BUDIDAYA-SEDAP-MALAM

  • BUDIDAYA SEDAP MALAM

  • ditulis tgl : 03 Januari 2020, telah dibaca sebanyak : 483 kali

    Share On Twitter


    Sedap malam cocok dibudidayakan pada tanah lempung (sawah) dengan elevasi dataran rendah sampai sedang (50 s/d 600 m dpl) serta tersedia air irigasi jika dibutuhkan terutama pada musim kemarau. Tempat penanaman harus terbuka dan tidak dinaungi oleh pepohonan

    Bibit 
    Berasal dari tanaman sedap malam yang telah berumur lebih dari 1 (satu tahun).  Ukuran (diameter) rata-rata 1,5 - 2,5 cm dan telah dikeringkan selama lebih kurang 2 - 4 minggu di bawah terik matahari. Sebaiknya umbi disimpan lebih dahulu antara 1 - 3 bulan sebelum tanam dengan tujuan agar setelah ditanam tunas akan lebih cepat keluar.

    Pengolahan tanah 
    Tanah dicangkul sampai halus kemudian dibuat bedengan dengan lebar 80 cm, tinggi 30 cm dan panjang tergantung luas lahan serta jarak antar bedengan 40 cm. 

    Pupuk dan Pemupukan  
    Pupuk kandang dapat berupa kotoran ayam (batere), kuda, domba atau kompos yang telah matang (siap pakai). Dosis sebanyak 30 sampai 40 ton/ha atau 3 - 4 kg per m2. Pupuk kandang ditaburkan merata setelah bedengan dibuat dan ditutup dengan tanah pada saat merapikan bedengan (1 minggu sebelum tanam).  Pemberian pupuk kandang berikutnya dilakukan dengan interval 3 - 4 bulan.

    Pupuk NPK diberikan sebulan setelah tanam atau diperkirakan akar pada umbi telah tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga pupuk yang diberikan dapat diserap langsung oleh tanaman. Dosis pupuk sebanyak 200 kg/ha atau 200 g/m2. Pemberian pupuk NPK berikutnya dilakukan dengan interval 3 bulan. Selain itu, pupuk daun dapat juga disemprotkan sesuai dengan dosis anjuran dengan interval 1 minggu.

    Penanaman 
    Tiap bedengan terdiri dari 4 baris tanaman. Jarak tanam yang digunakan adalah 30 cm antar barisan dan 25 cm dalam barisan. Sebelum penanaman terlebih dahulu dibuat lubang tanam dengan kedalaman sekitar  5 cm, kemudian umbi sedap malam dimasukkan ke dalam lubang dan ditutup dengan tanah.

    Hama dan Penyakit 
    Hama yang banyak menyerang tanaman sedap malam adalah thrips (Thaeniothrips sp.), kutu dompolan atau mealybugs (Dysmicoccus brevipes) dan kutu perisai (Coccus sp.). Ketiga hama tersebut akan muncul pada musim kemarau yang panjang.

    Thrips mulai menyerang sejak awal penanaman hingga sedap malam berbunga. Hama tersebut ditemukan pada celah-celah antar daun dan juga pada daun yang masih menguncup. Awal serangan ditandai dengan adanya bekas gigitan pada permukaan daun dan akhirnya berubah menjadi kecoklatan bila serangan sudah lanjut. Untuk mengendalikan hama tersebut dapat digunakan insektisida berbahan aktif  dimetoat atau diafentiuron sesuai dengan dosis anjuran.

    Kutu dompolan mulai menyerang setelah tanaman berumur sekitar 6 bulan setelah tanam. Hama tersebut ditemukan membentuk koloni pada bagian pangkal tanaman. Hama merusak tanaman dengan mengisap cairan tanaman. Selain itu, pada sisa-sisa cairan tanaman yang dibuang oleh kutu dompolan akan tumbuh embun jelaga yang menutupi permukaan daun. Akibatnya proses fotosintesa pada daun akan terganggu dan pada akhirnya akan menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kurang baik. 

    Pada musim kemarau serangan hama ini perlu diwaspadai. Permukaan tanah jangan sampai retak-retak dan bila sudah retak harus segera diairi (disiram). Bila permukaan tanah dibiarkan sampai retak, maka hama kutu dompolan akan menyerang bagian umbi sedap malam. Bila tidak segera diatasi, akan menyebabkan kerusakan yang parah dan dapat menyebabkan kegagalan panen. 

    Kutu dompolan akan berkermbang biak dengan pesat dan dengan populasi yang tinggi, cairan umbi akan habis dihisap dalam waktu yang singkat. Akibatnya umbi akan gembos dan akhirnya tanaman merana dan mati. Untuk mengendalikan hama tersebut dapat digunakan insektisida berbahan aktif diafentiuron sesuai dengan dosis anjuran dan ditambahkan mineral oil dengan dosis 1 cc/l.
    Kutu perisai umumnya ditemukan setelah satu tahun setelah tanam. Hama tersebut ditemukan pada permukaaan atas daun.  Untuk mengendalikan hama tersebut dapat digunakan insektisida berbahan aktif diafentiuron dan ditambahkan mineral oil dengan dosis 1 cc/l.

