ANDI-BURDAH-PETANI-KRISAN-INSPIRATIF

  • ANDI BURDAH PETANI KRISAN INSPIRATIF

  • ditulis tgl : 29 November 2019, telah dibaca sebanyak : 354 kali

    Share On Twitter


    Andi Burdah Zawahir merupakan petani dan penangkar benih krisan yang memulai usahanya sejak tiga tahun lalu di Jl. Kp. Cibodas Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Bermodalkan lahan milik keluarga seluas 600 meter persegi Andi merintis usaha krisannya dengan sistem bagi hasil bersama para pekerjanya.

    Saat ini Andi memiliki 20 Green House (GH) krisan dengan luas area +10.000 meter persegi, sistem pengupahan kepada pekerja dihitung dari jumlah pertanaman yang dipeliharanya. Satu GH bisa menghasilkan 2000 ikat bunga krisan siap jual dan upah pekerja dihitung seribu rupiah dari setiap ikat bunga yang dipanen (10 tangkai). Maka dengan memelihara satu GH upah yang diterima pekerja tersebut memperoleh penghasilan dua juta rupiah setiap musim panen

    Satu pekerja rata-rata memelihara 2-3 GH krisan, sehingga penghasilan rata-rata per-musim tanam kisaran empat sampai enam juta dengan penyediaan GH, benih, pupuk dan lainnya ditanggung oleh Andi sebagai pemilik lahan. Hal ini dilakukan agar semua merasa saling memiliki dan saling menjaga agar usaha tani krisan ini terus bertahan bahkan lebih maju ungkap Andi saat diwawancarai oleh tim liputan Balitbangtan (23/11/19).

    Teknologi Balitbangtan yang diterapkan dalam usaha tani krisan Andi ini diantaranya penggunaan varietas unggul Jayanti, Suciono (putih), Pinka pinki (merah muda), dan Marina (kuning).

    Terbukti empat varietas ini sangat laku dijual dipasaran mengingat daya tarik warna bunga serta ketahanan tangkai serta daun yang besar dan tebal juga tahan terhadap serangan penyakit.

    Varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan sebenarnya sangat disukai pasar, hanya kendala saat ini bagi kami sebagai penangkar sekaligus petani adalah jumlah ketersediaan benih sumber yang masih belum bisa terpenuhi hal ini disampaikan Andi saat ditanya mengenai penerapan teknologi yang telah dihasilkan Balitbangtan olehnya.

    Saat ini penghasilan Andi per musim panen rata-rata lima juta rupiah dari setiap GH, dengan memiliki 20 buah GH maka penghasilan total yang dia raup sekitar seratus juta rupiah.

    Awal ketertarikan Andi terhadap usaha tani krisan ini dari pembelajaran yang diperolehnya setelah mengikuti pelatihan di Balithi dibawah bimbingan Dr. Lia Sanjaya selaku peneliti dan pemulia krisan. (irm)

  • BERITA TERKAIT
    • Naweswari Agrihorti Varietas Krisan Bertipe Spray

      15 Februari 2020
      Krisan Varietas Naweswari Agrihorti merupakan tanaman hias komoditas krisan yang dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui unit kerja Balai Penelitian Tanaman Hias.Varietas ini merupakan hasil silangan dari varietas Wastu Kania x Stroika dengan ciri-ciri diantraanya memiliki tinggi tanaman 99.6 - 106.6 cm, bentuk daun lonjong menjari dengan lekukan dalam dan gerigi sedang. Umur mulai berbunga varietas Naweswari Agrihorti 56-62 hari
    • Studi Penyebab Gejala Mosaik Pada Tanaman Anggrek Menggunakan Metode Deteksi Elisa

      14 Februari 2020
      Resta Patma Yanda, Erniawati Diningsih dan Indijarto Budi Rahardjo, Balai Penelitian Tanaman HiasTanaman hias Anggrek merupakan salah satu komoditas tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Salah satu kendala peningkatan produksi bunga anggrek adalah adanya penyakit  sistemik  yang  disebabkan  oleh  virus. Tanaman  anggrek  dapat  terinfeksi  lebih dari 25 jenis virus. Tujuan penelitian
    • Konservasi Anggrek Spesies Alam Menggunakan Eksplan Biji pada Media Vacin & Went

      12 Februari 2020
      Suskandari Kartikaningrum*, Dewi Pramanik*, Minangsari Dewanti, Rudy Soehendi, dan M. Prama Yufdy Abstrak. Konservasi anggrek spesies alam merupakan langkah penting untuk menghindari kepunahan akibat rusaknya habitat alamnya. Tujuan penelitian ialah mengetahui kemampuan tumbuh biji anggrek spesies alam pada media Vacin dan Went (VW) dan me- nentukan jenis anggrek spesies yang telah berhasil dikonservasi melalui biji. Anggrek spesies alam yang
    • Marina, Varietas dengan Kuntum Bunga Padat

      05 Februari 2020
      Krisan bunga potong varietas Marina memiliki bunga tipe standar dengan bentuk dekoratif serra berwarna bunga pita kuning cerah. Bunga pita berjumlah 300-350 helai per kuntum dalam satu tangkai. Tanaman krisan varietas Marina ini berpotensi menghasikan 60-63 tangkai bunga per meter persegi per musim tanam. Batang berpenampang bulat berwarna hijau dengan daun berbentuk bercangap menyirip.  Varietas ini mempunyai sistem perakaran serabut dengan
    • Proses Produksi Benih Mawar Potong

      30 Januari 2020
      Penyiapan batang bawahBahan tanam berupa bibit tanaman hasil okulasi dengan mawar batang bawah.  Cara penyiapan bibit tanaman hasil bawah adalah sebagai berikut :Penyiapan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang (1 : 1 v/v).Campuran media ini kemudian ditempatkan pada polybag berukuran 18 x 18 cm.  Pengisian media tanam sebaiknya hingga permukaannya berada 2-3 cm dari bibir polybag. Hal ini dimaksudkan agar media
    • Penyiapan Sarana dan Prasarana Produksi Mawar

      24 Januari 2020
      Mawar potong umumnya ditanam di dalam rumah lindung, Rumah lindung bertujuan untuk melindungi tanaman dari kondisi cuaca dan lingkungan yang ekstrim yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan tanaman dan melindungi tanaman dari organisme pengganggu tanaman. Rumah lindung dibuat memanjang disesuaikan dengan bentuk dan luas lahan.Rangka rumah lindung dapat berupa kayu, bambu, besi, aluminium, atau beton dengan ketinggian berkisar
    • Balitbangtan Kini Memiliki Smart Greenhouse Tanaman Hias

      21 Januari 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) saat ini memiliki Smart Greenhouse tanaman hias berlokasi di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Tanaman Hias Serpong Jl. Situgadung - Tangerang Selatan. Sosialisasi pengoperasian smart green house ini dilaksanakan Selasa 21 Januari 2020.Hadir dalam kesempatan tersebut Prof Dr Budi Marwoto peneliti Balitbangtan yang dalam wawancaranya menyampaikan dengan