BUDIDAYA-SEDAP-MALAM

  • BUDIDAYA SEDAP MALAM

  • ditulis tgl : 03 Januari 2020, telah dibaca sebanyak : 255 kali

    Share On Twitter


    Sedap malam cocok dibudidayakan pada tanah lempung (sawah) dengan elevasi dataran rendah sampai sedang (50 s/d 600 m dpl) serta tersedia air irigasi jika dibutuhkan terutama pada musim kemarau. Tempat penanaman harus terbuka dan tidak dinaungi oleh pepohonan

    Bibit 
    Berasal dari tanaman sedap malam yang telah berumur lebih dari 1 (satu tahun).  Ukuran (diameter) rata-rata 1,5 - 2,5 cm dan telah dikeringkan selama lebih kurang 2 - 4 minggu di bawah terik matahari. Sebaiknya umbi disimpan lebih dahulu antara 1 - 3 bulan sebelum tanam dengan tujuan agar setelah ditanam tunas akan lebih cepat keluar.

    Pengolahan tanah 
    Tanah dicangkul sampai halus kemudian dibuat bedengan dengan lebar 80 cm, tinggi 30 cm dan panjang tergantung luas lahan serta jarak antar bedengan 40 cm. 

    Pupuk dan Pemupukan  
    Pupuk kandang dapat berupa kotoran ayam (batere), kuda, domba atau kompos yang telah matang (siap pakai). Dosis sebanyak 30 sampai 40 ton/ha atau 3 - 4 kg per m2. Pupuk kandang ditaburkan merata setelah bedengan dibuat dan ditutup dengan tanah pada saat merapikan bedengan (1 minggu sebelum tanam).  Pemberian pupuk kandang berikutnya dilakukan dengan interval 3 - 4 bulan.

    Pupuk NPK diberikan sebulan setelah tanam atau diperkirakan akar pada umbi telah tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga pupuk yang diberikan dapat diserap langsung oleh tanaman. Dosis pupuk sebanyak 200 kg/ha atau 200 g/m2. Pemberian pupuk NPK berikutnya dilakukan dengan interval 3 bulan. Selain itu, pupuk daun dapat juga disemprotkan sesuai dengan dosis anjuran dengan interval 1 minggu.

    Penanaman 
    Tiap bedengan terdiri dari 4 baris tanaman. Jarak tanam yang digunakan adalah 30 cm antar barisan dan 25 cm dalam barisan. Sebelum penanaman terlebih dahulu dibuat lubang tanam dengan kedalaman sekitar  5 cm, kemudian umbi sedap malam dimasukkan ke dalam lubang dan ditutup dengan tanah.

    Hama dan Penyakit 
    Hama yang banyak menyerang tanaman sedap malam adalah thrips (Thaeniothrips sp.), kutu dompolan atau mealybugs (Dysmicoccus brevipes) dan kutu perisai (Coccus sp.). Ketiga hama tersebut akan muncul pada musim kemarau yang panjang.

    Thrips mulai menyerang sejak awal penanaman hingga sedap malam berbunga. Hama tersebut ditemukan pada celah-celah antar daun dan juga pada daun yang masih menguncup. Awal serangan ditandai dengan adanya bekas gigitan pada permukaan daun dan akhirnya berubah menjadi kecoklatan bila serangan sudah lanjut. Untuk mengendalikan hama tersebut dapat digunakan insektisida berbahan aktif  dimetoat atau diafentiuron sesuai dengan dosis anjuran.

    Kutu dompolan mulai menyerang setelah tanaman berumur sekitar 6 bulan setelah tanam. Hama tersebut ditemukan membentuk koloni pada bagian pangkal tanaman. Hama merusak tanaman dengan mengisap cairan tanaman. Selain itu, pada sisa-sisa cairan tanaman yang dibuang oleh kutu dompolan akan tumbuh embun jelaga yang menutupi permukaan daun. Akibatnya proses fotosintesa pada daun akan terganggu dan pada akhirnya akan menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kurang baik. 

    Pada musim kemarau serangan hama ini perlu diwaspadai. Permukaan tanah jangan sampai retak-retak dan bila sudah retak harus segera diairi (disiram). Bila permukaan tanah dibiarkan sampai retak, maka hama kutu dompolan akan menyerang bagian umbi sedap malam. Bila tidak segera diatasi, akan menyebabkan kerusakan yang parah dan dapat menyebabkan kegagalan panen. 

    Kutu dompolan akan berkermbang biak dengan pesat dan dengan populasi yang tinggi, cairan umbi akan habis dihisap dalam waktu yang singkat. Akibatnya umbi akan gembos dan akhirnya tanaman merana dan mati. Untuk mengendalikan hama tersebut dapat digunakan insektisida berbahan aktif diafentiuron sesuai dengan dosis anjuran dan ditambahkan mineral oil dengan dosis 1 cc/l.
    Kutu perisai umumnya ditemukan setelah satu tahun setelah tanam. Hama tersebut ditemukan pada permukaaan atas daun.  Untuk mengendalikan hama tersebut dapat digunakan insektisida berbahan aktif diafentiuron dan ditambahkan mineral oil dengan dosis 1 cc/l.

