PENYAKIT-DAN-HAMA-YANG-SERING-MENYERANGAN-PERTANAMAN-GERBERA

  • PENYAKIT DAN HAMA YANG SERING MENYERANGAN PERTANAMAN GERBERA

  • ditulis tgl : 20 November 2019, telah dibaca sebanyak : 971 kali

    Share On Twitter


    1. Bercak daun. 
    Disebabkan oleh jamur cercospora gerberae chupp et viegas. Gejala serangan penyakit ini adalah timbulnya bercak-bercak berwarna coklat berbentuk bulat atau tidak beraturan pada daun-daun tua. 

    Pengendalian dilakukan dengan membuang daun yang telah terinfeksi penyakit ini dan untuk pencegahan dilakukan penyemprotan secara rutin dengan fungisida Dithane atau Daconil. Untuk pengendalian jika sudah terserang parah semprot dengan cabrio dua kali seminggu.


    2. Kapang kelabu. 
    disebabkan oleh jamur Botitris cinensis pers. Ex. Fr. Gejala serangan adalah timbulnya busuk pada bunga hingga menjadi rusak dan diliputi benang-benang jamur yang berwarna kelabu. Penyakit biasanya menyerang pada musim hujan. 

    Pengendalian dilakukan dengan membuang daun dan bunga yang telah terinfeksi penyakit ini Untuk pencegahan dilakukan penyemprotan secara rutin dengan fungisida Dithane atau Daconil. Untuk pengendalian jika sudah terserang parah sempot dengan Cabrio dua kali seminggu.

    3. Embun tepung. 
    Disebabkan oleh jamur Erysiphe cichoracearum dc. Penyakit ini menyebabkan daun gerbera diliputi oleh lapisan putih bertepung yang merupakan miselium, konidiofor dan konidium jamur tersebut. Penyakit biasanya menyerang pada musim kemarau terutama di tempat-tempat yang ternaungi. 

    Pengendalian dilakukan dengan membuang daun yang telah terinfeksi penyakit ini dan untuk pencegahan dilakukan penyemprotan secara rutin Untuk pengendalian jika sudah terserang parah sempot dengan Cabrio dua kali seminggu.

    4. White fly (kutu putih). 
    Hama ini menyerang tidak kenal musim, namun banyak menyerang jika suasana rumah lindung agak lembab karena kurang cahaya. Pengendalian hama jika dapat dilakukan secara manual dengan secara rutin membuang daun-daun yang tua. Hal ini dilakukan karena White Fly menyerang bagian bawah daun gerbera tua dan dibagian itu pula mereka akan berkembang biak dan mengeluarkan kotorannya. Kotoran White Fly ini dpt menyebabkan penyakit sekunder jamur dan  bakteri. 

    Pengendalian secara kimiawi menggunakan pestisida confidor atau pegasus 0.5 -1.0 ml/l. Penyemprotan sebaiknya ditujukan pada bagian bawah daun lalu seluruh permukaan tanaman. Karena hama itu dapat terbang dan berpindah ke tempat lain, maka sebaiknya ditambahkan perekat pestisida (sticker) seperti Tenac atau Rudor.

    5. Leaf Miner (pengorok daun). 
    Ciri khas serangan hama ini adanya korokan yang menyerupai lorong-lorong tepat dibawah permukaan daun bagian atas. Korokan-korokan ini sebenarnya adalah larva Liriomyza sp. yang memakan bagian tersebut sebelum keluar sebagai kupu. Serangan leaf miner ini sebenarnya jika diabaikan akan menjadi ledakan hama yang nyerang semua daun gerbera dalam satu tanaman dan juga seluruh pertanaman gerbera. Daun yang  terserang leafminer akan mongering seperti terbakar  dan mati. Jika banyak daun yang terserang hama ini tentu akan mengurangai fotosintesis tanaman dan pada akhirnya menurunkan produksi bunga gerbera. 

    Pengendalian hama adalah dengan menggunakan insektisida Trigard/Pegasus pada stadium larva dan Confidor/Kardan pada stadium kupu. Jika serangan sudah parah dapat diaplikasikan 2 kali seminggu dan setelah serangan menurun baru penyemprotan dilakukan hanya seminggu sekali.  

    6. Jangel atau Siput Bugil
    Hama ini merusak dengan memekan daun dan tangkai bunga gerbera. Biasanya hama ini menyerang pada lingkungan pertanaman yang lembab atau basah tapi agak hangat. 