    Penyakit yang banyak ditemukan pada sedap malam adalah penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Fusarium sp. dan Xanthomonas sp. Penyakit tersebut umumnya menyerang pada musim hujan.  Serangan Xanthomonas ditandai dengan adanya bercak kecoklatan pada permukaan daun dan bila serangan telah lanjut seluruh permukaan daun akan berubah warna menjadi coklat dan akhirnya busuk dan mengering. Serangan Fusarium ditandai dengan adanya bercak abu-abu kecoklatan. Namun serangan penyakit ini tidak seberat serangan Xantomonas.

    Selain kedua penyakit tersebut pada bunga sedap malam juga ditemukan penyakit yang ditandai dengan bunga yang masih menguncup berubah menjadi hitam dan mengeras. Penyakit tersebut disebabkan oleh Botritys sp.  Untuk mengendalikan penyakit tersebut dapat digunakan fungisida dan bakterisida, yang disemprotkan sesuai dengan anjuran.

    Pemeliharaan 
    Pemeliharaan berupa penyiangan dan pengairan dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Penyiangan umumnya dilakukan satu bulan satu kali. Sementara penyiraman dilakukan satu minggu satu kali. Pada musim kemarau yang panjang pengairan dilakukan dengan cara memenuhi saluran air antar bedengan dengan air sampai penuh dan dibiarkan satu malam. Hal tersebut terutama untuk mencegah serangan hama kutu dompolan agar jangan sampai ke bagian umbi sedap malam.  

  • BERITA TERKAIT
    • Suryandhari Agrihorti, Krisan Potong Penghias Ruang dan Panggung

      04 Juni 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) *telah* berhasil melepas labih dari 70 varietas krisan bunga potong yang memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda pa setiap varietasnya.Suryandhari Agrihorti adalah salah satu varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan pada 2019 lalu, memiliki bunga tipe spray berbentuk ganda serta berwarna bunga pita kuning menjadikan Suryandhari Agrihorti ini sangat cocok untuk dijadikan
    • TANAM VARIETAS KRISAN BALITHI, PETANI MASIH TETAP RAUP KEUNTUNGAN

      27 Mei 2020
      Bukan sebuah rahasia lagi bahwa  pandemi covid 19 sangat berdampak ke beberapa sektor di negri ini , salah satunya adalah sektor pertanian. Semakin terbatasnya ruang untuk berkegiatan membuat sebagian petani memilih untuk mengurangi kegiatan mereka di luar rumah. Namun ditengah hebohnya pandemi covid 19, ternyata para petani bunga di Kabupaten Cianjur masih berproduksi, dan salah satu varietas yang diproduksi adalah varietas Balithi
    • KRISAN POT MULAI BERMEKARAN, PT CIGWA INDONESIA JAYA SEMAKIN BERWARNA

      19 Mei 2020
      Sejak ditanam pada tanggal 13 Maret lalu, ke lima varietas Krisan Pot milik Balithi yaitu Avanthe, Armita, Anindita, Zwena dan Naura mulai bermekaran di Green House milik PT Cigwa Indonesia Jaya. Ditengah pandemi Covid 19 yang masih melanda di Indonesia, kegiatan monitoring sejauh ini dilakukan secara jarak jauh. Namun pada kesempatan kali ini dengan tetap memperhatikan protocol keamanan dari pemerintah, tim dari Balithi mengunjungi langsung PT. Cigwa Indonesia
    • Clitoria ternatea, Etlingera elatior dan Euphorbia hirta Diminati Jepang

      11 April 2020
      Kamis (9/4) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melakukan tindak lanjut kerjasama dengan Hirata Corp Japan mengenai kolaborasi berkelanjutan pengembangan produk untuk dijadikan sebagai bahan pewarna makanan, kosmetik & perlengkapan mandi serta pemanfaatannya untuk farmasi.Salah satu produk yang ditawarkan untuk dikembangkan dalam usulan kerjasama tersebut adalah jenis tanaman hias endemik Indonesia yg  potensial
    • Video Conference, Metode Yang Diterapkan Balitbangtan dalam Penanggulagan covid-19

      10 April 2020
      Dalam upaya menekan penyebaran Covid-19 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) turut menerapkan berbagai kebijakan dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 ini diantara dengan membagikan alat pelindung diru (APD) seperti pembagian hand sanitizer, hand soap dan disinfektan kepada masyarakat yang sebelumnya APD tersebut telah diuji terlebih dahulu di laboratorium Balitbangtan.Penerapan kebijakan lain yang dilakukan Balitbangtan
    • Perhatian Balitbangtan Terhadap Dunia Medis dalam Upaya Mencegah Penyebaran Covid19

      08 April 2020
      Salah satu upaya yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dalam mencegah penyebaran virus Corona (COVID19) yaitu dengan dilakukannya pemberian paket bantuan terhadap tenaga medis yang menangani pandemi Covid-19 pada Jumat (3/4/20).Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut kepada masing-masing perwakilan dari empat rumah sakit yang berada di wilayah Bogor, yakni RSUD Kota Bogor, RSUD
    • Balithi Dukung Program Pemberantasan Covid-19

      01 April 2020
      Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) sebagai salah satu lembaga yang berada dibawah naungan Kementerian Pertanian turut berperan aktif dalam melaksanakan arahan Pemerintah RI dalam menekan penyebaran virus Corona (Covid-19) diantaranya dengan melakukan program Bekerja Dari Rumah (Work From Home) dengan sistem bagi piket dikalangan karyawan, pembagian vitamin kepada seluruh karyawan untuk persediaan selama 30 hari, pembagian masker serta penempatan hand sanitizer di setiap ruang kerja