    Penyakit yang banyak ditemukan pada sedap malam adalah penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Fusarium sp. dan Xanthomonas sp. Penyakit tersebut umumnya menyerang pada musim hujan.  Serangan Xanthomonas ditandai dengan adanya bercak kecoklatan pada permukaan daun dan bila serangan telah lanjut seluruh permukaan daun akan berubah warna menjadi coklat dan akhirnya busuk dan mengering. Serangan Fusarium ditandai dengan adanya bercak abu-abu kecoklatan. Namun serangan penyakit ini tidak seberat serangan Xantomonas.

    Selain kedua penyakit tersebut pada bunga sedap malam juga ditemukan penyakit yang ditandai dengan bunga yang masih menguncup berubah menjadi hitam dan mengeras. Penyakit tersebut disebabkan oleh Botritys sp.  Untuk mengendalikan penyakit tersebut dapat digunakan fungisida dan bakterisida, yang disemprotkan sesuai dengan anjuran.

    Pemeliharaan 
    Pemeliharaan berupa penyiangan dan pengairan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Penyiangan umumnya dilakukan satu bulan satu kali. Sementara penyiraman dilakukan satu minggu satu kali. Pada musim kemarau yang panjang pengairan dilakukan dengan cara memenuhi saluran air antar bedengan dengan air sampai penuh dan dibiarkan satu malam. Hal tersebut terutama untuk mencegah serangan hama kutu dompolan agar jangan sampai ke bagian umbi sedap malam.  

  • BERITA TERKAIT
    • Naweswari Agrihorti Varietas Krisan Bertipe Spray

      15 Februari 2020
      Krisan Varietas Naweswari Agrihorti merupakan tanaman hias komoditas krisan yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui unit kerja Balai Penelitian Tanaman Hias.Varietas ini merupakan hasil silangan dari varietas Wastu Kania x Stroika dengan ciri-ciri diantraanya memiliki tinggi tanaman 99.6 - 106.6 cm, bentuk daun lonjong menjari dengan lekukan dalam dan gerigi sedang. Umur mulai berbunga varietas Naweswari Agrihorti 56-62 hari
    • Balitbangtan Kini Memiliki Smart Greenhouse Tanaman Hias

      21 Januari 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat ini memiliki Smart Greenhouse tanaman hias berlokasi di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Tanaman Hias Serpong Jl. Situgadung - Tangerang Selatan. Sosialisasi pengoperasian smart green house ini dilaksanakan Selasa 21 Januari 2020.Hadir dalam kesempatan tersebut Prof Dr Budi Marwoto peneliti Balitbangtan yang dalam wawancaranya menyampaikan dengan
    • Seminar Proposal ROPP RODHP Balithi 2020

      16 Januari 2020
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) diselenggarakan Seminar Proposal Rencana Operasional Penelitian Pertanian (ROPP) dan Rencana Operasional Diseminasi Hasil Penelitian (RODHP) Tahun Anggaran 2020 yang diikuti oleh seluruh penanggungjawab kegiatan penelitian dan diseminasi Balithi.Kegiatan Seminar proposal ROPP RODHP ini dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 15 sampai dengan 17 Januari 2020 dengan materi yang disajikan terdiri
    • Budidaya Mawar Potong

      23 Desember 2019
      Untuk mendapatkan hasil yang baik, budidaya mawar dilakukan di dalam rumah naungan tanaman. Rumah naungan ini biasa dibuat sebagai rumah kaca, rumah plastik yang sederhana dari bambu, kayu hingga yang berkerangka besi.Hal ini selain melindungi tanaman mawar dari curah hujan yang dapat mengakibatkan tanaman mudah terkena penyakit, juga menjaga mikroklimat lingkungan hidup tanaman ini seperti mempertahankan suhu lingkungan pada temperatur optimum
    • Wakil Ketua DPRD Ingin Tangsel Menjadi Kota Anggrek

      20 Desember 2019
      Bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias, Kepala Balithi Rudy Soehendi, Ph.D. menerima kunjungan wakil ketua DPRD Kota Telangerang Selatan Mustofa, S.Sos. beserta rengrengan Jumat 20 Desember 2019Dalam sambutannya Mustofa menyampaikan tujuan dilaksanakannya kunjungan ini adalah untuk mengetahui secara langsung apa saja yang ad di Balithi dan berharap Kota Tangerang Selatan dapat menjadi kota Anggrek. Diskusi yang
    • Partisipasi Balitbangtan Dalam Pekan Perlindungan Varietas Tanaman

      18 Desember 2019
      Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo menghadiri Pekan Perlindungan Varietas Tanaman yang diselenggarakan di Auditorium Kementerian Pertanian pada Rabu 18 Desember 2019.Dalam arahannya Dr. Syahrul menekankan akan pentingnya menjaga keberadaan varietas-varietas unggul terutama yang telah dihasilkan Kementerian Pertanian karena produk-produk Kementerian Pertanian berhubungan langsung dengan urusan hajat orang banyak.Dalam acara
    • Seminar Hasil Kegiatan Balithi

      12 Desember 2019
      Seminar hasil RPTP dan RDHP kegiatan 2019 dilaksanakan Kamis 12 Desember 2019 di Aula Balai Penelitian Tanaman Hias.Hadir sebagai evaluator dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Dr. M. Prama Yufdy yang dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya seminar hasil dilaksanakan.Pada sesi presentasi kegiatan Diseminasi Dr. Prama Yufdy menyarankan agar kedepan dampak serta hasil kegiatan diseminasi agar lebih diperjelas dalam