ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN BUNGA POTONG MAWAR


Diupload oleh : Ir. Nurmalinda, MSi.
22 April 2009  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 4448 kali




Dalam melakukan suatu usahatani, hal yang sangat penting diperhatikan adalah pasar serta perhitungan biaya dan penerimaan usahatani. Suatu usaha, apabila dapat diterima pasar dan dari perhitungan biaya dan penerimaan
menguntungkan, maka usaha tersebut layak untuk diusahakan, tetapi sebaliknya akan tidak layak untuk
diusahakan. Dalam usahatani, biaya yang dikeluarkan dapat dibedakan atas biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap terdiri dari biaya lahan, konstruksi rumah plastik, konstruksi listrik dan irigasi, serta peralatan (hand sprayer, cangkul, parang, dsb), sedangkan biaya variabel terdiri dari biaya input produksi (bibit, pupuk dan pestisida) dan biaya tenaga kerja (mulai dari menanam sampai panen). Perhitungan masing-masing biaya tersebut akan dijelaskan sebagai berikut.

Biaya Tetap
Biaya tetap merupakan jenis biaya yang selalu dikeluarkan walaupun tidak lagi dilakukan kegiatan usahatani. Biaya tetap yang diperhitungkan a.l. terdiri dari biaya lahan, konstruksi rumah plastik, konstruksi listrik dan irigasi, serta peralatan. Untuk konstruksi bangunan dan peralatan tahan lama seperti rumah plastik, listrik, irigasi, cangkul, kored, hansprayer, dan peralatan lainnya, diperhitungkan biaya susutnya, namun tidak demikian dengan lahan. Lahan merupakan alat produksi yang tidak aus, artinya jika digunakan dengan seksama, maka tidak ada pengurangan nilai terhadap lahan (Dinas P dan K, 1983). Akan tetapi nilai lahan berbeda-beda, tergantung dari kelasnya. Lahan yang diklasifikasikan sebagai kelas satu, nilainya akan lebih tinggi dibandingkan dengan lahan yang diklasifikasikan sebagai kelas dua, tiga, dst. Dalam perhitungan usahatani, yang termasuk dalam biaya lahan adalah: sewa lahan, pajak tanah (IPEDA) dan iuran pengairan (kalau ada pengairan). Untuk alat produksi tahan lama, karena dipakai berkali-kali, maka nilainya otomatis akan berkurang. Pengurangan nilai ini disebut sebagai penyusutan (depresiasi) dan akan menjadi biaya dalam kegiatan usahatani. Salah satu teknik penghitungan nilai penyusutan menggunakan rumus sbb.:

Nilai baru sekarang – Taksiran nilai sisa = Nb – Ns
Jangka usia ekonomis n
Keterangan:
Nilai baru sekarang adalah nilai atau harga barang yang berlaku saat ini Nilai sisa adalah taksiran dari nilai alat setelah jangka usia ekonomisnya terlampaui. Jangka usia ekonomis adalah jumlah tahun lamanya alat atau bangunan tersebut dapat digunakan secara efisien.

Biaya Variabel
Biaya variabel merupakan biaya yang habis terpakai dalam satu kali produksi. Biaya variabel terdiri dari biaya input produksi (bibit, pupuk dan pestisida) dan biaya tenaga kerja (mulai dari menanam sampai panen). Di bawah ini akan dijelaskan lebih terperinci perhitungan biaya dan penerimaan usahatani mawar.


Analisis Biaya dan Penerimaan Usahatani Mawar Bunga Potong
Berdasarkan perhitungan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk investasi awal pada usahatani mawar bunga potong ini adalah sebesar Rp 32.218.972,- yang terdiri dari biaya tetap, biaya variabel dan bunga modal. Akan tetapi bila dalam perhitungan dinilai penyusutan peralatan pertahun maka besar biaya yang dikeluarkan pada tahun pertama adalah sebesar Rp 25.949.159,-, dan tahun kedua sampai tahun kelima karena bibit, mulsa plastik dan bambu tidak diperhitungkan lagi maka besar biaya yang dikeluarkan menurun menjadi Rp 13.187.947,-
Dari produksi yang dihasilkan dan dengan memperhitungkan besar biaya yang dikeluarkan dari tahun pertama sampai tahun kelima, maka besar penerimaan tahun pertama masih bernilai negatif sebesar Rp (-) 18.612.159,- dengan nilai R/C ratio kurang dari satu (0,28). Penerimaan baru bernilai positif pada tahun kedua sebesar Rp 5.262.053,- dengan nilai R/C ratio 1,4. Besarnya R/C ratio ini selain dipengaruhi oleh biaya usahatani, juga dipengaruhi oleh tingkat produksi dan harga pasar produk yang berlaku. (Sumber: Nurmalinda et al, 2006)

