PENYAKIT-DAN-HAMA-YANG-SERING-MENYERANGAN-PERTANAMAN-GERBERA

  • PENYAKIT DAN HAMA YANG SERING MENYERANGAN PERTANAMAN GERBERA

  • ditulis tgl : 20 November 2019, telah dibaca sebanyak : 176 kali

    Share On Twitter


    1. Bercak daun. 
    Disebabkan oleh jamur cercospora gerberae chupp et viegas. Gejala serangan penyakit ini adalah timbulnya bercak-bercak berwarna coklat berbentuk bulat atau tidak beraturan pada daun-daun tua. 

    Pengendalian dilakukan dengan membuang daun yang telah terinfeksi penyakit ini dan untuk pencegahan dilakukan penyemprotan secara rutin dengan fungisida Dithane atau Daconil. Untuk pengendalian jika sudah terserang parah semprot dengan cabrio dua kali seminggu.


    2. Kapang kelabu. 
    disebabkan oleh jamur Botitris cinensis pers. Ex. Fr. Gejala serangan adalah timbulnya busuk pada bunga hingga menjadi rusak dan diliputi benang-benang jamur yang berwarna kelabu. Penyakit biasanya menyerang pada musim hujan. 

    Pengendalian dilakukan dengan membuang daun dan bunga yang telah terinfeksi penyakit ini Untuk pencegahan dilakukan penyemprotan secara rutin dengan fungisida Dithane atau Daconil. Untuk pengendalian jika sudah terserang parah sempot dengan Cabrio dua kali seminggu.

    3. Embun tepung. 
    Disebabkan oleh jamur Erysiphe cichoracearum dc. Penyakit ini menyebabkan daun gerbera diliputi oleh lapisan putih bertepung yang merupakan miselium, konidiofor dan konidium jamur tersebut. Penyakit biasanya menyerang pada musim kemarau terutama di tempat-tempat yang ternaungi. 

    Pengendalian dilakukan dengan membuang daun yang telah terinfeksi penyakit ini dan untuk pencegahan dilakukan penyemprotan secara rutin Untuk pengendalian jika sudah terserang parah sempot dengan Cabrio dua kali seminggu.

    4. White fly (kutu putih). 
    Hama ini menyerang tidak kenal musim, namun banyak menyerang jika suasana rumah lindung agak lembab karena kurang cahaya. Pengendalian hama jika dapat dilakukan secara manual dengan secara rutin membuang daun-daun yang tua. Hal ini dilakukan karena White Fly menyerang bagian bawah daun gerbera tua dan dibagian itu pula mereka akan berkembang biak dan mengeluarkan kotorannya. Kotoran White Fly ini dpt menyebabkan penyakit sekunder jamur dan  bakteri. 

    Pengendalian secara kimiawi menggunakan pestisida confidor atau pegasus 0.5 -1.0 ml/l. Penyemprotan sebaiknya ditujukan pada bagian bawah daun lalu seluruh permukaan tanaman. Karena hama itu dapat terbang dan berpindah ke tempat lain, maka sebaiknya ditambahkan perekat pestisida (sticker) seperti Tenac atau Rudor.

    5. Leaf Miner (pengorok daun). 
    Ciri khas serangan hama ini adanya korokan yang menyerupai lorong-lorong tepat dibawah permukaan daun bagian atas. Korokan-korokan ini sebenarnya adalah larva Liriomyza sp. yang memakan bagian tersebut sebelum keluar sebagai kupu. Serangan leaf miner ini sebenarnya jika diabaikan akan menjadi ledakan hama yang nyerang semua daun gerbera dalam satu tanaman dan juga seluruh pertanaman gerbera. Daun yang  terserang leafminer akan mongering seperti terbakar  dan mati. Jika banyak daun yang terserang hama ini tentu akan mengurangai fotosintesis tanaman dan pada akhirnya menurunkan produksi bunga gerbera. 

    Pengendalian hama adalah dengan menggunakan insektisida Trigard/Pegasus pada stadium larva dan Confidor/Kardan pada stadium kupu. Jika serangan sudah parah dapat diaplikasikan 2 kali seminggu dan setelah serangan menurun baru penyemprotan dilakukan hanya seminggu sekali.  

    6. Jangel atau Siput Bugil
    Hama ini merusak dengan memekan daun dan tangkai bunga gerbera. Biasanya hama ini menyerang pada lingkungan pertanaman yang lembab atau basah tapi agak hangat. 

