ASPEK-LINGKUNGAN-DALAM-BUDIDAYA-AGLAONEMA

  • ASPEK LINGKUNGAN DALAM BUDIDAYA AGLAONEMA

  • ditulis tgl : 01 Januari 2020, telah dibaca sebanyak : 321 kali

    Share On Twitter


    Lingkungan pertanaman merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dan dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman secara keseluruhan.  Faktor-faktor ini meliputi faktor abiotik bagian atas media tumbuh (lingkungan sekitar pertanaman) yang meliputi :

    Ketinggian tempat
    Aglaonema dapat tumbuh pada ketinggian sedang hingga rendah dan tempat tumbuh ideal tanaman agloanema berkisar antara 300 - 500 meter di atas permukaan laut.  Tanaman aglaonema yang tumbuh pada lokasi tempat yang relatif tinggi biasanya akan menampakkan performa lebih jangkung dan sukulen, warna hijau lebih dominan, warna merah kurang menyala dan daun kurang mengkilap.  Sedangkan pada dataran rendah, daun tanaman melekuk-lekuk (tidak tegar) dan cenderung melintir.  Namun pada kenyataannya, lingkungan pertanaman ini dapat dimodifikasi hingga mendekati kisaran lingkungan ideal yang mendekati kebutuhan tanaman.  Pada dataran rendah, rumah lindung aglaonema sering dilapisi paranet untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang memberikan efek panas yang berlebihan.  Penggunaan kipas (blower) dan alat pengkabutan merupakan cara lain untuk memodifikasi tempat tumbuh agar sesuai dengan kebutuhan tanaman.

    Suhu
    Aglaonema mudah beradaptasi dengan perubahan suhu di lingkungan tumbuhnya.  Namun, suhu optimal tetap diperlukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman yang optimal.  Pada dataran sedang, suhu siang antara 24 - 27 derajat Celcius dan 18 - 21 derajat Celcius pada malam hari merupakan suhu yang disukai tanaman.  Sedangkan pada dataran rendah, lingkungan tanaman sebaiknya dimodifikasi hingga suhu lingkungan mendekati 27 - 30 derajat Celcius pada siang hari dan 21 - 24 derajat Celcius pada malam hari.  Suhu yang terlalu rendah ( < 20 derajat Celcius) akan menyebabkan warna daun akan terdegradasi dengan warna hijau akan lebih dominan dan daun yang tumbuh lebih kecil.  Sedangkan suhu yang terlalu tinggi akan menyebabkan warna daun akan pudar dan pucat.  Suhu yang terlalu tinggi juga mempengaruhi penyerapan unsur hara oleh tanaman.  Beberapa unsur hara seperti P, memperlihatkan laju penyerapan yang semakin menurun seiring dengan meningkatnya suhu pada lingkungan pertanaman.

    Kelembaban
    Kelembaban udara yang disukai aglaonema berkisar antara 55 - 75 %.  Pada kelembaban rendah    (< 50 %) / kondisi kering, tanaman akan lebih cepat layu terutama daun muda.  Sebaliknya, bila kelembaban terlalu tinggi, akan memancing penyebaran organisme pengganggu tanaman terutama penyakit dengan cepat.

    Cahaya
    Sesuai dengan habitat aslinya yang tumbuh di bawah rindangan tajuk hutan dengan intensitas cahaya rendah, maka aglaonema tidak menyukai terpaan sinar matahari langsung.  Kebutuhan intensitas cahaya tanaman aglaonema berkisar antara 1000 - 2.500 fc (footcandles).  Pada skala komersial, tanaman ini sering dipelihara dalam rumah lindung dengan atap plastik dan atau paranet.  Paranet berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang masuk ke areal pertanaman.  Pada dataran rendah, pernaungan yang sering digunakan adalah 80 - 85 %.  Bila paranet jenis tersebut sulit dijumpai, maka pekebun biasanya menggunakan 2 lapis paranet 75 % yang diletakkan satu di atas pelindung plastik dan satu di bawah pelindung plastik.  Namun ada pula yang menggunakan pelindung paranet dan kemudian pelindung lain berupa plastik UV di bawahnya.

