PROSES-PRODUKSI-BENIH-MAWAR-POTONG

  • PROSES PRODUKSI BENIH MAWAR POTONG

  • ditulis tgl : 30 Januari 2020, telah dibaca sebanyak : 390 kali

    Share On Twitter


    Penyiapan batang bawah
    Bahan tanam berupa bibit tanaman hasil okulasi dengan mawar batang bawah.  Cara penyiapan bibit tanaman hasil bawah adalah sebagai berikut :
    1. Penyiapan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang (1 : 1 v/v).
    2. Campuran media ini kemudian ditempatkan pada polybag berukuran 18 x 18 cm.  Pengisian media tanam sebaiknya hingga permukaannya berada 2-3 cm dari bibir polybag. Hal ini dimaksudkan agar media tanam tidak tumpah pada saat penyiraman atau terpercik air hujan.
    3. Batang bawah yang baik digunakan adalah yang berumur cukup tua, berwarna hijau kecoklatan karena jika batang terlalu muda akan mudah mati.
    4. Jenis mawar yang umum digunakan sebagai batang bawah adalah Rosa sp. cv. Multic, Rosa multiflora, Rosa sp.Natal Brior, atau varietas mawar pagar lainnya.
    5. Ukuran batang bawah sekitar panjang 15-20 cm. Sebagian tangkai daun dibuang sehingga hanya menyisakan dua tangkai saja di bagian atasnya. Bagian pangkal setek batang bawah direndam ke dalam larutan Rootone F selama 5 menit bila diperlukan.
    6. Masing-masing setek ditanam ke dalam polybag yang sudah disiapkan sebelumnya, satu batang setek per polybag.  Setelah setek ditanam maka hal yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan setek batang bawah.
    7. Pemeliharaan stek batang bawah meliputi penyiraman air pengairan 1 - 2 kali sehari, penyulaman apabila ada setek yang mati, pengendalian gulma, hama dan penyakit.
    8. Akar dan tunas tumbuh sekitar 2 - 6 minggu setelah tanam, hal ini tergantung pada musim dan kondisi lingkungan. Setelah setek berumur 2 - 3 bulan atau setelah tunas mencapai tinggi 15 cm, setek siap untuk diokulasi.

    Penempelan entres pada batang bawah
    1. Cara mengokulasi batang bawah dimulai dengan menyiapkan entries (batang atas) yang akan digunakan dari kultivar mawar komersial.
    2. Umur batang atas dan bawah diusahakan sama, hal ini dimaksudkan agar keberhasilan okulasi lebih besar. Kulit batang bawah disayat berbentuk jendela dengan arah vertikal sepanjang 1-2 cm pada ketinggian 7-8 cm dari permukaan media tanam.
    3. Satu mata tunas entries yang sudah terlihat muncul dan besar (bukan tunas tidur yang akan lama tumbuhnya) diambil dengan cara menyayat dari arah bawah ke atas. Lalu buang kayu yang terbawa dalam mata tunas
    4. Sisipkan mata tunas tadi ke dalam celah sayatan pada batang bawah. Mata tunas diikat erat dengan tali plastik pada bidang penyambungan mulai dari bagian bawah, ke atas lalu ke bawah lagi dengan satu ikatan tali mati, tanpa menutupi ujung mata tunas.
    5. Setelah melakukan okulasi, pemeliharaan tanaman dilakukan dengan penyiraman air pengairan 1-2 kali sehari atau menyesuaikan dengan kondisi media tanam.
    6. Setelah 2-3 minggu okulasi, terlihat tunas mulai tumbuh dengan ciri warna hijau segar, maka dilakukan pemberian pupuk NPK sebesar 1 g/polybag.
    7. Setelah mata tunas tumbuh dengan muncul daun, batang bawah bagian atas dipotong sekitar 2-3 cm di bagian atas bidang okulasi. Hal ini agar pertumbuhan mata tunas berlangsung lebih cepat.
    8. Setelah bibit okulasi berumur 1-2 bulan, bibit siap untuk dipindah ke lahan yang sudah disiapkan. (irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Suryandhari Agrihorti, Krisan Potong Penghias Ruang dan Panggung