    Pengendaliannya dengan pengunakan perstisida Siputok. Sebenarnya penggunan sekam mentah yang baru juga dapat mengurangi serangan jangel. (irm)

    Kurnia Yuniarto - Balai Penelitian Tanaman Hias

  • BERITA TERKAIT
    • Suryandhari Agrihorti, Krisan Potong Penghias Ruang dan Panggung

      04 Juni 2020
      Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) *telah* berhasil melepas labih dari 70 varietas krisan bunga potong yang memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda-beda pa setiap varietasnya.Suryandhari Agrihorti adalah salah satu varietas unggul krisan yang dihasilkan Balitbangtan pada 2019 lalu, memiliki bunga tipe spray berbentuk ganda serta berwarna bunga pita kuning menjadikan Suryandhari Agrihorti ini sangat cocok untuk dijadikan
    • Kurangi Ketergantungan Produk Luar, Balitbangtan Produksi Mandiri Anggrek Vanda

      02 Juni 2020
      Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar, termasuk didalamnya adalah tanaman anggrek. Sejauh ini telah teridentifikasi bahwa Indonesia sekurangnya memiliki 5.000 spesies anggrek dari 43.000 spesies, dan 35.000 varietas hibrida anggrek di seluruh penjuru dunia. Seperti diketahui anggrek merupakan tanaman hias yang memiliki nilai estetika tinggi dengan warna dan bentuk bunga indah dan menarik. Tanaman Anggrek di Indonesia
    • Krisan Balitbangtan Hiasi Kawasan Agrowisata Payo di Kota Solok

      29 Mei 2020
      Krisan merupakan salah satu komoditas yang dikembangkan di kawasan agrowisata Payo di Kota Solok, Sumatera Barat. Awal mula adanya komoditas krisan di kawasan ini tak lepas dari andil Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) yang sejak dua tahun lalu melalui Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Solok berupaya secara berkesinambungan dalam pengembangan krisan di agrowisata ini. Pada Maret 2020 telah
    • TANAM VARIETAS KRISAN BALITHI, PETANI MASIH TETAP RAUP KEUNTUNGAN

      27 Mei 2020
      Bukan sebuah rahasia lagi bahwa  pandemi covid 19 sangat berdampak ke beberapa sektor di negri ini , salah satunya adalah sektor pertanian. Semakin terbatasnya ruang untuk berkegiatan membuat sebagian petani memilih untuk mengurangi kegiatan mereka di luar rumah. Namun ditengah hebohnya pandemi covid 19, ternyata para petani bunga di Kabupaten Cianjur masih berproduksi, dan salah satu varietas yang diproduksi adalah varietas Balithi
    • Perbanyakan Masal Anggrek Dendrobium Secara In Vitro

      26 Mei 2020
      Perbanyakan Masal Anggrek Dendrobium Secara In Vitro dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya (1) Penyediaan bahan tanaman sebagai sumber eksplan Dendrobium.Telah dilakukan penyediaan materi awal dari beberapa varietas antara lain adalah Varietas Dian Agrihorti, Varietas Almira, Varietas Syifa.  Tunas yang berasal dari tunas anakan Dendrobium ditanam pada media pembesaran tunas yaitu  1/2 MS + 0,5 BAP hingga tunas memanjang 
    • KRISAN POT MULAI BERMEKARAN, PT CIGWA INDONESIA JAYA SEMAKIN BERWARNA

      19 Mei 2020
      Sejak ditanam pada tanggal 13 Maret lalu, ke lima varietas Krisan Pot milik Balithi yaitu Avanthe, Armita, Anindita, Zwena dan Naura mulai bermekaran di Green House milik PT Cigwa Indonesia Jaya. Ditengah pandemi Covid 19 yang masih melanda di Indonesia, kegiatan monitoring sejauh ini dilakukan secara jarak jauh. Namun pada kesempatan kali ini dengan tetap memperhatikan protocol keamanan dari pemerintah, tim dari Balithi mengunjungi langsung PT. Cigwa Indonesia
    • Dukung Kemandirian Benih Anggrek Dendrobium, Balithi Kembangkan Teknologi Embriogenesis Somatik Berbasis Bioreaktor

      11 Mei 2020
      Dendrobium merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati pasar