    Konstruksi Rumah Lindung
    Rangka rumah lindung dapar berupa bambu, kayu besi hingga beton dengan ketinggian minimal 3 meter dari atas permukaan tanah.  Atap rumah lindung berupa paranet dan lapisan kedap air seperti plastik UV atau polycarbonate.  Namun apabila rumah lindung sulit untuk dibuat karena faktor pembatas (misalnya, jumlah tanaman yang sedikit) maka tanaman dapat ditempatkan pada lokasi yang terhindar dari terpaan curah hujan yang langsung.  Terpaan curah hujan yang langsung selain dapat berakibat kerusakan fisik pada tanaman, juga menstimulasi kelembaban udara yang tinggi yang dapat memacu perkembangan hama dan penyakit secara cepat.  Terpaan air hujan langsung juga dapat mempercepat padatnya media tumbuh dan tercucinya unsur hara pada media tumbuh yang dapat berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman.
    Bilamana rumah lindung dapat dibuat, sangat dianjurkan bagian sisi samping rumah lindung juga tertutup screen yang berguna untuk mengatur sirkulasi udara pada areal pertanaman dan untuk mengurangi kontak fisik serangga hama dengan tanaman. (irm)

    Kurniawan Budiarto
    Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Naweswari Agrihorti Varietas Krisan Bertipe Spray

      15 Februari 2020
      Krisan Varietas Naweswari Agrihorti merupakan tanaman hias komoditas krisan yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui unit kerja Balai Penelitian Tanaman Hias.Varietas ini merupakan hasil silangan dari varietas Wastu Kania x Stroika dengan ciri-ciri diantraanya memiliki tinggi tanaman 99.6 - 106.6 cm, bentuk daun lonjong menjari dengan lekukan dalam dan gerigi sedang. Umur mulai berbunga varietas Naweswari Agrihorti 56-62 hari
    • Studi Penyebab Gejala Mosaik Pada Tanaman Anggrek Menggunakan Metode Deteksi Elisa

      14 Februari 2020
      Resta Patma Yanda, Erniawati Diningsih dan Indijarto Budi Rahardjo, Balai Penelitian Tanaman HiasTanaman hias Anggrek merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Salah satu kendala peningkatan produksi bunga anggrek adalah adanya penyakit  sistemik  yang  disebabkan  oleh  virus. Tanaman  anggrek  dapat  terinfeksi  lebih dari 25 jenis virus. Tujuan penelitian
    • Konservasi Anggrek Spesies Alam Menggunakan Eksplan Biji pada Media Vacin & Went

      12 Februari 2020
      Suskandari Kartikaningrum*, Dewi Pramanik*, Minangsari Dewanti, Rudy Soehendi, dan M. Prama Yufdy Abstrak. Konservasi anggrek spesies alam merupakan langkah penting untuk menghindari kepunahan akibat rusaknya habitat alamnya. Tujuan penelitian ialah mengetahui kemampuan tumbuh biji anggrek spesies alam pada media Vacin dan Went (VW) dan me- nentukan jenis anggrek spesies yang telah berhasil dikonservasi melalui biji. Anggrek spesies alam yang
    • Marina, Varietas dengan Kuntum Bunga Padat

      05 Februari 2020
      Krisan bunga potong varietas Marina memiliki bunga tipe standar dengan bentuk dekoratif serra berwarna bunga pita kuning cerah. Bunga pita berjumlah 300-350 helai per kuntum dalam satu tangkai. Tanaman krisan varietas Marina ini berpotensi menghasikan 60-63 tangkai bunga per meter persegi per musim tanam. Batang berpenampang bulat berwarna hijau dengan daun berbentuk bercangap menyirip.  Varietas ini mempunyai sistem perakaran serabut dengan
    • Proses Produksi Benih Mawar Potong

      30 Januari 2020
      Penyiapan batang bawahBahan tanam berupa bibit tanaman hasil okulasi dengan mawar batang bawah.  Cara penyiapan bibit tanaman hasil bawah adalah sebagai berikut :Penyiapan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang (1 : 1 v/v).Campuran media ini kemudian ditempatkan pada polybag berukuran 18 x 18 cm.  Pengisian media tanam sebaiknya hingga permukaannya berada 2-3 cm dari bibir polybag. Hal ini dimaksudkan agar media
    • Penyiapan Sarana dan Prasarana Produksi Mawar

      24 Januari 2020
      Mawar potong umumnya ditanam di dalam rumah lindung, Rumah lindung bertujuan untuk melindungi tanaman dari kondisi cuaca dan lingkungan yang ekstrim yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman dan melindungi tanaman dari organisme pengganggu tanaman. Rumah lindung dibuat memanjang disesuaikan dengan bentuk dan luas lahan.Rangka rumah lindung dapat berupa kayu, bambu, besi, aluminium, atau beton dengan ketinggian berkisar
    • Balitbangtan Kini Memiliki Smart Greenhouse Tanaman Hias

      21 Januari 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat ini memiliki Smart Greenhouse tanaman hias berlokasi di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Tanaman Hias Serpong Jl. Situgadung - Tangerang Selatan. Sosialisasi pengoperasian smart green house ini dilaksanakan Selasa 21 Januari 2020.Hadir dalam kesempatan tersebut Prof Dr Budi Marwoto peneliti Balitbangtan yang dalam wawancaranya menyampaikan dengan