      04 Juni 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) *telah* berhasil melepas labih dari 70 varietas krisan bunga potong yang memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda pa setiap varietasnya.Suryandhari Agrihorti adalah salah satu varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan pada 2019 lalu, memiliki bunga tipe spray berbentuk ganda serta berwarna bunga pita kuning menjadikan Suryandhari Agrihorti ini sangat cocok untuk dijadikan
    • Kurangi Ketergantungan Produk Luar, Balitbangtan Produksi Mandiri Anggrek Vanda

      02 Juni 2020
      Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar, termasuk didalamnya adalah tanaman anggrek. Sejauh ini telah teridentifikasi bahwa Indonesia sekurangnya memiliki 5.000 spesies anggrek dari 43.000 spesies, dan 35.000 varietas hibrida anggrek di seluruh penjuru dunia. Seperti diketahui anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai estetika tinggi dengan warna dan bentuk bunga indah dan menarik. Tanaman Anggrek di Indonesia
    • Krisan Balitbangtan Hiasi Kawasan Agrowisata Payo di Kota Solok

      29 Mei 2020
      Krisan merupakan salah satu komoditas yang dikembangkan di kawasan agrowisata Payo di Kota Solok, Sumatera Barat. Awal mula adanya komoditas krisan di kawasan ini tak lepas dari andil Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang sejak dua tahun lalu melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solok berupaya secara berkesinambungan dalam pengembangan krisan di agrowisata ini. Pada Maret 2020 telah
    • TANAM VARIETAS KRISAN BALITHI, PETANI MASIH TETAP RAUP KEUNTUNGAN

      27 Mei 2020
      Bukan sebuah rahasia lagi bahwa  pandemi covid 19 sangat berdampak ke beberapa sektor di negri ini , salah satunya adalah sektor pertanian. Semakin terbatasnya ruang untuk berkegiatan membuat sebagian petani memilih untuk mengurangi kegiatan mereka di luar rumah. Namun ditengah hebohnya pandemi covid 19, ternyata para petani bunga di Kabupaten Cianjur masih berproduksi, dan salah satu varietas yang diproduksi adalah varietas Balithi
    • Perbanyakan Masal Anggrek Dendrobium Secara In Vitro

      26 Mei 2020
      Perbanyakan Masal Anggrek Dendrobium Secara In Vitro dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya (1) Penyediaan bahan tanaman sebagai sumber eksplan Dendrobium.Telah dilakukan penyediaan materi awal dari beberapa varietas antara lain adalah Varietas Dian Agrihorti, Varietas Almira, Varietas Syifa.  Tunas yang berasal dari tunas anakan Dendrobium ditanam pada media pembesaran tunas yaitu  1/2 MS + 0,5 BAP hingga tunas memanjang 
    • KRISAN POT MULAI BERMEKARAN, PT CIGWA INDONESIA JAYA SEMAKIN BERWARNA

      19 Mei 2020
      Sejak ditanam pada tanggal 13 Maret lalu, ke lima varietas Krisan Pot milik Balithi yaitu Avanthe, Armita, Anindita, Zwena dan Naura mulai bermekaran di Green House milik PT Cigwa Indonesia Jaya. Ditengah pandemi Covid 19 yang masih melanda di Indonesia, kegiatan monitoring sejauh ini dilakukan secara jarak jauh. Namun pada kesempatan kali ini dengan tetap memperhatikan protocol keamanan dari pemerintah, tim dari Balithi mengunjungi langsung PT. Cigwa Indonesia
    • Dukung Kemandirian Benih Anggrek Dendrobium, Balithi Kembangkan Teknologi Embriogenesis Somatik Berbasis Bioreaktor

      11 Mei 2020
      Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati pasar