MENGENAL-EKOLOGI-KRISAN

  • MENGENAL EKOLOGI KRISAN

  • ditulis tgl : 17 Desember 2019, telah dibaca sebanyak : 291 kali

    Share On Twitter



    Cahaya
    Hal yang perlu menjadi perhatian pada pencahayaan adalah intensitas, kualitas, dan lama pencahayaan. Tanaman krisan memerlukan intensitas cahaya pada siang hari sekitar 32.000 lux untuk pertumbuhan yang optimal. 

    Intensitas cahaya siang hari di dataran tinggi di Indonesia  pada ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut, besarnya intensitas cahaya sebesar 50.000 lux. Upaya mengatur intensitas cahaya yang sesuai bagi tanaman krisan diperlukan naungan misalnya dengan paranet. 

    Fungsi paranet selain untuk mengurangi intensitas cahaya matahari juga dapat mengurangi suhu udara lingkungan tanaman. Kualitas cahaya berkaitan dengan spektrum cahaya yang menunjang fotosintesis dan fotoperiode.

    Tanaman krisan membutuhkan waktu untuk fotosintesis sekitar 14,5 jam untuk menjaga periode vegetatif. Di Indonesia mempunyai panjang hari atau lama penyinaran matahari berkisar 10-12 jam. Pertumbuhan vegetatif terutama tinggi tanaman krisan membutuhkan cahaya yang lebih lama daripada panjang hari normal. 

    Karena itu, diperlukan penambahan panjang hari dengan penyinaran buatan berupa penyinaran lampu listrik (75 s/d 100 watt atau setara 75 s/d 100 lux) pada malam hari sekitar 4-5 jam pada malam hari sekitar pukul 22.00 s/d 02.00 atau pukul 23.00 s/d 03.00 selama sebulan dari mulai tanam dengan pengaturan siklik 7,5 menit terang dan 22,5 menit gelap.

    Temperatur Udara
    Temperatur udara merupakan faktor penting dalam proses pembungaan. Temperatur atau suhu udara yang ideal untuk pertumbuhan tanaman krisan berkisar antara 20 - 26 derajat Celcius pada siang hari dengan toleransi batas minimum 17 derajat Celcius dan batas maksimum 30 derajat Celcius. 

    Suhu udara pada malam hari merupakan faktor penting untuk mempercepat pembentukan tunas bunga. Suhu ideal pada malam hari yang dibutuhkan berkisar antara 16 - 18 derajat Celcius. Jika suhu turun di bawah 16 derajat Celcius maka pertumbuhan tanaman menjadi cenderung lebih mendorong pertumbuahan vegetatif sehingga tanaman tumbuh bertambah tinggi dan akan memperlambat pembungaan. 

    Pada suhu tersebut (16 derajat Celcius) akan berpengaruh pada intensitas warna bunga yang semakin cerah. Sebaliknya, bila suhu siang terlalu tinggi dapat mengakibatkan warna bunga kurang cerah atau pudar, sehingga penampilannya tampak kusam walaupun bunganya masih segar. 

    Kelembaban udara
    Tanaman krisan umumnya membutuhkan kondisi kelembaban udara yang tinggi. Kelembaban udara yang tinggi perlu diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai (lancar) di sekitar kebun. Bila kelembaban yang tinggi, sementara sirkulasi udara jelek dapat menyebabkan mudah berkembangnya organisme penyebab penyakit, terutama jamur. Menurut Hasim dan Reza (1995), tanaman krisan untuk pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara antara 70 - 80%.

    Curah hujan
    Budidaya krisan lazim dilakukan di dalam naungan rumah plastik, namun ada juga petani yang membudidayakan krisan di tempat terbuka tanpa naungan. Pada tempat terbuka,  tanaman krisan tidak tahan terhadap hujan deras atau curah hujan tinggi yang langsung menerpa tanaman, karena akan menyebabkan tanaman mudah roboh, rusak dan kualitas bunganya rendah. Budidaya krisan di daerah yang bercurah hujan tinggi sebaiknya dilakukan di dalam bangunan rumah lindung atau rumah plastik.

    Bila curah hujan tinggi sepanjang bulan atau tahun akan mengakibatkan sinar matahari berkurang dan umur panen krisan lebih panjang, sebaliknya bila musim terang atau kering berkepanjangan akan mengakibatkan tanaman krisan cepat berbunga/panen.  

    Ketinggian tempat
    Ketinggian lokasi penanaman krisan berpengaruh dengan perubahan suhu, intensitas cahaya, dan kelembaban udara. Semakin tinggi letak suatu lokasi budidaya dari permukaan laut, makin dingin atau makin rendah suhunya, kelembaban akan semakin tinggi dan intensitas cahaya semakin rendah serta lama penyinaran matahari cenderung lebih pendek. Tiap kenaikan 100 m dari permukaan laut, suhu akan turun sekitar 1 derajat Celcius. Tanaman krisan  akan tumbuh dan berkembang baik pada ketinggian antara 700  - 1.200 m di atas permukaan laut.