Pemasaran mawar bunga potong
Mawar yang dipasarkan di pasar-pasar bunga dalam negeri, misalnya: pasar bunga Rawa Belong (Jakarta), pasar bunga Wastu Kancana (Bandung), pasar bunga Kayoon (Surabaya), dsb, terdiri dari mawar lokal dan mawar impor yang sebagian sudah dibudidayakan di Indonesia. Bunga yang dipasarkan ke Rawa Belong dan Wastu Kencana (Bandung), sebagian besar berasal dari Cipanas dan Bandung, sedangkan bunga yang dipasarkan di pasar kayoon (Surabaya) umum berasal dari daerah batu (Malang). Untuk memenuhi permintaan konsumen di Jakarta, bunga yang dipasarkan di pasar bunga Rawa Belong juga didatangkan dari daerah Batu (Malang). Bila dilihat dari penampilannya, mawar yang berasal dari Batu, Malang tersebut merupakan mawar impor, tetapi dengan kualitas yang sudah menurun, yaitu diameter bunga relatif lebih kecil dibandingkan dengan mawar impor yang beredar saat ini. Namun demikian mawar yang berasal dari Malang ini cukup diminati oleh konsumen Jakarta. Hal ini disebabkan karena harganya relatif murah, yaitu sekitar Rp 1000,-/tangkai, sedangkan harga mawar impor berkisar Rp 1750-2000,-/tangkai dan bahkan lebih mahal, tergantung dari jenis dan warnanya. Bunga-bunga yang dipasarkan ke pasar-pasar bunga tersebut dibawa oleh pedagang pengumpul dari sentra-sentra produksi bunga. Penjualan dilakukan dalam bentuk ikatan, untuk bunga local harga penjualannya adalah Rp 7000-8000/ikat , dan rata-rata setiap pedagang membawa sekitar 600 ikat/minggu.
Bila dibandingkan dengan krisan dan gladiol, harga jual bunga mawar relatif lebih tinggi, terutama untuk jenis-jenis baru. leh karena itu, permintaan terhadap mawar relatif lebih sedikit, mawar lebih banyak digunakan dalam bentuk rangkaian berdasarkan pesanan atau dijual dalam bentuk satuan sebagai ucapan kasih sayang terhadap orang-orang yang dikasihi, ucapan selamat untuk yang baru selesai ujian, dsb. Namun demikian, pada event tertentu, permintaan terhadap mawar cukup tinggi, misalnya pada saat Valentine Day. Bahkan pada event tersebut, kadang-kadang produsen bunga tidak mampu memenuhi permintaan terhadap mawar (Satsijati et al, 2004).

Daftar Pustaka

Dinas Pertanian DKI. 2002 . Pemasukan Komoditi Bunga Gunung di Pusat Promosi Bunga / Tanaman Hias Rawabelong. Tahun 1996-2001 .

Nurmalinda, Hilmi Ridwan, Nur Qomariah Hayati, D. Herlina dan Heni Wijayanti. 2006. Penyusunan Profil Komoditas Tanaman Hias. Laporan Penelitian. Balai Penelitian Tanaman Hias,Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian.

Nurmalinda dan R. Tejasarwana. 2006. Usahatani Mawar Bunga Potong. Laporan Penelitian. Balai Penelitian Tanaman Hias, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian.

Nurmalinda, Kusumah Effendie dan Evi Dwi S. Analisis Biaya Usahatani Krisan di Rumah Plastik.Laporan Penelitian. Balai Penelitian Tanaman Hias,Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian.

Satsijati, Nurmalinda, D. Herlina, Herman S., Hilmi R., Indiarto B., Kusumah E.,dan Budi M. 2004. Profil Komoditas Tanaman Hias Menunjang Strategi Penelitian untuk Pengembangan Agribisnis Florikultura. Laporan Penelitian. Balai Penelitian Tanaman Hias, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian.



 










Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.196.38.114

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun