ANDI-BURDAH-PETANI-KRISAN-INSPIRATIF

  • ANDI BURDAH PETANI KRISAN INSPIRATIF

  • ditulis tgl : 29 November 2019, telah dibaca sebanyak : 216 kali

    Share On Twitter


    Andi Burdah Zawahir merupakan petani dan penangkar benih krisan yang memulai usahanya sejak tiga tahun lalu di Jl. Kp. Cibodas Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Bermodalkan lahan milik keluarga seluas 600 meter persegi Andi merintis usaha krisannya dengan sistem bagi hasil bersama para pekerjanya.

    Saat ini Andi memiliki 20 Green House (GH) krisan dengan luas area +10.000 meter persegi, sistem pengupahan kepada pekerja dihitung dari jumlah pertanaman yang dipeliharanya. Satu GH bisa menghasilkan 2000 ikat bunga krisan siap jual dan upah pekerja dihitung seribu rupiah dari setiap ikat bunga yang dipanen (10 tangkai). Maka dengan memelihara satu GH upah yang diterima pekerja tersebut memperoleh penghasilan dua juta rupiah setiap musim panen

    Satu pekerja rata-rata memelihara 2-3 GH krisan, sehingga penghasilan rata-rata per-musim tanam kisaran empat sampai enam juta dengan penyediaan GH, benih, pupuk dan lainnya ditanggung oleh Andi sebagai pemilik lahan. Hal ini dilakukan agar semua merasa saling memiliki dan saling menjaga agar usaha tani krisan ini terus bertahan bahkan lebih maju ungkap Andi saat diwawancarai oleh tim liputan Balitbangtan (23/11/19).

    Teknologi Balitbangtan yang diterapkan dalam usaha tani krisan Andi ini diantaranya penggunaan varietas unggul Jayanti, Suciono (putih), Pinka pinki (merah muda), dan Marina (kuning).

    Terbukti empat varietas ini sangat laku dijual dipasaran mengingat daya tarik warna bunga serta ketahanan tangkai serta daun yang besar dan tebal juga tahan terhadap serangan penyakit.

    Varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan sebenarnya sangat disukai pasar, hanya kendala saat ini bagi kami sebagai penangkar sekaligus petani adalah jumlah ketersediaan benih sumber yang masih belum bisa terpenuhi hal ini disampaikan Andi saat ditanya mengenai penerapan teknologi yang telah dihasilkan Balitbangtan olehnya.

    Saat ini penghasilan Andi per musim panen rata-rata lima juta rupiah dari setiap GH, dengan memiliki 20 buah GH maka penghasilan total yang dia raup sekitar seratus juta rupiah.

    Awal ketertarikan Andi terhadap usaha tani krisan ini dari pembelajaran yang diperolehnya setelah mengikuti pelatihan di Balithi dibawah bimbingan Dr. Lia Sanjaya selaku peneliti dan pemulia krisan. (irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Cara Fertigasi Tanaman

      05 Desember 2019
      Ketidak seimbangan pemberian hara/nutrisi, selain tidak efisien dapat menyebabkan mutu bunga terganggu seperti vase life menjadi lebih pendek atau dapat juga mencemari lingkungan seperti polusi nitrat ke sumur-sumur penduduk. Untuk mencegah hal tersebut perlu dicari jalan keluarnya.Analisis hara yang tersedia di tanah (media tanam) dan kebutuhan hara oleh tanaman itu  sendiri perlu dijadikan sebagai acuan dalam rekomendasi pemupukan. Dalam aplikasi
    • Inspektur III Kementan Berkunjung ke Balithi: Semakin Baik Tata Kelola Semakin Kecil Temuan

      03 Desember 2019
      Inspektur III Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Fuadi, AK., MPA. Selasa 3 Desember 2019 melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi).Dalam kunjungannya Fuadi memaparkan tentang Pengawalan SPI Kegiatan Penelitian Balai Penelitian Tanaman Hias di depan seluruh staf Balithi yang terdiri dari pejabat struktural, peneliti, teknisi dan staf administrasi.Fuadi juga memperkenalkan aplikasi vote yang disebut
    • Kunjungan Menteri Pertanian Ke Balithi: Katakan Cinta Dengan Bunga

      01 Desember 2019
      Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Syahrul Yasin Limpo didampingi Kepala Badan Litbang Perranian Dr. Fadjry Djufry beserta pejabat eselon I lingkup Kementerian Pertanian lainnya mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Hias Minggu 1 Desember 2019.Dalam sambutannya Dr. Syahrul mengatakan "masuk kesini (Balithi) saya sudah menangkap bahwa disini adalah salah satu hal yang harus menjadi kebanggaan kita".Agenda yang disajikan dalam
    • Yulimar Krisan Standar Dengan Batang Tebal

      25 November 2019
      Yulimar merupakan salah satu varietas unggul krisan yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Unit Pengelola Teknis Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dengan silsilah turunan esensial dari varietas fiji putih.Umur mulai berbunga varietas Yulimar ini 60-70 hari setelah tanam dengan hasil bunga 60 - 64 tangkai per meter persegi per musim tanam. Penciri utama dari varietas Yulimar ini diantaranya
    • Penjajakan Kerjasama Praktik Kerja SMK-PP Negeri Padang

      22 November 2019
      Dalam rangka penjajakan rencana pengiriman siswa praktik kerja, 17 siswa SMK Pembangunan Pertanian Negeri Padang didampingi tiga guru melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias Jumat 22 November 2019.Penerimaan kunjungan dilaksanakan oleh Kepala Balithi, Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. beserta Kasi Jasa Penelitian, Koordinator Program Penelitian serta peneliti dan teknisi.Dalam sambutannya ketua rombongan Eli  Ratna
    • Penyakit dan Hama yang Sering Menyerangan Pertanaman Gerbera

      20 November 2019
      1. Bercak daun. Disebabkan oleh jamur cercospora gerberae chupp et viegas. Gejala serangan penyakit ini adalah timbulnya bercak-bercak berwarna coklat berbentuk bulat atau tidak beraturan pada daun-daun tua. Pengendalian dilakukan dengan membuang daun yang telah terinfeksi penyakit ini dan untuk pencegahan dilakukan penyemprotan secara rutin dengan fungisida Dithane atau Daconil. Untuk pengendalian jika sudah terserang parah
    • Pelayanan Publik Balithi, Biro OK: Ini Merupakan Langkah Maju

      19 November 2019
      Public hearing standar pelayanan publik Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dilaksanakan Selasa 19 November 2019 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi, Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dalam kesempatan ini Ombudsman RI perwakilan Jawa Barat Haneda Sri Lastoto dan memaparkan secara gamblang mengenai pelayanan publik, Berintegritas dan Menyenangkan. Haneda mengatakan UU 25 2009 tentang pelayanan publik pasal 20 menjadi dasar bahwa kita sebagai