    Karbondioksida
    Unsur karbondioksida berperan penting dalam proses metabolisme tanaman, khususnya proses fotosintesis. Kadar CO2 yang ideal dan dianjurkan untuk memacu kemampuan fotosintesis tanaman krisan adalah 600 - 900 ppm. Dalam prakteknya, para produsen kurang memperhatikan hal tersebut.

    Tanah (Media Tanam)
    Tanah yang ideal untuk media tumbuh tanaman krisan adalah tanah yang bertekstur liat berpasir, subur, gembur dan drainase yang baik, tidak mengandung hama atau penyakit ulat tanah (soil borne), dan ber-pH 5,5-6,7. 

    Kandungan bahan organik yang tinggi dan mengandung berbagai unsur hara mineral yang dibutuhkan tanaman juga merupakan syarat untuk media tanam yang baik. Komposisi media yang ideal ikut menentukan keadaan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Diupayakan, tanah dan media tanam lain dilakukan penggantian minimal 5-6 kali musim tanam untuk mempertahankan kesuburan dan mengurangi penyebaran organisme pengganggu tanaman. 

  • BERITA TERKAIT
    • Naweswari Agrihorti Varietas Krisan Bertipe Spray

      15 Februari 2020
      Krisan Varietas Naweswari Agrihorti merupakan tanaman hias komoditas krisan yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui unit kerja Balai Penelitian Tanaman Hias.Varietas ini merupakan hasil silangan dari varietas Wastu Kania x Stroika dengan ciri-ciri diantraanya memiliki tinggi tanaman 99.6 - 106.6 cm, bentuk daun lonjong menjari dengan lekukan dalam dan gerigi sedang. Umur mulai berbunga varietas Naweswari Agrihorti 56-62 hari
    • Studi Penyebab Gejala Mosaik Pada Tanaman Anggrek Menggunakan Metode Deteksi Elisa

      14 Februari 2020
      Resta Patma Yanda, Erniawati Diningsih dan Indijarto Budi Rahardjo, Balai Penelitian Tanaman HiasTanaman hias Anggrek merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Salah satu kendala peningkatan produksi bunga anggrek adalah adanya penyakit  sistemik  yang  disebabkan  oleh  virus. Tanaman  anggrek  dapat  terinfeksi  lebih dari 25 jenis virus. Tujuan penelitian
    • Konservasi Anggrek Spesies Alam Menggunakan Eksplan Biji pada Media Vacin & Went

      12 Februari 2020
      Suskandari Kartikaningrum*, Dewi Pramanik*, Minangsari Dewanti, Rudy Soehendi, dan M. Prama Yufdy Abstrak. Konservasi anggrek spesies alam merupakan langkah penting untuk menghindari kepunahan akibat rusaknya habitat alamnya. Tujuan penelitian ialah mengetahui kemampuan tumbuh biji anggrek spesies alam pada media Vacin dan Went (VW) dan me- nentukan jenis anggrek spesies yang telah berhasil dikonservasi melalui biji. Anggrek spesies alam yang
    • Marina, Varietas dengan Kuntum Bunga Padat

      05 Februari 2020
      Krisan bunga potong varietas Marina memiliki bunga tipe standar dengan bentuk dekoratif serra berwarna bunga pita kuning cerah. Bunga pita berjumlah 300-350 helai per kuntum dalam satu tangkai. Tanaman krisan varietas Marina ini berpotensi menghasikan 60-63 tangkai bunga per meter persegi per musim tanam. Batang berpenampang bulat berwarna hijau dengan daun berbentuk bercangap menyirip.  Varietas ini mempunyai sistem perakaran serabut dengan
    • Proses Produksi Benih Mawar Potong

      30 Januari 2020
      Penyiapan batang bawahBahan tanam berupa bibit tanaman hasil okulasi dengan mawar batang bawah.  Cara penyiapan bibit tanaman hasil bawah adalah sebagai berikut :Penyiapan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang (1 : 1 v/v).Campuran media ini kemudian ditempatkan pada polybag berukuran 18 x 18 cm.  Pengisian media tanam sebaiknya hingga permukaannya berada 2-3 cm dari bibir polybag. Hal ini dimaksudkan agar media
    • Penyiapan Sarana dan Prasarana Produksi Mawar

      24 Januari 2020
      Mawar potong umumnya ditanam di dalam rumah lindung, Rumah lindung bertujuan untuk melindungi tanaman dari kondisi cuaca dan lingkungan yang ekstrim yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman dan melindungi tanaman dari organisme pengganggu tanaman. Rumah lindung dibuat memanjang disesuaikan dengan bentuk dan luas lahan.Rangka rumah lindung dapat berupa kayu, bambu, besi, aluminium, atau beton dengan ketinggian berkisar
    • Balitbangtan Kini Memiliki Smart Greenhouse Tanaman Hias

      21 Januari 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat ini memiliki Smart Greenhouse tanaman hias berlokasi di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Tanaman Hias Serpong Jl. Situgadung - Tangerang Selatan. Sosialisasi pengoperasian smart green house ini dilaksanakan Selasa 21 Januari 2020.Hadir dalam kesempatan tersebut Prof Dr Budi Marwoto peneliti Balitbangtan yang dalam wawancaranya menyampaikan dengan