrihorti adalah salah satu varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan pada 2019 lalu, memiliki bunga tipe spray berbentuk ganda serta berwarna bunga pita kuning menjadikan Suryandhari Agrihorti ini sangat cocok untuk dijadikan
    • Kurangi Ketergantungan Produk Luar, Balitbangtan Produksi Mandiri Anggrek Vanda

      02 Juni 2020
      Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar, termasuk didalamnya adalah tanaman anggrek. Sejauh ini telah teridentifikasi bahwa Indonesia sekurangnya memiliki 5.000 spesies anggrek dari 43.000 spesies, dan 35.000 varietas hibrida anggrek di seluruh penjuru dunia. Seperti diketahui anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai estetika tinggi dengan warna dan bentuk bunga indah dan menarik. Tanaman Anggrek di Indonesia
    • Krisan Balitbangtan Hiasi Kawasan Agrowisata Payo di Kota Solok

      29 Mei 2020
      Krisan merupakan salah satu komoditas yang dikembangkan di kawasan agrowisata Payo di Kota Solok, Sumatera Barat. Awal mula adanya komoditas krisan di kawasan ini tak lepas dari andil Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang sejak dua tahun lalu melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solok berupaya secara berkesinambungan dalam pengembangan krisan di agrowisata ini. Pada Maret 2020 telah
    • TANAM VARIETAS KRISAN BALITHI, PETANI MASIH TETAP RAUP KEUNTUNGAN

      27 Mei 2020
      Bukan sebuah rahasia lagi bahwa  pandemi covid 19 sangat berdampak ke beberapa sektor di negri ini , salah satunya adalah sektor pertanian. Semakin terbatasnya ruang untuk berkegiatan membuat sebagian petani memilih untuk mengurangi kegiatan mereka di luar rumah. Namun ditengah hebohnya pandemi covid 19, ternyata para petani bunga di Kabupaten Cianjur masih berproduksi, dan salah satu varietas yang diproduksi adalah varietas Balithi
    • Perbanyakan Masal Anggrek Dendrobium Secara In Vitro

      26 Mei 2020
      Perbanyakan Masal Anggrek Dendrobium Secara In Vitro dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya (1) Penyediaan bahan tanaman sebagai sumber eksplan Dendrobium.Telah dilakukan penyediaan materi awal dari beberapa varietas antara lain adalah Varietas Dian Agrihorti, Varietas Almira, Varietas Syifa.  Tunas yang berasal dari tunas anakan Dendrobium ditanam pada media pembesaran tunas yaitu  1/2 MS + 0,5 BAP hingga tunas memanjang 
    • KRISAN POT MULAI BERMEKARAN, PT CIGWA INDONESIA JAYA SEMAKIN BERWARNA

      19 Mei 2020
      Sejak ditanam pada tanggal 13 Maret lalu, ke lima varietas Krisan Pot milik Balithi yaitu Avanthe, Armita, Anindita, Zwena dan Naura mulai bermekaran di Green House milik PT Cigwa Indonesia Jaya. Ditengah pandemi Covid 19 yang masih melanda di Indonesia, kegiatan monitoring sejauh ini dilakukan secara jarak jauh. Namun pada kesempatan kali ini dengan tetap memperhatikan protocol keamanan dari pemerintah, tim dari Balithi mengunjungi langsung PT. Cigwa Indonesia
    • Dukung Kemandirian Benih Anggrek Dendrobium, Balithi Kembangkan Teknologi Embriogenesis Somatik Berbasis Bioreaktor

      11 Mei 2020
      Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati pasar