    Pengendaliannya dengan pengunakan perstisida Siputok. Sebenarnya penggunan sekam mentah yang baru juga dapat mengurangi serangan jangel. (irm)

    Kurnia Yuniarto - Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Cara Fertigasi Tanaman

      05 Desember 2019
      Ketidak seimbangan pemberian hara/nutrisi, selain tidak efisien dapat menyebabkan mutu bunga terganggu seperti vase life menjadi lebih pendek atau dapat juga mencemari lingkungan seperti polusi nitrat ke sumur-sumur penduduk. Untuk mencegah hal tersebut perlu dicari jalan keluarnya.Analisis hara yang tersedia di tanah (media tanam) dan kebutuhan hara oleh tanaman itu  sendiri perlu dijadikan sebagai acuan dalam rekomendasi pemupukan. Dalam aplikasi
    • Inspektur III Kementan Berkunjung ke Balithi: Semakin Baik Tata Kelola Semakin Kecil Temuan

      03 Desember 2019
      Inspektur III Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian Fuadi, AK., MPA. Selasa 3 Desember 2019 melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi).Dalam kunjungannya Fuadi memaparkan tentang Pengawalan SPI Kegiatan Penelitian Balai Penelitian Tanaman Hias di depan seluruh staf Balithi yang terdiri dari pejabat struktural, peneliti, teknisi dan staf administrasi.Fuadi juga memperkenalkan aplikasi vote yang disebut
    • Kunjungan Menteri Pertanian Ke Balithi: Katakan Cinta Dengan Bunga

      01 Desember 2019
      Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Syahrul Yasin Limpo didampingi Kepala Badan Litbang Perranian Dr. Fadjry Djufry beserta pejabat eselon I lingkup Kementerian Pertanian lainnya mengunjungi Balai Penelitian Tanaman Hias Minggu 1 Desember 2019.Dalam sambutannya Dr. Syahrul mengatakan "masuk kesini (Balithi) saya sudah menangkap bahwa disini adalah salah satu hal yang harus menjadi kebanggaan kita".Agenda yang disajikan dalam
    • Andi Burdah Petani Krisan Inspiratif

      29 November 2019
      Andi Burdah Zawahir merupakan petani dan penangkar benih krisan yang memulai usahanya sejak tiga tahun lalu di Jl. Kp. Cibodas Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Bermodalkan lahan milik keluarga seluas 600 meter persegi Andi merintis usaha krisannya dengan sistem bagi hasil bersama para pekerjanya.Saat ini Andi memiliki 20 Green House (GH) krisan dengan luas area +10.000 meter persegi, sistem pengupahan kepada pekerja dihitung dari
    • Yulimar Krisan Standar Dengan Batang Tebal

      25 November 2019
      Yulimar merupakan salah satu varietas unggul krisan yang telah dihasilkan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Unit Pengelola Teknis Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dengan silsilah turunan esensial dari varietas fiji putih.Umur mulai berbunga varietas Yulimar ini 60-70 hari setelah tanam dengan hasil bunga 60 - 64 tangkai per meter persegi per musim tanam. Penciri utama dari varietas Yulimar ini diantaranya
    • Penjajakan Kerjasama Praktik Kerja SMK-PP Negeri Padang

      22 November 2019
      Dalam rangka penjajakan rencana pengiriman siswa praktik kerja, 17 siswa SMK Pembangunan Pertanian Negeri Padang didampingi tiga guru melakukan kunjungan ke Balai Penelitian Tanaman Hias Jumat 22 November 2019.Penerimaan kunjungan dilaksanakan oleh Kepala Balithi, Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D. beserta Kasi Jasa Penelitian, Koordinator Program Penelitian serta peneliti dan teknisi.Dalam sambutannya ketua rombongan Eli  Ratna
    • Pelayanan Publik Balithi, Biro OK: Ini Merupakan Langkah Maju

      19 November 2019
      Public hearing standar pelayanan publik Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) dilaksanakan Selasa 19 November 2019 dan dibuka secara resmi oleh Kepala Balithi, Ir. Rudy Soehendi, MP., Ph.D.Hadir dalam kesempatan ini Ombudsman RI perwakilan Jawa Barat Haneda Sri Lastoto dan memaparkan secara gamblang mengenai pelayanan publik, Berintegritas dan Menyenangkan. Haneda mengatakan UU 25 2009 tentang pelayanan publik pasal 20 menjadi dasar bahwa kita sebagai